Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Perawatan Harian Kaki Diabetik secara Mandiri Kader Kesehatan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Moyudan Yogyakarta Rivani, Dyah; Widiastuti, Widiastuti; Lestari, Nina Dwi
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.432

Abstract

Keberhasilan pencegahan ulkus kaki diabetic didukung oleh keterlibatan tim secara komprehensif yang meliputi dokter, perawat, petugas kesehatan yang lain, juga tidak kalah penting keterlibatan penyandang dan keluarga. Salah satu petugas kesehatan lain atau tenaga relawan dari petugas kesehatan yang lain yang sering dijumpai dimasyarakat yaitu Kader Kesehatan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan seorang kader kesehatan terkait pencegahan timbulnya luka pada kaki diabetes yaitu memberikan edukasi dan melakukan perawatan kaki yang baik dan benar pada penyandang DM. Metode kegiatan pengabdian dengan ceramah, tanya jawab dan menyaksikan tayangan video perawatan kaki sehari-hari secara mandiri bagi penderita diabetes. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah 48 orang kader kesehatan yang merupakan wakil dari ranting ‘Aisyiyah di wilayah kerja pimpinan cabang ‘Aisyiyah Moyudan. Kegiatan diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Hasil edukasi didapatkan peningkatan pengetahuan peserta tentang perawatan kaki diabetik. Pengetahuan kader sebelum edukasi kategori baik sebanyak 48.78%, kategori cukup sebanyak 36.59% dan kategori kurang sebanyak 14.63%. Setelah mengikuti edukasi terjadi peningkatan pengetahuan peserta pada post test didapatkan hasil peserta dengan kategori baik 100%.
PENGARUH PEMBERIAN OAT LOTION TERHADAP PENGURANGAN SKALA PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISA Dwijayanti, Anisa; Rivani, Dyah; Rismanta, Agus
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3133

Abstract

Pruritus merupakan salah satu keluhan kulit yang sering dialami oleh pasien hemodialisis akibat akumulasi toksin uremik dan gangguan keseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang potensial untuk mengurangi pruritus adalah penggunaan oat lotion, yang memiliki sifat antiinflamasi, antipruritus, dan pelembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas oat lotion dalam menurunkan skala pruritus pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Intervensi berupa aplikasi oat lotion dua kali sehari selama dua minggu yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dievaluasi selama empat kali pertemuan. Terdapat penurunan skor pruritus dari skor 7 menjadi 5, serta perbaikan kondisi kulit kering berskala 9 menjadi 5. Hal ini menunjukan pemberian oat lotion efektif dalam menurunkan skala pruritus.Kata kunci : Oat lotion, Pruritus, Hemodialisis, Terapi Non-Farmakologis
Pendampingan dan Edukasi Resiko Jatuh pada Lansia pada Kader Kesehatan di PCA Banguntapan Utara Hidayati, Ari Budiati Sri; Rivani, Dyah; Widiastuti, Widiastuti
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): IJPM - April 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.504

Abstract

 Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami penurunan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara pelan-pelan, sehingga tidak dapat bertahan terhadap kerusakan yang diderita dan infeksi. Jumlah pendududk Lansia di Bantul, dengan usia ≥ 60 tahun keatas mencapai 145.380 orang. Salah satu masalah pada lansia akibat dari penurunan kondisi fisik adalah kejadian jatuh. Angka jatuh pada lansia mencapai 30-50% dan 40% untuk kejadian jatuh berulang, dan diperkirakan pada tahun 2050 akan meningkat sampai menjadi 20% kali lipat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang resiko jatuh pada lansia beserta pencegahannya dan membantu kader kesehatan serta anggota keluarga tentang cara mendeteksi resiko jatuh pada lansia, sehingga ketika ada keluarga atau saudara yang mempunyai resiko jatuh tinggi, dapat segera dilakukan upaya pencegahan sehingga tidak terjadi jatuh. Metode yang digunakan dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan cara pengkajian resiko jatuh pada lansia dengan Time Up And Go (TUG) Test serta pengisian pengkajian resiko jatuh. Kegiatan diawali dengan pretest, dilanjutkan dengan pemberian materi terkait lansia dan resiko jatuh, cara pencegahan jatuh , cara pengkajian jatuh menggunakan format pengkajian resiko jatuh, dan cara melakukan Time Up And Go Test. Dan dilanjutkan simulasi cara mengkaji resiko jatuh dan cara pengisian Format pengkajian resiko jatuh serta cara melakukan pengkajian resiko jatuh dengan Time Up And Go Test disertai cara penilaiannya, apakah seseorang dalam kondisi resiko tinggi jatuh atau tidak, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dan senam untuk melatih keseimbangan pada lansia dengan gerakan gerakan sederhana yang dipimpin oleh seorang instruktur senam dan diakhiri dengan Pretest dari materi yang sudah disampaikan. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan dari 80% menjadi 98%, dari 33 peserta yang hadir terdapat 27 (81%) peserta lansia.
Efektivitas Rom Pasif Terhadap Tonus Otot Pasien Post Opersi Fraktur Ektermitas : Evidence Based Case Report (Ebcr) Rohmah, Nur Saily; Rivani, Dyah
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i06.328

Abstract

Fractures or broken bones are incidents of trauma to the bones with various causes. This condition results in damage to the bone and surrounding tissue, complications can occur in the limb bones if there is a lack of mobilization. Actions that can be taken to prevent more severe complications are by doing ROM motion exercises to check the strength of muscle tone. to determine the effectiveness of passive ROM on muscle tone in post extremity fracture patients. This type of research is a case study research. The focus in this study was the application of passive ROM training on muscle tone in extremity fracture patients. Results: there is a change in muscle tone in patients with post-extremity fracture after passive ROM. there are changes in muscle tone in patients with post-fracture extremities after passive ROM. Passive ROM can provide benefits to increase muscle strength in post-fracture patients in the extremities.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Murottal Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisa Gita, Azhara Rizki; Rivani, Dyah; Rismanta, Agus
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3196

Abstract

ABSTRAKPasien yang sudah lebih dari lima tahun menjalani hemodialisa mudah mengalami insomnia, hal ini dikarenakan prosedur hemodialisis dapat menimbulkan rasa nyeri pada ekstremitas sehingga pasien mengeluhkan sulit untuk tidur. Terapi komplementer yang dapat diberikan untuk masalah tersebut ialah terapi relaksasi otot progresif, terapi yang menggunakan 2 prosedur yang berbeda, seperti merileksasikan berbagai otot yang ada di dalam tubuh dengan menggabungkan latihan pernafasan. Murottal Al-Qur’an merupakan kolaborasi terapi relaksasi otot progresif dengan metode penyembuhan melalui bunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi relaksasi otot progresif dan murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien hemodialisa. Penerapan terapi relaksasi otot progresif serta murottal Al-Qur’an dilakukan pada pasien hemodialisa dengan jumlah responden 1 orang dari tanggal 25 November hingga 30 November 2024. Terdapat perubahan pada skor PSQI dari sebelum intervensi skor 10 menjadi skor 4 setelah intervensi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan terapi relaksasi otot progresif dan murottal Al-Qur’an memberikan pengaruh positif pada kesejahteraan hidup pasien dengan gagal ginjal kronis yang mendapatkan perawatan hemodialisis, khususnya dalam aspek kualitas tidur.Kata Kunci: Murottal Al-Qur’an; terapi relaksasi otot progresif; kualitas tidur; pasien hemodialisa ABSTRACTInsomnia is easily experienced by hemodialysis patients for more than 5 years, because hemodialysis causes pain in the limbs so that patients complain of difficulty sleeping. Progressive muscle relaxation therapy uses 2 different procedures, such as relaxing various muscles in the body by combining breathing exercises. Murottal Al-Qur'an is a collaborative therapy of progressive muscle relaxation therapy with sound healing methods. This research aims to evaluate the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy and murottal Al-Qur'an on the sleep quality of hemodialysis patients. Application of progressive muscle relaxation therapy and murottal Al-Qur'an on the sleep quality of hemodialysis patients with 1 respondent which was carried out from November 25 - November 30, 2024. There was a change in the PSQI score from before the intervention score of 10 to a score of 4 after the intervention. The findings of this study indicate that implementing progressive muscle relaxation therapy combined with murottal Al-Qur’an contributes positively enhances the well-being of individuals receiving hemodialysis for chronic kidney disease, particularly in terms of sleep quality.Keywords: Murottal Al-Qur’an; progressive muscle relaxation theraphy; sleep quality; hemodialysis patients