Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Desain Tata Ruang Siniar sebagai Identitas Jenama: Perspektif Desain Komunikasi Visual Akbar, Faisal; Miswanti, Dini; Susanti, Khikmah; Putra, Rizki Saga; Hidayati, Atiek Nur
Cipta Vol 3, No 1 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i1.3176

Abstract

Artikel ini membahas siniar (podcast) tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian konten audio, tetapi juga sebagai identitas jenama yang kuat. Desain tata ruang siniar memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang sesuai dengan nilai-nilai dan karakteristik jenama, serta mendukung pengalaman audiens secara keseluruhan. Elemen-elemen desain seperti penataan furnitur, pencahayaan, pemilihan warna, dan elemen visual lainnya dapat digunakan untuk memperkuat citra jenama dan menciptakan konsistensi visual. Hasil perancangan desain ini menunjukkan bahwa desain tata ruang siniar yang dirancang dengan baik tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap identitas jenama yang lebih kuat dan berkesan.
Maskot Asian Para Games 2018: Identitas dan Aplikasinya Hadiprawiro, Yulianto; Hidayati, Atiek Nur
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 01 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i01.46

Abstract

The 2018 Asian Para Games is a continent-level disability sports event that involves many athletes with disabilities in various sectors in the community at large. Indonesia hosted the sporting event for Difabel in 2018. As one of the international sports parties, in 2018, the Asian Para Games issued visual promotions to support the promotion needs of the event. Uniquely, the promotion form of the 2018 Asian Para Games is also supported by mascots and logos that resemble the 2018 Asian Games. Indirectly this supports the visual promotion of the Asian Para Games 2018. Campaign materials that are compatible with diffable entities are also needed as visual markers for a grand event like Asian Para Games 2018. Research discusses campaign material, focusing on mascot and visual production of derivatives from mascot. This aims to see how the 2018 Asian Para Games mascot becomes an important part of the visual promotion that is disseminated to the public. The visual representation that emerges will provide knowledge that in the Asian Para Games program, mascot is needed to support its visual promotion massively. This study found; (1) definition and history of bondol eagle mascot as the mascot of the Asian Para Games 2018; (2) The forms of visual mascot applications that appear have represented the Asian Para Games event, although they have not represented the visuals of Difabel. ABSTRAK Asian Para Games 2018 merupakan ajang olahraga difabel tingkat benua Asia yang melibatkan banyak atlet disabilitas diberbagai sektor di masyarakat secara luas. Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang perhelatan olahraga bagi Difabel pada tahun 2018. Sebagai salah satu pesta olahraga internasional, pada tahun 2018, Asian Para Games mengeluarkan promosi-promosi secara visual guna mendukung kebutuhan promosi terhadap acara tersebut. Uniknya, bentuk promosi Asian Para Games 2018 juga didukung oleh maskot dan logo yang menyerupai Asian Games 2018. Secara tidak langsung hal ini mendukung promosi visual Asian Para Games 2018. Materi kampanye yang sesuai dengan entitas difabel juga dibutuhkan sebagai penanda visual sebuah acara akbar layaknya Asian Para Games 2018. Penelitian membahas tentang materi-materi kampanye, dengan berfokus pada maskot dan produksi visual turunan dari maskot. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana maskot Asian Para Games 2018 menjadi bagian penting dalam promosi visual yang disebarkan ke masyarakat. Representasi visual yang muncul akan memberikan pengetahuan bahwa dalam acara setingkat Asian Para Games, memang diperlukan maskot untuk mendukung promosi visualnya secara masif. Penelitian ini menemukan; (1) definisi dan sejarah maskot burung elang bondol sebagai maskot Asian Para Games 2018; (2) Bentuk-bentuk aplikasi visual maskot yang muncul sudah merepresentasikan acara Asian Para Games, meskipun belum mewakili visual Difabel.
Representasi City Branding Jakarta melalui Identitas Merek Asian Para Games 2018 Atiek Nur Hidayati; Yulianto Hadiprawiro; Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 6, No 03 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.663 KB) | DOI: 10.30998/jd.v6i3.3652

Abstract

Penelitian ini akan mengeksplorasi representasi city branding Jakarta melalui identitas merek Asian Para Games 2018. Asian Para Games sebagai sport mega event dapat menjadi akselerasi dalam membentuk city branding. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus identitas merek Asian Para Games 2018 yang dikaitkan dengan elemen identitas city branding. Identitas merek yang akan dianalisis adalah logo, maskot dan slogan. Hasil penelitian ini adalah (1) logo, maskot, dan slogan Asian Para Games 2018, merupakan representasi dari visual difabel yang mengangkat konsep kesetaraan antara difabel dan non-difabel, sehingga tidak memberikan gambaran yang diskriminatif (2) visual difabel tidak harus selalu muncul jelas pada logo, maskot dan slogan; (3) identitas merek Asian Para Games 2018 merupakan salah satu citra city branding Jakarta yang diilustrasikan melalui elemen visual acara olahraga difabel terbesar di Asia.
Iklan Tokopedia Versi BTS sebagai Representasi Korean Waves Adrian Conita; Yulianto Hadiprawiro; Atiek Nur Hidayati
Jurnal Desain Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.328 KB) | DOI: 10.30998/jd.v8i2.8666

Abstract

Perkembangan zaman yang pesat membuat teknologi mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Kemajuan teknologi ini ditandai dengan munculnya internet dimana saat ini semua orang dapat menggunakan internet untuk berbagai keperluan. Saat ini belanja online sudah menjadi kebutuhan pokok di semua kalangan. Perusahaan e-commerce bersaing satu sama lain untuk menarik perhatian orang dengan membuat iklan yang menggunakan duta merek (Brand Ambassador). Tokopedia merupakan mall online yang memungkinkan penjual untuk membuka toko dan melakukan penjualan dengan mudah tanpa harus memikirkan sewa toko dan membayar gaji karyawan dengan mengutamakan keamanan transaksi, menawarkan pengalaman jual beli online yang aman, mudah dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi Gelombang Korea yang tercermin dari keberadaan BTS dalam Iklan Komersial Tokopedia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik Charles Sanders Pierce dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi Korean Waves melalui BTS sebagai brand ambassador Tokopedia dalam iklan YouTube tercermin dari karakter positif sosok individu atau kelompok yang muncul untuk menarik persona konsumen Tokopedia
Personal Branding Anies Baswedan Calon Presiden Indonesia 2024 Melalui Media Sosial Instagram Atiek Nur Hidayati
Jurnal Desain Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i2.21907

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis personal branding Anies Baswedan, calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024, melalui akun Instagramnya. Kampanye politik saat ini tidak hanya bergantung pada pertemuan tatap muka, tetapi juga memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram. Dalam penelitian ini, akun Instagram Anies akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori personal branding Peter Montoya yang terdiri dari delapan konsep utama. Konsep-konsep ini dianggap sebagai strategi untuk menciptakan citra positif di mata masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa akun Instagram Anies Baswedan menerapkan konsep utama personal branding dengan baik. Dalam unggahannya, terdapat konsistensi dan kejelasan dalam menyampaikan pesan. Anies Baswedan menunjukkan kesiapannya dalam membangun citra yang baik melalui penerapan konsep-konsep personal branding. Penggunaan Instagram sebagai alat untuk mengkomunikasikan pesan-pesan tersebut dapat dianggap sebagai strategi yang efektif, mengingat tingginya penggunaan media sosial dalam ranah politik modern. Personal branding Anies Baswedan di Instagram tidak hanya sekedar upaya untuk menciptakan citra positif, tetapi juga merupakan strategi yang dapat mendukung perolehan dukungan pemilih pada Pemilu 2024. Pendekatan ini mencerminkan transformasi kampanye politik ke era digital, di mana kehadiran dan citra kandidat dapat dipengaruhi secara signifikan oleh media sosial.