Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Risk Management Operational dan Pengaruhnya terhadap Mutu Pelayanan Di PT.UOB Property Jakarta Chaerudin, Iman; Kirman, Kirman
Journal of Economics and Business UBS Vol. 9 No. 1 (2020): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v9i1.25

Abstract

Pendahuluan : Penerapan manajemen risiko operasional pada objek properti sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan agar penyewa lebih nyaman sehingga mereka terus menyewa tempat tersebut. Tujuan : Tujuannya untuk mengetahui risiko operasional bangunan pada divisi Tenant Relations, Engineering, housekeeping dan security serta ingin mengetahui hubungan keempat divisi tersebut dengan kualitas pelayanan. Metode : Penelitian ini dilakukan di PT UOB PROPERTY dengan gedung UOB Plaza di Jakarta dengan populasi 35 tenant dan mengambil sampel 25 responden dengan menggunakan studi langsung dalam studi lapangan dan literatur, sedangkan untuk mengetahui hubungan keempat divisi dengan Spss 24 dengan menggunakan teknik sample random sampling dengan 25 responden. Hasil : Dari klasifikasi level dan dampak pada resiko operasional divisi engineering pihak management memberikan kebijakan seperti update Standart operational procedure (SOP) dalam melakukan pekerjaan operasional dan preventive serta korektiv, diadakan training rutin baik teknis ataupun non teknis secara berkala, upgrade peralatan atau tools dengan menggunakan teknologi yang up to date sehingga memudahkan operasional, pembelian seragam baru secara berkala. Kesimpulan : Terdapat resiko operasional level dan dampak low, medium dan high pada penerapan risk management operasional pada div.TR, Eng, HK dan security terhadap mutu pelayanan. Kebijakan utama yang dihasilkan untuk semua divisi antara lain update Standard operation of procedure (SOP), meeting koordinasi antar divisi, diadakan training sesuai kebutuhan tiap divisi. Resiko operasional yang sangat berdampak besar pada divisi Engineering berdasarkan analisis risk management operational.
Airport Passenger Experience Model For Terminal Low-Cost Carrier (Study Case at Terminal 1 Soekarno–Hatta International Airport) Yolanda Sagala, Mora; Primiana Sagir, Ina; Chaerudin, Iman
Journal of Economics and Business UBS Vol. 10 No. 1 (2021): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v10i1.60

Abstract

Introduction : The high traffic of flight movements and the number of airport passengers around the world are placed in very high demands on the airport industry business. For example the airport operator PT. Angkasa Pura II (Persero) or AP II is trusted to manage 19 airports and airport-related services to concentrate their service business on customers (Customer Centric Organization). Objective : This study aims to obtain the Airport Passenger Experience Model in Terminal 1 of Soekarno-Hatta International Airport as a Low-Cost Carrier Terminal. Development of a passenger activity service model to address the gap between the level of importance and service perceived by business and leisure passenger types at all travel touch points in service processing activities and non-processing activities. Method : This study uses 50 service attributes and 100 samples of respondents. The questionnaires were distributed twice. The first questionnaire uses the Quality Function Deployment (QFD) method to determine the performance of each service attribute through identification of passenger needs and desires (Needs). The second questionnaire uses the Analytic Hierarchy Process (AHP) to obtain a ranking or priority order based on the level of importance of airport passengers (Importance). Results : The results of the formulation of the House of Quality (HoQ) from a combination of QFD and AHP analysis methods get 5 priority programs (Panca Programs) from 17 Needs & Importance technical responses, including Customer Centric, Strategic Approach to Customer Service, Innovative, Sense of Place and Positive Ambiance. These have been adapted to the types of business passengers and leisure passengers at Terminal 1 Soekarno-Hatta Airport as a template for the Airport Passenger Experience Model for Low-Cost Carrier Terminals. If the manager of Terminal 1-BSH can carry out the five priority technical responses, then it can meet the needs of airport passengers by contributing 53.73% and if the sixth to tenth priority technical response is also carried out, it will increase the airport passenger experience by contributing as much as 84.80% as optimization of airport service performance at Terminal 1 Soekarno-Hatta Airport. Conclusion : Based on the identification of the needs and expectations of Terminal 1 - BSH passengers through the Quality Function Deployment (QFD) method, there are 20 service attributes that have a negative gap value or exceed the average satisfaction threshold. Out of the 50 indicators of passenger activity service processing, it shows that airport passengers are still dissatisfied with the services provided or there is a decrease in the quality-of-service performance. The proportion of passengers’ dissatisfaction in the departure service area is higher than in the arrival area.
Analisa Faktor Kualitas Layanan dan Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan di PT. J&T Express Jatinegara Timur Jakarta Chaerudin, Iman; Koharudin, Abdu
Journal of Economics and Business UBS Vol. 10 No. 2 (2021): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v10i2.65

Abstract

Pendahuluan: Pada masa pandemic covid 19, terdapat peningkatan layanan pengiriman barang karena masyarakat beralih ke belanja On-line. Belanja On-line memerlukan jasa pengiriman barang untuk mengantar barang hingga ke tangan konsumen. Persaingan antar perusahaan jasa menuntut perusahaan jasa pengiriman J&T Express untuk mempertahankan konsumennya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran faktor kualitas layanan & harga jasa pengiriman dalam mempertahankan konsumen nya. Berdasarkan karakteristik masalah yang dihadapi, Metode: metode penelitian yang digunakan adalah metode verifikatif dengan pendekatan kuantitatif dengan obyek penelitian konsumen PT.J&T Express. Data primer atas 300 responden diperoleh melaui kuesioner dan data sekunder dari Biro Pusat Statistik & Bursa Efek Jakarta. Sampel diambil berdasararkan purposive random sampling atas konsumen yang dating selama sebulan. Hasil: Hasil penelitian menggambarkan bahwa kualitas layanan dan harga jasa pengiriman berpengaruh secara siginifikan terhadap loyalitas konsumen. Sehingga perlu diperhatikan kualitas layanan dan harga dalam persaingan mempertahankan konsumen. Kesimpulan: Variabel kualitas layanan mempengaruhi loyalitas pelanggan J&T Express. Hal ini ditunjukan melalui nilai t-hitung variabel kualitas pelayanan yaitu sebesar 2,727 dibandingkan dengan t-tabel (1.669). Sehingga untuk meningkatkan jumlah pengiriman barang di J&T Jakarta perlu dilakukan peningkatan kualitas layanan. Variabel harga mempengaruhi loyalitas pelanggan J&T Express. Hal ini ditunjukan melalui nilai t-hitung variabel Harga yaitu sebesar 2,174 dibandingkan dengan t-tabel (1.669). Sehingga untuk meningkatkan jumlah pengiriman barang di J&T Jakarta perlu dilakukan perbaikan harga layanan sesuai ekspektasi konsumen. Variabel kualitas pelayanan dan harga secara simultan mempengaruhi loyalitas pelanggan J&T Express.  Dengan sig.t 0,00 < 0,05 dan F hitung 10.36 > F table 3,14. Sehingga untuk memenagkan persaingan pada jasa pengiriman barang J&T khususnya di Jakartas perlu dilakkan peningkatan loyalitas pelanggan melalui perbaikan kualitas layanan & harga layanan sesuai dengan harapan konsumen.
Efektifitas Pola Promosi On-Line Dalam Upaya Mempertahankan Penjualan Produk Clinique Pada Masa Pandemic Covid-19 Chaerudin, Iman; Atikah, Atikah
Journal of Economics and Business UBS Vol. 11 No. 2 (2022): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v11i2.87

Abstract

COVID-19 has swept the world in a matter of months, endangering lives, damaging businesses and triggering a global economic downturn. Restrictions on physical distancing and staying at home have forced all segments of consumers to shop differently especially consumer goods including home entertainment. Currently, cosmetics have become a basic need for some women & even adult men to clean & beautify themselves, so this online shopping reseach includes shopping for beauty products for adult women & men who in their daily life cannot be separated from cosmetics. In the Industrial Era 4.0 where the Internet is the main tool to regulate production and non-production activities, encouraging changes in people's behavior. One of them is the pattern of promotion & online shopping. The condition of hypercompetition & changes in on-line shopping behavior is the purpose of this study to determine the effectiveness of on-line promotions specifically for Clinique brand cosmetic products. Using quantitative analysis techniques, it turns out that 9 out of 10 respondents do online shopping to meet their daily needs by using the internet network to stay at home. Digital promotion, personal care and publicity using mobile, computer/laptop communication tools and personal selling were able to maintain sales of 60% of the sales target.
Analisis Efektifitas Strategi Pelayanan Prima UMKM Warteg Bahari di Pondok Pinang, Jakarta Selatan Chaerudin, Iman; Sintiya, Vera
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 6 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i6.1602

Abstract

Sehubungan dengan kondisi yang tidak stabil, tidak pasti, kompleks, dan ambigu (VUCA) yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, sosial, dan teknologi, terjadi perubahan pola sosial dan ekonomi penduduk. Pada tahun 2023, kota Jakarta, dengan jumlah penduduk 11,3 juta orang, memiliki 5.159 "warteg" (Warung Tegal) untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman 43% dari golongan menengah ke bawah. "Warteg" memainkan peran penting dalam komunitas perkotaan dengan menyediakan peluang kerja, melibatkan setidaknya 134.000 pekerja informal, dan menyajikan makanan siap saji Indonesia dengan cita rasa Indonesia dengan harga terjangkau. "Warteg" Bahari adalah tempat makan favorit di Jakarta, dengan jumlah terbanyak di antara warteg lainnya, terutama di Jakarta Selatan. Oleh karena itu, timbul pertanyaan untuk diteliti: Apakah "warteg" dengan harga dan jenis makanan yang serupa akan bersaing satu sama lain? Apakah perlu menerapkan strategi pelayanan prima untuk warung makan kecil? Ini adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semantik dan validasi data melalui uji triangulasi. Penelitian ini melibatkan tiga belas informan yang terdiri dari lima pedagang 'warung Tegal' dan lima pelanggan yang sering makan di 'warung Tegal' setidaknya 3 kali seminggu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa belum terdapat “blue print” pelyanan prima dan terdapat 7 faktor, faktor-faktor stimulus pelayanan prima terhadap keputusan pembelian makanan siap saji, yaitu harga ekonomis, variasi makanan, lokasi yang mudah diakses, cita rasa Indonesia, metode penyajian, kualitas pelayanan yang ramah dan bersih, dan jam buka 24 jam.