Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Keterlambatan Bicara Anak Generasi Alpha Ramelan, Harlina; Mastuinda, Mastuinda; Saragih, Kholijah; Martha, Dewi; Muthie, Imam; Novera, Wulan Rahmadia; Husna, Amalia; Ulni, Elvira Khori
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7026

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan gadget mengalami peningkatan yang signifikan, termasuk di kalangan generasi alpha. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena semakin banyak kasus anak yang terpapar gadget mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap keterlambatan bicara anak generasi alpha.  Jenis penelitian yang digunakan adalah  korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang tua yang memiliki anak usia 4-5 tahun, di Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 76,21% antara penggunaan gadget terhadap keterlambatan bicara  anak generasi alpha. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin besar kemungkinan keterlambatan bicara anak. Hal ini disebabkan minimnya interaksi langsung serta sikap pasif anak saat menggunakan gadget.Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi preventif melalui edukasi kepada orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget serta penyusunan pedoman yang dapat membantu orang tua dalam membatasi penggunaan gadget untuk anak
Pengaruh Pola Asuh dan Attachment terhadap Kemandirian Anak Usia Dini Novera, Wulan Rahmadia; Ramelan, Harlina; Ulni, Elvira Khori; Husna, Amalia; Muthie, Imam
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh dan attachment  terhadap kemandirian anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah orang tua yang anaknya bersekolah di TK Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berjumlah 172 orang tua. Jumlah sampel sebanyak 120 yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling teknik area (cluster) sampling, yaitu sampel diambil dengan pertimbangan jumlah orang tua peserta didik pada setiap TK. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan variabel pola asuh dan attachment  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian anak usia dini, dengan demikian pola asuh dan attachment  secara simultan mempengaruhi kemandirian anak usia dini ke arah yang positif. Temuan ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan dua variabel utama pengasuhan dalam satu model analisis yang komprehensif, khususnya dalam konteks budaya Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pola pengasuhan otoritatif dan pembinaan relasi emosional yang aman antara anak dan orang tua sebagai strategi efektif untuk mendukung perkembangan kemandirian anak sejak dini.
Analisis Kelemahan Penerapan Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini Muthie, Imam; Pratiwi, Nanda; Sujarwo, Sujarwo; Ramelan, Harlina; Husna , Amalia; Ulni, Elvira Khori; Novera, Wulan Rahmadia
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 11 No. 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v11i1.12832

Abstract

This study aims to analyze the weaknesses in the implementation of language politeness among early childhood learners. Language politeness, closely linked to courteous behavior, is essential for children's social interactions and acceptance. Disruptions in the use of polite language may hinder children's ability to build positive relationships. Politeness traditions, deeply rooted in Indonesian culture, emphasize the importance of respectful communication in daily life. Employing a qualitative descriptive approach, this study involved parents, teachers, and school principals as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and validated using triangulation techniques. The findings indicate that five key factors contribute to the weakness of language politeness in early childhood: parental dependence, lack of home supervision, shortcomings in the school environment, children's weaknesses, and the influence of learning media. The study underscores the importance of collaboration among parents, educators, and the community in fostering polite language development. Strengthening politeness values within educational curricula and optimizing the use of supportive learning media are recommended as strategic efforts to enhance language politeness among young children.
OPTIMALISASI KETERAMPILAN MENDONGENG MAHASISWA PGPAUD MELALUI PEMBENTUKAN KLUB MENDONGENG Ulni, Elvira Khori; Zudeta, Effran; Muthie, Imam; Nasution, Riskha Hanifa; Husna, Amalia
Jurnal ABDI PAUD Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v6i1.41984

Abstract

Keterampilan mendongeng menjadi sangat penting karena dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan perkembangan bahasa dan sosial- emosional anak. Keterampilan mendongeng masih belum tergarap secara maksimal di kalangan mahasiswa terutama mahasiswa PGPAUD. sebagian besar mahasiswa merasa belum percaya diri dalam mendongeng karena minimnya latihan dan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu membentuk klub mendongeng sebagai wadah pembinaan serta pengembangan keterampilan mendongeng secara berkelanjutan. Optimalisasi keterampilan mendongeng melalui suatu klub juga memungkinkan mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai unsur seni seperti vokal, gerak, dan ekspresi, yang tentu dapat meningkatkan kualitas penyampaian cerita. Maka dari itu, penting untuk memberikan coaching mendongeng sebagai bentuk kegiatan klub dengan melibatkan mahasiswa PGPAUD untuk meningkatkan kemampuan mendongeng mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 46,5% setelah kegiatan dilakuka