Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tahapan Misi Pemuridan: Sebuah Usulan Kepada Guru PAK Berdasarkan Eksegesis Injil Matius 4:18-22 Karlau, Sensius Amon
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the mission of discipleship based on the interpretation of the Gospel of Matthew chapter 4:18-22. Apparently, a number of learning activities by PAK teachers emphasize increasing cognitive aspects without balancing it with the mission of discipleship. This problem then demands that PAK praxis should not be limited to formal-theoretical motives. Ironically, the emphasis on rigid and boring theoretical aspects also distorts the fundamental intent of the discipleship mandate as Jesus did in the initial story of the calling of His disciples. An in-depth study of this topic starts from the hermeneutic method, accompanied by a bibliographic approach that leads to the study of the theological, social, context and lexical analysis of the text of the Gospel of Matthew 4:18-22. So it was found that Jesus' mission of discipleship was constructed universally, urgently and continuously. Therefore, the intensity of the mission of discipleship should be articulated through various stages initiated through the act of seeking, calling and committing to becoming an exemplary figure. This is the stage of the discipleship mission that can be implemented by every PAK teacher until the realization of a student's personal relationship with Jesus as Teacher, Lord and personal Savior in the guarantee of God the Father's inclusion.
Kompetensi, Pola Kepemimpinan Efektif dan Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD YPPGI Pirime Wanimbo, Kanius; Karlau, Sensius Amon; Bugi, Kiki Reskianto
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i2.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai kompetensi, pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Minimnya kompetensi dan pola kepemimpinan serta peran kepala sekolah yang mumpuni menyebabkan mutu pendidikan yang diharapkan masih jauh dari harapan. Kondisi ini terjadi karena ketersediaan sumber daya manusia dan akses infrastruktur pendukung belum maksimal. Inilah lokus yang diteliti secara deskriptif kualitatif disertai tahap observasi dan wawancara. Ditemukan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin sebaiknya memiliki jiwa kepemimpinan yang efektif, memahami karakteristik kepemimpinan, manajemen, visi, misi yang didukung oleh pemahaman peran interaktif yang proporsional. Maka disimpulkan bahwa kompetensi kepemimpinan yang bertaut dengan pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif perlu diimplementasikan melalui sikap dan perilaku kerja secara kolaboratif dan berkelanjutan untuk mencapai mutu pendidikan yang mencakup mutu input, proses dan output di SD YPPGI Pirime.
Eksegesis Matius 11:28-30: Respons Guru PAK Menginovasi Karakter Dalam Menyongsong Era Society 5.0 Ismail, Jeffrit Kalprianus; Karlau, Sensius Amon; Rukua, Ivo Sastri
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i1.39

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan mengenai upaya guru PAK menginovasi karakter peserta didik. Rupanya kehidupan sebagian peserta didik semakin tergerus hingga menjauh dari nilai karakter yang positif. Kondisi ini berdampak pada perilaku negatif dalam kehidupan bermasyarakat yang sedang menyongsong era society 5.0. Metode kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan digunakan untuk mendalami topik tersebut. Lebih jauh, tahap eksegetik dilakukan pada teks Matius 11:28-30 guna memunculkan kandungan makna yang tersirat. Ditemukan bahwa Yesus adalah sosok guru yang mampu menginovasi karakter setiap pengikut-Nya secara kontinyu dan permisif. Dalam pada itu, muncul dorongan bagi guru PAK untuk mengedepankan tindakan penanaman nilai karakter yang positif bagi setiap peserta didik, guna menyongsong era society 5.0, melalui sikap dan perilaku yang dapat dipercaya, diandalkan, memiliki kepedulian sosial serta bertanggung jawab demi terwujudnya peserta didik selaku bagian dari komunitas masyarakat luas yang berkarakter positif berdasarkan ajaran Kristus.
Perbuatlah Dengan Segenap Hatimu” Menurut Kolose 3:23 dan Implikasi Spiritualitas Kerja Tendik di STT Arastamar Wamena Mardi; Karlau, Sensius Amon; Rante Tasak, Edie
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i2.106

Abstract

Studi ini menelaah makna dari klausa perbuatlah dengan segenap hatimu menurut Kolose 3:23. Penelitian ini berangkat dari alasan pentingnya spiritualitas kerja unsur tendik di STT Arastamar Wamena. Dengan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi mendalam pada perilaku kerja para tenaga pendidik dan kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pada teks Kolose 3:23 memunculkan kesan penting mengenai membentuk spiritualitas kerja setiap tindakan kerja tendik, dari sekadar kewajiban profesional menjadi bentuk ibadah yang terkait panggilan pelayanan secara prbadi maupun komunitas. Selain itu, analisis pada Kolose 3:23 menegaskan tentang motivasi dan spiritualitas kerja yang positif ikut memberi dampak pada mutu layanan pendidikan serta hubungan kerja dalam lingkup internal maupun eksternal. Oleh karena itu, temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan spiritualitas kerja setiap tendik karena memiliki karakter dan gairah kerja yang kontributif dan lebih bertanggung jawab bagi pengembagan lembaga demi mencapai kepuasan pengguna.