Wulandari, Prisca Kiki
Faculty Of Social And Political Sciences, Universitas Brawijaya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Kolaborasi Tetrahelix dalam Mitigasi Bencana di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Syaharani Wibowo; Bela Balina; Daffa Luthfadi Putra; Shinta Ayu Vernanda; Regitha Ameydia Putri; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.872

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Kecamatan Bumiaji di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana bencana alam karena kondisi geografisnya yang berada di lereng pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kolaborasi antar-aktor dalam model tetrahelix pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media dalam upaya mitigasi bencana bencana alam di Kecamatan Bumiaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive, serta analisis dokumen baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur tetrahelix telah menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan mitigasi bencana, namun pelaksanaannya masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara optimal. Pemerintah masih menjadi aktor dominan, sementara peran komunitas dan media belum sepenuhnya dimaksimalkan. Akademisi dan sektor swasta mulai berkontribusi melalui penelitian dan program tanggung jawab sosial (CSR), namun kolaborasi lintas sektor belum berjalan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pelibatan aktif seluruh aktor dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal Di Kampung Topeng Malangan Alvy Syakilah Salsabilah; Marshanda Nya Putri Imanda; Celia Revalina; Dita Putri Dwi Natarina; Haerun Nisak; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.937

Abstract

Kota Malang dikenal dengan beragam destinasi wisata, baik wisata alam maupun budaya. Salah satu wisata budaya yang menarik adalah Kampung Topeng Malangan, yang terletak di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Kampung ini memiliki sejarah unik melalui program Desaku Menanti, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2016. Seiring waktu, Kampung Topeng Malangan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi wisata budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Kampung Topeng Malangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori pemberdayaan oleh Robert Chambers, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah memainkan tiga peran utama: fasilitator, regulator, dan motivator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk kemandirian ekonomi dan sosial warga. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan, pola pikir warga, dan ketidakmerataan hasil program, Kampung Topeng Malangan tetap menunjukkan potensi sebagai model pemberdayaan berbasis budaya yang berkelanjutan. Diperlukan strategi jangka panjang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi lintas sektor agar program dapat terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Kolaborasi Antar Aktor dalam Penyediaan Layanan Publik di Kota Malang: Studi pada Layanan Job Fair Active Learning Aerio Galih Devano; Maya Mulya Lusiana; Zafira Aulia; Ferdian Adyatma; Violia Vinna Wandini; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1010

Abstract

Kota Malang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Jawa Timur menghadapi tantangan serius dalam menyediakan akses ketenagakerjaan yang merata dan efisien. Melonjaknya angka pengangguran mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi inovatif dalam pelayanan publik, salah satunya melalui platform digital Job Fair Active. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jejaring kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi terbentuk serta berfungsi dalam penyelenggaraan layanan ketenagakerjaan berbasis digital tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan, laporan program, dan data ketenagakerjaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengungkap dinamika kolaborasi lintas sektor dalam tata kelola layanan publik yang adaptif dan partisipatif, serta memberikan pemahaman mengenai implementasi teori policy network dalam konteks pelayanan ketenagakerjaan di tingkat daerah.
Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Wisata Tanaka Waterfall Dengan Perspektif Teori Collaborative Governance Sivera Priyadita; Siti Ulul Az’Mia; Naela Cyril Zerlinda; Adinda Resinta Dwi Fitria; Wahyu Rama Saldiansyah; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1017

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi model Collaborative Governance dalam pengelolaan Wisata Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Fokus utama penelitian adalah menganalisis inovasi yang dilakukan oleh komunitas perempuan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperkuat tata kelola wisata berbasis kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan lima informan kunci dari berbagai latar belakang dalam ekosistem wisata Tanaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kolaboratif yang terbentuk berawal dari kondisi saling membutuhkan antara pemerintah desa dan masyarakat lokal, ditunjang dengan tingginya tingkat kepercayaan sosial yang menjadi modal utama kolaborasi. Struktur kelembagaan berkembang dari praktik informal menuju tata kelola yang lebih terorganisir dengan terbentuknya "pengurus 12" sebagai forum koordinasi dan pengakuan formal terhadap KWT melalui Surat Keputusan desa. Kepemimpinan fasilitatif yang muncul berperan menjembatani berbagai kepentingan dan membangun dialog dua arah yang deliberatif. Dampak dari kolaborasi ini bersifat multidimensional, mencakup peningkatan pendapatan wisata yang signifikan dari Rp 90 juta (2020) menjadi Rp1,4 miliar (2023), diversifikasi lapangan kerja, dan pemberdayaan perempuan dalam ranah ekonomi lokal. Model pengelolaan Tanaka Waterfall ini menawarkan praktik baik (best practice) dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis pada kekuatan masyarakat lokal.
Analisis Komunikasi Stakeholders dalam Pengembangan Wisata Kayutangan Heritage Guna Peningkatan Perekonomian Lokal Faricha Amalia Maulida; Desvi Ana Azahra; Eren Lukitaning Velanti; Ahmad Aprilan Rizkiawan; Ananda Eka Delphie Pradana; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1036

Abstract

Malang merupakan kota terluas kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan menjadi salah satu kota yang memiliki wisata sejarah yang sangat menarik. Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Malang, pada tahun 2024 sendiri tercatat bahwa terdapat enam tempat wisata edukasi yang bertema sejarah, salah satu wisata edukasi sejarah tersebut adalah wisata Kampung Heritage Kayutangan. Kampung Heritage Kayutangan ini sendiri memiliki daya tarik sebagai tempat bagi para pecinta sejarah maupun fotografi karena memiliki banyak sekali bangunan-bangunan masa kolonial. Wisata ini mulai perlahan dibuka pada tahun 2011 dan seiring berjalannya waktu jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat ini mengalami peningkatan, akan tetapi wisatawan tersebut mayoritas berasal dari masyarakat lokal meski strategi promosi sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang bersama dengan stakeholder terkait. Maka dari itulah muncul sebuah ide penelitian untuk pada akhirnya melakukan sebuah analisis tentang strategi komunikasi yang digunakan, terutama dalam Pengembangan Heritage Tourism di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari networking governance terhadap perekonomian lokal, bagaimana komunikasi dan jejaring yang dibangun mempengaruhi peningkatan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknis pengambilan data seperti wawancara, observasi, dan studi literatur. Metode wawancara akan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh hasil representatif, dengan menetapkan kriteria yakni: Pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan.
Collaborative Governance dalam Digitalisasi Pelayanan Publik “Si-Apel” pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang Muhammad Zacky Arifudin; Putri Jade Yusuf; Flaringga Laura Finta; Tutur Waskito; Rachel Ria Tambunan; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1041

Abstract

Layanan publik berbasis digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, salah satunya melalui sistem Si-Apel yang diterapkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang. Implementasi digitalisasi ini membutuhkan kerjasama yang kuat dari berbagai aktor yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam digitalisasi layanan publik Si-Apel di Kota Malang, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kebijakan pelayanan publik berbasis digital Si-Apel. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk dapat menggali secara lebih mendalam terkait implementasi Collaborative Governance dalam digitalisasi pelayanan publik melalui aplikasi Si-Apel oleh Disdukcapil Kota Malang. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk dapat memahami bagaimana dinamika kolaboratif antar aktor yang terlibat, serta juga bagaimana inovasi dari digitalisasi pelayanan publik tersebut yang nantinya dapat memperkuat kualitas pelayanan publik melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terkait implementasi dari penerapan Collaborative Governance yang dilakukan oleh aktor yang terlibat di dalamnya, yaitu Disdukcapil Kota Malang, masyarakat Kota Malang, dan stakeholder atau swasta dalam proses digitalisasi pelayanan publik melalui website Si-Apel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengimplementasian Collaborative Governance dalam digitalisasi pelayanan publik Si-Apel telah berjalan dengan baik dan melibatkan seluruh aktor yang terkait sehingga website Si-Apel dapat sesuai dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang yang lebih efektif dan efisien.