Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KETERIKATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII KEBUN CIATER SUBANG Ruchendi, Hani; Muhammad, Aziz; Nawawi, Ade; Cahyani, Nisa Sugi Nur
The World of Business Administration Journal Volume 6 Issue 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan salah satu aset dalam suatu perusahaan, dalam hal ini penting bagi perusahaan untuk mengembangkan keterikatan karyawan. Persaingan menuntut perusahaan untuk dapat bersaing tetapi harus mempunyai sumber daya manusia yang memiliki keterikatan yang kuat terhadap kinerja di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh keterikatan karyawan terhadap kinerja pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan asosiatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan karyawan dari PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang yang berjumlah 376 orang, sedangkan untuk pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling dengan rumus slovin yang berarti pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu yang menjadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 orang. Alat ukur yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh sebesar 81,9% dan sisanya 18,1% yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterikatan karyawan sangat mempengaruhi kinerja pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang, keterikatan karyawan yang mendapatkan perhatian dengan baik akan memberikan pengaruh pada kinerja karyawan. Kata kunci : Keterikatan karyawan, Kinerja Abstract Human resources are one of the assets in a company, in this case it is important for companies to develop employee engagement. Competition requires companies to be able to compete but must have human resources who have a strong attachment to company performance. This research aims to determine whether there is an influence of employee engagement on performance at PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang. The method used in this research is a quantitative method with descriptive and associative analysis. The population used in this research were employees of PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang, totaling 376 people, while for sampling the purposive sampling technique was used with the Slovin formula, which means taking samples with certain considerations, which makes the sample in this study totaling 79 people. The measuring instrument used is a questionnaire. The results of this research show that from the calculation results the coefficient of determination was obtained at 81.9% and the remaining 18.1% was not examined in this research. The research results show that employee engagement greatly influences performance at PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Ciater Subang, employee engagement that gets good attention will have an influence on employee performance. Keywords: Employee Engagement and Performance
Prosedur Pencairan Dana Pihak Ketiga (Deposito) Pada ProgramMarjan PT. Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Pembantu(KCP) Kabupaten Subang Juweni, Juweni; Nawawi, Ade; Muhammad, Aziz
The World of Financial Administration Journal Volume 6 Issue 2, Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v6i2.ct00t310

Abstract

Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat, atau yang biasa disebut dana pihak ketiga (DPK). Selain itu, bank juga berperan sebagai penyalur dana yang lazim digunakan, sehingga menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bank. Pertumbuhan sebuah bank sangat bergantung pada pertumbuhan DPK yang berasal dari simpanan masyarakat. Pada dasarnya, bank merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai mediator atau perantara dalam peredaran lalu lintas uang, baik dalam bentuk simpanan maupun pengelolaan dana yang kemudian dipinjamkan kepada masyarakat yang memerlukan dana (Kasmir, 2012:12). Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di PT Bank Mandiri Taspen. Dalam proses pencairan deposito, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan atau kendala sehingga pencairan tidak dapat dilakukan pada hari yang sama. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terkendalanya pencairan deposito di PT Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Subang: Nama identitas berbeda dengan yang tertera pada bilyet deposito. Ketika deposan melakukan pembukaan deposito, deposan akan diberikan bilyet sebagai tanda bukti pembukaan simpanan dana deposito.
Penggunaan Media Sosial sebagai Sarana Dakwah dan pendidikan Islam bagi Generasi Z Nawawi, Ade
Indonesian Journal of Research and Service Studies Vol. 1 No. 6 (2024): Indonesian Journal of Research and Service Studies
Publisher : Jujurnal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/51818582

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi Z dalam mengakses informasi, termasuk dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam. Media sosial menjadi salah satu sarana utama dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman, mengingat karakteristik generasi Z yang lebih aktif dalam dunia digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi generasi Z serta meninjau efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), mengkaji berbagai sumber akademik yang membahas penggunaan media sosial dalam penyebaran ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Twitter berperan penting dalam menyebarkan konten dakwah yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh generasi Z. Platform ini memungkinkan para dai dan pendidik Islam untuk menggunakan pendekatan visual, audio, dan teks yang lebih menarik bagi audiens muda. Namun, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, seperti distorsi informasi keislaman, radikalisasi digital, dan minimnya literasi digital dalam menyaring konten yang benar. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang lebih sistematis dengan pendekatan edukatif, moderat, dan berbasis literasi digital agar generasi Z dapat menerima ajaran Islam secara autentik dan relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan mengenai peran media sosial sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam, serta memberikan rekomendasi bagi para pendidik dan dai untuk mengoptimalkan strategi komunikasi Islam di era digital.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA DI DESA CIPANCAR, KECAMATAN SERANGPANJANG, KABUPATEN SUBANG Safitri, Adelia; Melinda, Devi Intan; Agustin, Nur Intan; Sugiarto, Rizky Ababil; Nawawi, Ade
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 1 Issue 2, Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v1i2.1898

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Cipancar bertujuan untuk membantu dalam mendirikan Posyandu Remaja. Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja. Pembentukan Posyandu Remaja dan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja. Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat Kesehatan serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja. Kata Kunci: Posyandu remaja, Kader, Pelatihan, Pembentukan Abstract Community service carried out in Cipancar Village aims to assist in establishing Youth Posyandu. Adolescent posyandu is one form of Community Resource Health Effort (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with the community including adolescents in the implementation of health development to improve the degree of health and healthy life skills of adolescents. The establishment of Adolescent Posyandu and adolescent health cadres aims to improve adolescent reproductive health and as a forum to facilitate adolescent health needs. It is hoped that the establishment of this Adolescent Posyandu can improve the degree of adolescent health and increase reproductive health knowledge for adolescents. Keywords: Youth posyandu, cadre, training, formation
PEMERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK DALAM MEMBENTUK WIRAUSAHAWAN BARU DI DESA MUNDUSARI KECAMATAN PUSAKANAGARA Anita, Anita; Kusnadi, Iwan Henri; Muhammad, Aziz; Nawawi, Ade; Dinarwati, Sri
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 2 Issue 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v2i1.2102

Abstract

Abstrak Petanian yang kini semakin berkembang dimasyarakat menjadi salah satu penunjang kehidupan untuk masyarakat yang tinggal di daerah pendesaan, khususnya di Desa Mundusari. Untuk pertanian di Desa Mundusari masyarakatnya hanya bercocok tanam padi di mana menggunakan media tanah. Sedangkan jaman semakin maju dan tidak menutup kemungkinan perkembangan pertanian pun ikut berkembang. Dimana sekarang salah satu perkembangan pertanian yaitu, menaman sayuran menggunakan metode tanam hidroponik. Metode tanam hidroponik, yaitu media tanam yang tidak begitu memakan lahan yang luas, sehingga masyarakat yang tidak mempunyai ladang sawah mereka bisa berkebun di halaman rumanya sendiri. Terutama ibu – ibu mereka bisa menghemat pengeluaran biaya rumah tangga untuk membeli bahan sayur – mayur. Ibu – ibu bisa menaman sayut – mayur, bumbu dapur seperti tomat dan cabai di pekaranga rumah mereka, sehingga mereka tidak perlu membeli bahan poko ke pasar, mereka cukup memetik di tanaman mereka sendiri atau bahkan mereka bisa menjual hasil panennya. Acara pelatihan pembuatan produk keripik bayam hasil tanaman hidroponik di posko KKNM kelompok 7. Bukan hanya pelatihan pembuatan produk saja, tapi kita melatih berwirausaha agar bisa membentuk wirausahawan baru di Desa Mundusari. Yaitu dengan cara mempelajari branding image dan product branding. Branding image adalah keyakinan, ide atau kesan sesorang terhadap sebuah brand. Sedangkan product branding merupakan simbol atau desain yang membuat sebuah produk memiliki identitas unik yang melekat dan menjadi ciri khas dari produk tersebut. Kata Kunci: Hidroponik, Wirausaha, Branding image, Product branding,Masyarakat.
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang R Aulia Bunga Setiarani; Nawawi, Ade; Sobari, Ahmad; Ruchendi, Hani; Nuraida, Nuraida
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2290

Abstract

Abstrak Kurikulum Merdeka atau sering disebut juga dengan Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten yang disajikan kepada siswa akan lebih optimal dengan tujuan agar peserta didik dapat memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta menguatkan kompetensi. Kebijakan Kurikulum Merdeka dibuat sebagai respons terhadap hasil PISA (Programme for International Student Assessment) yang menunjukkan bahwa 70% siswa usia 15 tahun berada di bawah tingkat kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari dalam mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Untuk menganalisis implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari, peneliti memilih teori Mazmanian dan Sabatier. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, masalah utama yang diidentifikasi adalah implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari yang belum optimal. Temuan lapangan menunjukkan adanya sejumlah permasalahan yang menghambat implementasi, yang dapat dikategorikan ke dalam tiga faktor utama: (1) karakteristik masalah, seperti heterogenitas siswa dan keterbatasan infrastruktur teknologi; (2) karakteristik kebijakan, yang ditandai dengan kurang jelasnya panduan operasional; serta (3) variabel lingkungan, seperti kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang kurang mendukung dan minimnya partisipasi tokoh lokal. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kurikulum Merdeka, SDN Serangsari.   Abstract The Merdeka Curriculum, also known as the Merdeka Belajar Curriculum, is a curriculum with diverse intra-curricular learning, where the content provided to students is optimized to ensure they have sufficient time to deepen their understanding of concepts and strengthen their competencies. The Merdeka Curriculum policy was formulated in response to the results of the Programme for International Student Assessment (PISA), which indicated that 70% of 15-year-old students were below the minimum competency level in comprehending simple reading materials or applying basic mathematical concepts. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari in achieving educational goals in accordance with its established vision and mission. To analyze the implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari, this study employs the theory of Mazmanian and Sabatier. The research adopts a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including in-depth interviews with the principal, teachers, students, and parents, field observations, and policy document analysis. The data is analyzed through the processes of reduction, presentation, and conclusion drawing. Based on the findings, the primary issue identified is the suboptimal implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari. Field observations reveal several challenges hindering its implementation, which can be categorized into three main factors: (1) problem characteristics, such as student heterogeneity and limited technological infrastructure; (2) policy characteristics, marked by unclear operational guidelines; and (3) environmental variables, including socio-economic conditions that do not sufficiently support implementation and the lack of participation from local figures. Keywords: Policy Implementation, Merdeka Curriculum, SDN Serangsari.
Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Malindo Feedmill Cikaum Subang Ma’ruf, Kamal; Hidayat, Taufiq; Nawawi, Ade; Asmarandiani, Dina
The World of Business Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/25e8vj35

Abstract

Abstrak Upaya untuk meningkatkan kualitas karyawan di dalam suatu perusahaan adalah dengan pemberian progam pelatihan yang diharapkan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja di dalam perusahaan. Pelatihan tidak hanya dimaksudkan sebagai penyegaraan terhadap cara penanganan atas pekerjaan yang telah menjadi rutinitas dari karyawan yang bersangkutan namun juga mencoba menemukan suatu inovasi baru dalam penyelesaian pekerjaan dehingga dapat menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan sebelum mendapatkan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan di PT. Malindo Feedmill Cikaum Subang. Analisis ini menggunakkan variabel dependen yaitu pelatihan dan variabel independent kinerja karyawan, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Untuk dimensi pelatihan mengambil teori yang dikemukana oleh Mangkunegara (2017:57) pelatihan dibagi menjadi 5 indikator diantaranya yaitu: tujuan pelatihan, materi pelatihan, metode pelatihan yang digunakan, kualifikasi peserta, kualifikasi pelatih. Sedangkan untuk dimensi kinerja karyawan mengambil teori yang dikemukakan oleh Bangun (2012:233) Suatu pekerjaan dapat diukur melalui 5 dimensi yaitu: kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kehadiran, dan kemampuan Kerjasama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan non managerial yang berjumlah 63 karyawan. Sedangkan alat mengukur data menggunakan kuesioner dan perhitungan olah data menggunakan SPSS versi 26. Hasil analisis penelitian pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan di PT. Malindo Feedmill Cikaum Subang menunjukan hubungan sangat kuat dengan nilai 0,759  dan pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan sebesar 75,9% dan sisanya 24,1% yang dipengaruhi faktor lain diluar penelitian. Kata kunci : Pelatihan, Kinerja Karyawan.         Abstract   Efforts to improve the quality of employees in a company are by providing training programs which are expected to be one of the ways to improve performance within the company. The training is not only intended as a refreshment of the way to handle work that has become a routine of the employees concerned but also tries to find a new innovation in completing work so that it can be more effective and efficient than before getting training. This study aims to test and analyze the influence of training on employee performance at PT. Malindo Feedmill Cikaum Subang. This analysis uses dependent variables, namely training and independent variables of employee performance, using a quantitative approach. For the dimension of training, taking the theory put forward by Mangkunegara (2017:57), the training is divided into 5 indicators, namely: training objectives, training materials, training methods used, participant qualifications, coach qualifications. As for the dimension of employee performance, taking the theory put forward by Bangun (2012:233) A job can be measured through 5 dimensions, namely: work quantity, work quality, punctuality, attendance, and the ability to cooperate. The population in this study is all non-managerial employees totaling 63 employees. Meanwhile, the data measurement tool uses a questionnaire and data processing calculations using SPSS version 26. The results of the research analysis on the influence of training on employee performance at PT. Malindo Feedmill Cikaum Subang showed a very strong relationship with a score of 0.759 and the influence of training on employee performance of 75.9% and the remaining 24.1% which was influenced by other factors outside the study.   Keywords: Training, Employee Performance.
Tinjauan Prosedur Penyaluran Kredit Purna Bhakti Bagi Pensiunan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) TBK Kantor Cabang Subang Putri, Ayu Astia; Gadzali , Silvy Sondari; Rachmat, Iwan Setiawan; Nawawi, Ade; Aulia, Silvi
The World of Financial Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wfaj.v7i2.2553

Abstract

Abstrak Pensiun merupakan hal yang berat bagi sebagian orang dikarenakan waktu yang biasanya dipakai bekerja menjadi kosong. Maka dari itu biasanya pensiunan mendirikan usaha untuk mengisi waktu kosongnya, masalahnya pensiunan sering mengalami kendala di keuangan. Sejalan dengan permasalahan tersebut bank BJB membuat produk yaitu Kredit Purna Bhakti (KPB) untuk membantu pensiunan mengatasi masalahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyaluran KPB agar pensiunan tidak salah ketika mengajukan kredit. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu metode kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa dalam prosedur penyaluran kredit KPB dimulai dari mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui/ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur KPB dan penanggung tidak dapat hadir.   Kata Kunci: Kredit Purna Bhakti, Prosedur, Penyaluran     Abstract Retirement is a difficult thing for some people because the time that is usually used for work becomes empty. Therefore, usually retired civil servants set up businesses to fill their free time, the problem of retirees often experiences financial constraints. In line with these problems, bank bjb created a product, namely Purna Bhakti Credit (KPB) to help retirees overcome problems. This study aims to determine the KPB provision procedure so that retirees do not make mistakes when applying for credit. The method used by the author is the Descriptive Method. For data collection, the author uses Literature Study and Field Work Practice which includes observation and interviews. Based on the results of the study, it shows that the KPB provision procedure starts from filling out the form and completing the requirements which are then processed by the bank and produce a decision to approve/reject the credit application. The obstacles that occur are the lack of public knowledge about the KPB procedure and the guarantor cannot be present.   Keywords: Credit Purna Bhakti, Procedure, Distribution
Gerakan KKNM Peduli Lingkungan Melalui Penanaman Mangrove di Desa Mayangan Nawawi, Ade; Melani, Eka; Syakira, Syifa; Y, Alfa Zacky; Hopipah, Poppy
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i3.316

Abstract

Program Kuliah Kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk konkret kiprah mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada warga . dalam program ini, mahasiswa didorong buat menerapkan ilmu yang diperoleh pada kelas pada situasi sosial serta lingkungan nyata. gerombolan 21 program Kuliah Kerja nyata (KKN) Universitas Subang, yg berlokasi di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, meluncurkan "Gerakan Peduli Lingkungan KKNM" yg bertujuan melestarikan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove. Jenis mangrove yang ditanam artinya Rhizophora sp., menggunakan total 300 bibit yg ditanam pada 3 titik lokasi tidak sama, yakni di seberang SMK Negeri 1 Legonkulon (50 bibit), belakang Sekolah Dasar Sukamulya (50 bibit), serta Pulau Burung (200 bibit). Selain penanaman, mahasiswa jua turut serta pada kegiatan penyemaian bibit mangrove pada Pulau Burung menjadi bagian berasal upaya regenerasi hutan mangrove yang berkelanjutan. kegiatan ini tidak hanya berfungsi menjadi bentuk donasi langsung mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan, tetapi pula sebagai sarana edukasi bagi Masyarakat. kurang lebih tentang pentingnya eksistensi ekosistem mangrove. akibat aktivitas memberikan adanya respon positif warga yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran ekologis dan terbentuknya sinergi antara mahasiswa, rakyat, serta pemerintah desa. acara ini sejalan menggunakan tujuan perlindungan mangrove pada berbagai wilayah di Indonesia, seperti penelitian Marsiah et al. (2024) pada Desa Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, yg berhasil menanam lebih dari 11.000 bibit mangrove dengan melibatkan mahasiswa, warga , dan pihak swasta.