Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Hisab Penentuan Awal Bulan Hijriyah: Studi Metode Muhammadiyah Dan Konsepsi Hisab Hakiki Wujudul Hilal Hidayat, Didin; Pujastuti, Orina; Putri, Reva Chintia; Nuragnia, Siti Asifa; Ekodwiansyah, Verdy Ardiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31548

Abstract

Dalam penelitian ini, kami berfokus pada metode Muhammadiyah, khususnya pada konsep hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini didasarkan pada perhitungan astronomis yang faktual terhadap posisi Bulan dan Matahari, dengan tiga syarat utama: ijtimak (konjungsi) telah terjadi, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam, piringan atas Bulan berada di atas langit. Metode ini, berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis yang menekankan pentingnya perhitungan waktu, berpendapat bahwa hisab dan rukyat memiliki kedudukan yang sama dalam menentukan awal bulan kamariah. Studi ini juga melihat argumen filosofis dan historis yang mendukung metode ini oleh Muhammadiyah, serta menyoroti keunggulan dan juga tantangan dari upaya penyatuan kalender Islam di Indonesia.
PENANGGULANGAN DEKADENSI MORAL REMAJA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DAN PEMBINAAN ADABDI MULYASARI MANDE Hidayat, Didin
Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM STAI Al-Azhary Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/dijis.v1i2.14

Abstract

Moral decadence is the deterioration of good behavior, actions, character or morals to be bad, in other words the occurrence of disobedience of the  rules, inappropriateness in socializing dan impoliteness in interacting with others. Moral decadence continues to afflict the lives of today's teenagers, which increasingly undermines their circumstances and relationships, so that it has a very bad impact on the lives of adolescent in the future. Therefore, actually the main role in this case is the family, because the family is harmonious, respectful, open, positive communication, and there is love  affection, then the process of socializing values where norms will be conveyed to adolescent is well delivered. In addition efforts to foster of moral values in adolescents are also carried out in every educational institution. Conducive educational institution and mutual respect, then the transinformation can be well received. 
PEMIKIRAN HUKUM EKONOMI ISLAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI Hidayat, Didin
Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Dirasa Islamiyya: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM STAI Al-Azhary Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/dijis.v2i2.37

Abstract

Al-Ghazali's thought had a great influence on the Islamic world and continues to be widely read and quoted today.  Thanks to his services, the discipline of logic or philosophy became the maestro of thinking in the Islamic world. Al-Ghazali's thoughts also cover muamalat or business and economic practices including the value of exchange (barter), business evolution and market evolution, as well as economic thinking that prioritizes maslahah which covers all human activities. Al-Ghazali said the most important thing about muamalat is that everything that is done in this world is for eternal life in the hereafter. A Muslim's business must have a broad orientation related to the world and the hereafter. Al-Ghazali has described all problems in the form of both mashâlih and mafâsid which aim to improve social welfare. In addition, Al-Ghazali argues that socio-economics is based on a concept called the social welfare function (Mashlahah). In economic and business practices, Al-Ghazali recommends that economists or business people pay attention to moral issues in doing business. For al-Ghazali, the prohibition of usury is absolute. The argument he put forward is not only as a sin, but gives the possibility of exploitation and injustice in the transaction.
PENGABDIAN MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT MELALUI PERBAIKAN MCK DI DESA CIBANTENG KABUPATEN CIANJUR Hidayat, Didin; Septiani, Yolanda; Khatami Nur, M. Rifqi; Basri, Hasan
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4867

Abstract

Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi. Di Desa Cibanteng, Kabupaten Cianjur, kondisi sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang kurang layak menjadi salah satu pemicu munculnya masalah kesehatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi melalui perbaikan fasilitas MCK agar dapat digunakan dengan lebih aman, nyaman, dan higienis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat mulai dari tahap observasi kebutuhan, diskusi perencanaan, hingga pengerjaan renovasi sederhana. Kegiatan perbaikan meliputi penggantian pintu yang rusak, pengecatan ulang dinding, pembersihan area sekitar, serta penambalan bagian bangunan yang retak atau berlubang. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif, baik dari segi fungsi bangunan maupun perilaku masyarakat. Fasilitas yang lebih layak meningkatkan kenyamanan pengguna, menjaga privasi, serta mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya sanitasi. Selain itu, proses gotong royong yang terjadi selama kegiatan memperkuat hubungan sosial dan rasa kepemilikan warga terhadap fasilitas umum. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.