Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kasih Sejati: Memahami Misi Secara Teks, Konteks, dan Komunitas Berdasarkan Yohanes 17:18 Pada PTT/AK Karlau, Sensius Amon
Jurnal Teologi Praktika Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/jtp.v1i1.12

Abstract

The existence of God is in essence impossible to shift, but, in fact seems to experience a shift that appears in human efforts to respond to the mission call. Efforts to "narrow" the meaning, purpose and impact of understanding the "true love and mission" for His people here are in contrast to God's love that cannot be separated from His essence. God himself wants His love to be part of His ransom people, so this is where "mission" becomes the logical implication of God's existence as a mission initiator that has been, is being, and continues to be done through His chosen people in every age in (community). The author used qualitative method with text and language analysis approaches. Based on research results in the "text" it can be understood that God's love enables Him to send His only begotten Son to fulfill His mission. Then in His grace; The Son continues the Father's mandate to disciples to become a "community" sharing the love of God the Father. This task is then passed on to the present generation specifically for graduates of Theological/Christian Religious College.
IMPLIKASI PERAN YESUS BAGI GURU PENGGERAK DAN MERDEKA BELAJAR Sastri Rukua, Ivo; Kalprianus Ismail, Jeffrit; Karlau, Sensius Amon
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v4i2.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai guru penggerak dan merdeka belajar sebagai model pendidikan yang dicetuskan Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan. Metode kualitatif dan studi kepustakaan digunakan untuk menginventarisasi berbagai sumber seperti buku dan jurnal. Kemudian, data-data yang diperoleh dan terkait dengan guru penggerak, peran Yesus, merdeka belajar dan era industri 4.0 dianalisis secara mendalam. Dalam pada itu, ditemukan kesan bahwa semantik guru penggerak dan merdeka belajar telah dilakukan Yesus. Bahkan, sebagai Guru Agung dengan sebutan Rabbi, Ia adalah Guru yang membebaskan secara fisik, psikologi maupun spiritual. Maka disimpulkan bahwa konsep dan kebijakan pendidikan sebaiknya teraktualisasi melalui implikasi peran Yesus sebagai inisiator, inovator, fasilitator, motivator dan komunikator yang efektif serta berorientasi pada guru penggerak dan merdeka belajar pada era industri 4.0.
Finalitas Yesus Sang Mesias dan Juruselamat Menurut Analisis Teks Yohanes 14:6 Karlau, Sensius Amon
JURNAL LUXNOS Vol. 9 No. 2 (2023): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2023
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v9i2.316

Abstract

Abstract: This research aims to explain about the finality of Jesus as Lord and Savior was challenged by some in the early church. The same is still being done today to reduce the finality of Jesus to a therapeutic social deism. They adapt the figure and work of Jesus to various desires in a plural and secular modern era. Therefore, the hermeneutic method accompanied by an analytical approach that is exegetical in nature and supported by a literature review is used to explore the text of John 14:6. It was found that ἐγώ εἰμι; egō eimi refers to Jesus as the Messiah whose work transcends subjective desires and imaginative perceptions. Moreover, lexical and syntactic analysis as well as theological interpretation confirms the truth and finality of Jesus as the only Savior. In fact, He alone is ἡ ὁδὸς; hē hodos, namely the Way that is able to realize the true Truth and eternal Life for humans at any time through pericorecis and mutual indwelling relations with God the Father. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai finalitas Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat ditantang sebagian kalangan pada zaman gereja mula-mula. Hal yang sama masih dilakukan saat ini untuk mereduksi finalitas Yesus menjadi bersifat deisme sosial yang terapeutik. Mereka menyesuaikan sosok dan karya Yesus dengan berbagai keinginan pada zaman modern yang plural dan sekuler. Maka dari itu, metode hermeneutik dengan pendekatan eksegetik serta didukung review literatur digunakan untuk menganalisis Yohanes 14:6. Ditemukan bahwa ἐγώ εἰμι (egō eimi) menunjuk kepada Yesus selaku Sang Mesias yang karya-Nya melampaui keinginan dan persepsi imajinatif yang subjektif. Lagi pula, analisis leksikal dan sintaksis serta tafsiran teologis mempertegas kebenaran dan finalitas Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Bahkan, hanya Dialah ἡ ὁδὸς (hē hodos) yakni Sang Jalan yang mampu mewujudkan Kebenaran sejati dan Hidup kekal bagi manusia pada setiap saat melalui relasi perichorecis dan mutual indwelling dengan Allah Bapa.
Fungsi Staf Sekretaris Gereja Dalam Menunjang Pelayanan Di Gbi Imanuel Wamena Bugi, Kiki Reskianto; Karlau, Sensius Amon; Payage, Nery
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i2.117

Abstract

This research was written with the aim of mediating the problems faced by the congregation at GBI Imanuel Wamena, in terms of the performance of the church secretarial staff regarding diaconal services which was less than optimal, as well as providing understanding or input that secretarial staff should provide in supporting diakonia services. The author uses a qualitative descriptive method with a field study approach. Interestingly, the performance of the church secretary staff in terms of diaconal services is more focused on appropriate diaconal services to the existing congregation. Unfortunately, this can be a benchmark for the congregation that the performance of the church secretary staff in supporting diaconal services is clear and cannot be detrimental to their performance in the church organization. In ecclesiastical matters, cooperation or, more precisely, uninterrupted communication with church leadership can make services more effective. It was concluded that the performance of the church secretary at GBI Immanuel is required to work extra hard in improving directed diakonia services to the leadership or congregation, both in terms of informing incoming letters, service schedules with the help of the multimedia team, as well as efficient and effective reporting of financial data.AbstrakPenelitian ini ditulis bertujuan untuk mengemukakan permasalahan yang dihadapi oleh jemaat di GBI Imanuel Wamena, dari segi kinerja staf sekretaris gereja terhadap pelayanan diakonia yang kurang maksimal, serta memberikan pemahaman atau masukan yang semestinya dilakukan staf sekretaris dalam menunjang pelayanan diakonia. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, yang mengacu pada pokok bahasan masalah mengenai kinerja staf sekretaris di GBI Imanuel. Menariknya, kinerja staf sekretaris gereja dalam hal pelayanan diakonia lebih banyak terfokus pada pelayanan diakonia secara tepat kepada jemaat yang ada. Rupanya, hal ini dapat menjadi tolak ukur bagi jemaat bahwa kinerja staf sekretaris gereja dalam menunjang pelayanan diakonia jelas dan tidak dapat dibantah akan kinerjanya dalam organisasi gereja. Dalam perihal gerejawi, kerjasama atau lebih tepatnya komunikasi yang tidak pernah putus dengan pimpinan gereja dapat membuat pelayanan menjadi semakin efektif. Disimpulkan bahwa, kinerja sekretaris gereja di GBI Imanuel dibutuhkan untuk bekerja secara ekstra dalam meningkatkan pelayanan diakonia yang terarah, terhadap pimpinan atau jemaat, baik itu dari segi penginformasian surat masuk, jadwal pelayanan melalui bantuan tim multimedia, serta pelaporan data keuangan yang efisien dan efektif.
Instruksi Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengembangkan Karakter dan Nilai-Nilai Spiritual dalam Era Digital 5.0 Zebua, Sri Iman Putri; Giban, Yoel; Karlau, Sensius Amon
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 5, No 1 (2024): Christian Education and Christian Leadership (June 2024)
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v5i1.207

Abstract

In this technological era, many changes have occurred in everyday life, including Christian religious education. In situations like this, Christian religious education instruction plays a crucial role in building strong student characters and spiritual values relevant to the current situation. Christian religious education instruction in the current digital era pays attention to specific features of technology usage. Firstly, Christian religious education institutions have the ability to adapt to technological advancements and utilize them to effectively and efficiently deliver religious messages through the use of digital platforms and social media to build online communities and serve as references for sharing religious teachings. Christian religious education emphasizes the formation of strong character. Students are encouraged to be honest, responsible, and faithful in using technology in this challenging digital era. Christian religious education can develop spiritual values relevant to technological advancements, such as responsible usage, honesty in sharing information, and privacy protection. This includes the ability to use technology in a healthy manner, such as avoiding excessive dependency and controlling usage time. It is crucial for students to understand how to apply these principles in online interactions and use technology for their own and others' well-being. The researcher will discuss "Christian Religious Education Instruction in Developing Character and Spiritual Values in the Digital Era 5.0" using descriptive qualitative research methods. The researcher will use literature research to reinforce the writer's archives.AbstrakPada periode teknologi ini, banyak perubahan telah terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan agama Kristen. Dalam situasi seperti ini, instruksi pendidikan agama Kristen memainkan peran penting dalam membangun karakter siswa yang kuat dan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan situasi saat ini. Instruksi pendidikan agama Kristen dalam era digital saat ini memperhatikan fitur tertentu dari penggunaan teknologi. Pertama, lembaga pendidikan agama Kristen memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan agama secara efektif dan efisien melalui penggunaan platform digital dan media sosial untuk membangun komunitas online dan menjadi rujukan dari berbagi pengajaran agama. Pendidikan agama Kristen menekankan pembentukan karakter yang kokoh. Siswa didorong untuk menjadi jujur, bertanggung jawab, dan setia dalam menggunakan teknologi di era digital yang penuh tantangan ini. Pendidikan agama Kristen dapat mengembangkan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kemajuan teknologi, seperti penggunaan yang bertanggung jawab, kejujuran dalam berbagi informasi, dan perlindungan privasi. Ini mencakup kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan cara yang sehat, misalnya menghindari ketergantungan yang berlebihan dan mengontrol waktu. Sangat penting bagi siswa untuk memahami cara menerapkan prinsip-prinsip ini dalam berinteraksi secara online dan menggunakan teknologi untuk kebaikan diri mereka sendiri dan orang lain. Peneliti akan membahas "Instruksi Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengembangkan Karakter dan Nilai-Nilai Spiritual dalam Era Digital 5.0" dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti akan menggunakan penelitian kepustakaan untuk memperkuat arsip penulis.
Integration of Social Media in Christian Religious Education: Its Impact on Student–Lecturer Interaction Ronsumbre, Tirza; Rasinus, Rasinus; Rukua', Ivo Sastri; Karlau, Sensius Amon; Payage, Neri
Mandalika: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol 3 No 2 (2025): Mandalika Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jipb.v3i2.312

Abstract

This study examines the integration of social media in Christian Education and its impact on the interaction between students and lecturers. With the development of digital technology, the use of social media in education has become increasingly relevant to enhance student engagement and facilitate communication in learning. The study adopts a quantitative approach using a survey method, collecting data through questionnaires distributed to students and lecturers involved in Christian Education that incorporates social media. The findings show that the integration of social media positively influences the interaction between students and lecturers, offering benefits in enhancing collaboration, accessibility to materials, and student participation. However, the study also identifies challenges related to content accuracy and professionalism in using social media. This research is expected to contribute to the development of more effective and relevant Christian Education teaching methods in the digital era.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Menyikapi Post-Truth Pada Era Disrupsi Teknologi Informasi Karlau, Sensius Amon; Rukua, Ivo Sastri
Didache: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v4i1.650

Abstract

This study aims to discuss technological disruptions that need to be addressed by Christian education teachers with adequate competence. Apparently, the rapid development of technology has created a dilemma for some Christian education teachers in Indonesia because they do not yet have adequate digital competence. Therefore, the qualitative method and the literature approach along with the thought analysis step are used to explore theoretical aspects and empirical facts. This is the effort made in several literatures such as books and journals. The results show that Christian religious education teachers should continue to improve their competence, including digital, spiritual and multiliteracy competencies that are responsive to the influence of Post-Truth in the era of technological disruption. Furthermore, Christian education teachers are responsible for utilizing the development of information technology, optimistic in increasing digital competence, in order to concretize the principles of multiliteracy education in a critical-reflective and effective manner on a variety of information for students in relation to the existence and social relations of a pluralistic society.
Tahapan Misi Pemuridan: Sebuah Usulan Kepada Guru PAK Berdasarkan Eksegesis Injil Matius 4:18-22 Karlau, Sensius Amon
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the mission of discipleship based on the interpretation of the Gospel of Matthew chapter 4:18-22. Apparently, a number of learning activities by PAK teachers emphasize increasing cognitive aspects without balancing it with the mission of discipleship. This problem then demands that PAK praxis should not be limited to formal-theoretical motives. Ironically, the emphasis on rigid and boring theoretical aspects also distorts the fundamental intent of the discipleship mandate as Jesus did in the initial story of the calling of His disciples. An in-depth study of this topic starts from the hermeneutic method, accompanied by a bibliographic approach that leads to the study of the theological, social, context and lexical analysis of the text of the Gospel of Matthew 4:18-22. So it was found that Jesus' mission of discipleship was constructed universally, urgently and continuously. Therefore, the intensity of the mission of discipleship should be articulated through various stages initiated through the act of seeking, calling and committing to becoming an exemplary figure. This is the stage of the discipleship mission that can be implemented by every PAK teacher until the realization of a student's personal relationship with Jesus as Teacher, Lord and personal Savior in the guarantee of God the Father's inclusion.
Kompetensi, Pola Kepemimpinan Efektif dan Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD YPPGI Pirime Wanimbo, Kanius; Karlau, Sensius Amon; Bugi, Kiki Reskianto
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i2.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai kompetensi, pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Minimnya kompetensi dan pola kepemimpinan serta peran kepala sekolah yang mumpuni menyebabkan mutu pendidikan yang diharapkan masih jauh dari harapan. Kondisi ini terjadi karena ketersediaan sumber daya manusia dan akses infrastruktur pendukung belum maksimal. Inilah lokus yang diteliti secara deskriptif kualitatif disertai tahap observasi dan wawancara. Ditemukan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin sebaiknya memiliki jiwa kepemimpinan yang efektif, memahami karakteristik kepemimpinan, manajemen, visi, misi yang didukung oleh pemahaman peran interaktif yang proporsional. Maka disimpulkan bahwa kompetensi kepemimpinan yang bertaut dengan pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif perlu diimplementasikan melalui sikap dan perilaku kerja secara kolaboratif dan berkelanjutan untuk mencapai mutu pendidikan yang mencakup mutu input, proses dan output di SD YPPGI Pirime.
Eksegesis Matius 11:28-30: Respons Guru PAK Menginovasi Karakter Dalam Menyongsong Era Society 5.0 Ismail, Jeffrit Kalprianus; Karlau, Sensius Amon; Rukua, Ivo Sastri
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i1.39

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan mengenai upaya guru PAK menginovasi karakter peserta didik. Rupanya kehidupan sebagian peserta didik semakin tergerus hingga menjauh dari nilai karakter yang positif. Kondisi ini berdampak pada perilaku negatif dalam kehidupan bermasyarakat yang sedang menyongsong era society 5.0. Metode kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan digunakan untuk mendalami topik tersebut. Lebih jauh, tahap eksegetik dilakukan pada teks Matius 11:28-30 guna memunculkan kandungan makna yang tersirat. Ditemukan bahwa Yesus adalah sosok guru yang mampu menginovasi karakter setiap pengikut-Nya secara kontinyu dan permisif. Dalam pada itu, muncul dorongan bagi guru PAK untuk mengedepankan tindakan penanaman nilai karakter yang positif bagi setiap peserta didik, guna menyongsong era society 5.0, melalui sikap dan perilaku yang dapat dipercaya, diandalkan, memiliki kepedulian sosial serta bertanggung jawab demi terwujudnya peserta didik selaku bagian dari komunitas masyarakat luas yang berkarakter positif berdasarkan ajaran Kristus.