Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi Era Globalisasi Sebagai Perwujudan Jiwa Nasionalisme Feronica Simanjorang; Adinda Eloyfani Ginting; Bella Amanda; Elhot Nicolas R Sianturi; Michael Gerald Simbolon; Hania Syakira
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2023): JUNI : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.815 KB) | DOI: 10.54066/jikma-itb.v1i3.279

Abstract

In the midst of the onslaught of global culture, nationalism is a fundamental issue. To awaken the spirit of nationalism in the younger generation, it is necessary to instill exemplary values. This is very important because, without being based on a sense of nationalism, the spirit to work, unite, and achieve the goals of developing the country will never be achieved. This research uses literature study research methods. A sense of nationalism is very important for Indonesia's young generation to be able to become an advanced nation, a modern nation, a safe, peaceful, just and prosperous nation in the midst of globalization which is increasingly challenging the Indonesian state. As a nation and state among other nations in the world, it requires a high identity of nationalism from its citizens, especially among the younger generation of Indonesia. The spirit of nationalism is still needed by the existence of the Indonesian nation and state. High nationalism from citizens or the younger generation will make positive and best behavior for the nation and state. In the current era of globalization there are several tendencies to diminish the spirit of nationalism among the younger generation. This can be seen from a number of benchmarks, namely the lack of appreciation of the younger generation for native Indonesian culture, patterns and lifestyles of westernized youth, and so on. To overcome this problem, it is necessary to have an intensive and continuous movement in the world of education related to instilling a sense of nationalism in students from elementary to tertiary levels which must be carried out by teachers and lecturers in a way that respects and is proud of the original Indonesian culture.
Upaya peningkatan pola pengasuhan guru dan orang tua penyandang disabilitas di Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-LK) Shafa Mojokerto Rimbun Rimbun; Tri Hartini Yuliawati; Zakiyatul Faizah; Berliana Hamidah; Bella Amanda; Lucky Prasetiowati; Dewi Ratna Sari; Kusuma Eko Purwantari; Citrawati Dyah Kencono Wungu; Ninik Darsini; Raihenette Amirasanti Fepiosardi; Fathimatuzzahroh; Christian Melka Parmanto
Sewagati Vol 9 No 5 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i5.8095

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang mengalami keterbatasan ataukeluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional. Keberadaanpendamping bagi siswa ABK memiliki makna yang berarti bagi proses perlindungandan tumbuh kembangnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanuntuk meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai pola asuh bagi siswapenyandang disabilitas di Sekolah Shafa Mojokerto. Sebanyak 23 siswa berkebutuhankhusus diberikan asesmen kognitif, sosioemosional dan psikomotor lengkapdengan saran bagi stimulasi tumbuh kembangnya, yang dilakukan oleh psikologklinis dari Layanan Psikologi Rumah Kumbang. Diantaranya, sebanyak 4 siswapenyandang tuna daksa (cerebral palsy) diberikan asesmen fisik yang dilakukan olehDokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari RSUD Dr. Soetomo. Selainitu juga diberikan penyuluhan mengenai cerebral palsy, pemeriksaan genetik danpola pengasuhan yang tepat bagi guru dan orang tua siswa. Luaran dari kegiatanPkM yang telah tercapai antara lain tersedianya laporan asesmen psikologis siswadan peningkatan pengetahuan guru dan orang tua yang dibuktikan dengan peningkatanrerata nilai posttest test (80, 63 ± 14, 36) dibanding pretest (61, 88 ± 20, 07)secara signifikan ( ? = 0, 010). Kesiapan dan kesiagaan guru dan orang tua siswaABK merupakan kunci sukses penanganan, ditambah dukungan dari masyarakat danpemerintah dalam menyediakan lingkungan dan fasilitas yang ramah terhadap ABK.