Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : The World of Financial Administration Journal

Prosedur Pencairan Dana Pihak Ketiga (Deposito) Pada ProgramMarjan PT. Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Pembantu(KCP) Kabupaten Subang Juweni, Juweni; Nawawi, Ade; Muhammad, Aziz
The World of Financial Administration Journal Volume 6 Issue 2, Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v6i2.ct00t310

Abstract

Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat, atau yang biasa disebut dana pihak ketiga (DPK). Selain itu, bank juga berperan sebagai penyalur dana yang lazim digunakan, sehingga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bank. Pertumbuhan sebuah bank sangat bergantung pada pertumbuhan DPK yang berasal dari simpanan masyarakat. Pada dasarnya, bank merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai mediator atau perantara dalam peredaran lalu lintas uang, baik dalam bentuk simpanan maupun pengelolaan dana yang kemudian dipinjamkan kepada masyarakat yang memerlukan dana (Kasmir, 2012:12). Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di PT Bank Mandiri Taspen. Dalam proses pencairan deposito, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan atau kendala sehingga pencairan tidak dapat dilakukan pada hari yang sama. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terkendalanya pencairan deposito di PT Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Subang: Nama identitas berbeda dengan yang tertera pada bilyet deposito. Ketika deposan melakukan pembukaan deposito, deposan akan diberikan bilyet sebagai tanda bukti pembukaan simpanan dana deposito.
Tinjauan Prosedur Penyaluran Kredit Purna Bhakti Bagi Pensiunan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) TBK Kantor Cabang Subang Putri, Ayu Astia; Gadzali , Silvy Sondari; Rachmat, Iwan Setiawan; Nawawi, Ade; Aulia, Silvi
The World of Financial Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v7i2.2553

Abstract

Abstrak Pensiun merupakan hal yang berat bagi sebagian orang dikarenakan waktu yang biasanya dipakai bekerja menjadi kosong. Maka dari itu biasanya pensiunan mendirikan usaha untuk mengisi waktu kosongnya, masalahnya pensiunan sering mengalami kendala di keuangan. Sejalan dengan permasalahan tersebut bank BJB membuat produk yaitu Kredit Purna Bhakti (KPB) untuk membantu pensiunan mengatasi masalahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyaluran KPB agar pensiunan tidak salah ketika mengajukan kredit. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu metode kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa dalam prosedur penyaluran kredit KPB dimulai dari mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui/ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur KPB dan penanggung tidak dapat hadir.   Kata Kunci: Kredit Purna Bhakti, Prosedur, Penyaluran     Abstract Retirement is a difficult thing for some people because the time that is usually used for work becomes empty. Therefore, usually retired civil servants set up businesses to fill their free time, the problem of retirees often experiences financial constraints. In line with these problems, bank bjb created a product, namely Purna Bhakti Credit (KPB) to help retirees overcome problems. This study aims to determine the KPB provision procedure so that retirees do not make mistakes when applying for credit. The method used by the author is the Descriptive Method. For data collection, the author uses Literature Study and Field Work Practice which includes observation and interviews. Based on the results of the study, it shows that the KPB provision procedure starts from filling out the form and completing the requirements which are then processed by the bank and produce a decision to approve/reject the credit application. The obstacles that occur are the lack of public knowledge about the KPB procedure and the guarantor cannot be present.   Keywords: Credit Purna Bhakti, Procedure, Distribution