Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGRIKA

OPTIMALITASI MEDIA TANAM UNTUK KEBERHASILAN AKLIMATISASI PLANLET TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) Wardani, Dwika Karima
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5543

Abstract

ABSTRAKFase aklimatisasi pada planlet merupakan tahap kritis dalam transisi dari lingkungan in vitro ke ex vivo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi variasi media tanam guna meningkatkan keberhasilan aklimatisasi planlet tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Rancangan eksperimen menggunakan lima perlakuan media tanam dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M0: Tanah Topsoil + Cocopeat + Arang Sekam (1:1:1) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, mencapai 9.13 cm pada minggu ke-3 dan 21,13 cm pada minggu ke-8, serta menghasilkan panjang akar terpanjang. Di sisi lain, perlakuan M3: Tanah Top Soil + Cocopeat + Pasir Malang (1:1:1)  memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, dari 12.83 helai pada minggu ke-3 hingga 18.33 helai pada minggu ke-8. Perlakuan  media tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang dan panjang akar tanaman nilam. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan tanaman nilam secara berurut dari yang tertinggi hingga terendah adalah M0, M1, M3 dan M2. ABSTRACTAcclimatization phase of plantlets is a critical stage in the transition from the in vitro to the ex vivo environment. The aim of this research is to explore variations in planting media to increase the success of acclimatization of patchouli plantlets (Pogostemon cablin Benth). The method used was a non-factorial completely randomized design (CRD). The experimental design used five planting media treatments with three replications. The parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter and root length. The results show that the M0 treatment: Topsoil + Cocopeat + Charcoal Husk (1:1:1) had a significant effect on plant height, reaching 9.13 cm in the 3rd week and 21.13 cm in the 8th week, as well as producing long roots. longest. On the other hand, treatment M3: Top Soil + Cocopeat + Malang Sand (1:1:1) had a real effect on the number of leaves, from 12.83 in the 3rd week to 18.33 in the 8th week. The planting media treatment did not have a significant effect on the stem diameter and root length of patchouli plants. The best treatments for patchouli plant growth in order from highest to lowest were M0, M1, M3 and M2. 
IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER PADA TANAMAN ROSEMARI (Rosmarinus officinalis) DI DESA DOLAT RAYAT, KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE GC-MS Damanik, Lidya Santi; Wardani, Dwika Karima
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6311

Abstract

ABSTRAKTanaman rosemary (Rosmarinus officinalis) digunakan oleh masyarakat lokal Desa Rolat Rayat Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk pengobatan tradisional, seperti mengatasi gangguan pencernaan, nyeri otot, dan infeksi kulit. Di alam rosemary memiliki kemampuan yang menonjol dalam bertahan dari serangan hama. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun dan akar tanaman rosemary yang diperoleh dari Desa Dolat Rayat, Sumatera Utara. Analisa senyawa metabolit sekunder dilaksanakan secara kualitatif dan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Ekstrakrosemary diperoleh melalui maserasi, di mana sampel daun dan akar masing-masing direndam dalam pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun rosemary mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid, sementara akarnya mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, dan alkaloid. Analisa GC-MS mengidentifikasi senyawa terpenoid utama seperti 9-tetradecen-1-ol dan dodecanal pada kedua bagian tanaman, serta senyawa tambahan 3-cyclohexene-1-acetaldehyde dan cyclohexene,1-methyl-4-(1-m) pada akar. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai potensi farmakologis rosemary yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk herbal, obat-obatan dan mendukung pertanian berkelanjutan. ABSTRACTThe rosemary plant (Rosmarinus officinalis) is used by the local community of Rolat Rayat Village, Karo Regency, North Sumatra for traditional medicine, such as treating digestive disorders, muscle pain and skin infections. In nature, rosemary has a prominent ability to defend against pest attacks. The research aims to identify and analyze secondary metabolite compounds found in the leaves and roots of rosemary plants obtained from Dolat Rayat Village, North Sumatra. Analysis of secondary metabolite compounds was carried out qualitatively and used Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Extract of rosemary was obtained through maceration, where each leaf and root sample was soaked in 96% ethanol solvent for 3 x 24 hours at room temperature. Research results showed that rosemary leaves contain flavonoids, tannins and alkaloids, while the roots contain flavonoids, terpenoids, tannins and alkaloids. GC-MS analysis identified the main terpenoid compounds such as 9-tetradecen-1-ol and dodecanal in both plant parts, as well as additional compounds 3-cyclohexene-1-acetaldehyde and cyclohexene,1-methyl-4-(1-m) in the roots. This research provided important insights into the pharmacological potential of rosemary which can be utilized for the development of herbal products, medicines and supporting sustainable agriculture. 
UJI METABOLIT SEKUNDER PADA DAUN DAN BUAH ARBEI HUTAN (Rubus rosifolius) DARI DESA DOLAT RAYAT MENGGUNAKAN METODE GC-MS Siregar, Aser Gunawan; Wardani, Dwika Karima; Rahman, Abdul
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6361

Abstract

ABSTRAKMasyarakat di Desa Dolat Rayat memanfaatkan arbei hutan (Rubus rosifolius) sebagai tanaman obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan arbei hutan sebagai obat lebih didasarkan pada pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam buah dan daun arbei hutan. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 20224 di Laboratorium Pengembangan Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI). Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif selain dilakukan pengujian kualitatif, juga dilakukan pengujian menggunakan metode GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan pada buah terdapat senyawa flavonoid, terpenoid, tanin, dan alkaloid, sedangkan pada daun terdapat senyawa flavonoid, steroid dan tanin yang bermanfaat untuk kesehatan manusia dan juga untuk pertahanan diri tumbuhan. Berdasarkan hasil uji menggunakan GC-MS pada ekstrak daun arbei hutan terdeteksi beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu 4-penten-2-ol, alkoholmethyl alcohol, ethanol, undecanoic acid, hydroxy-1, 1,9-octadecenoic acid (z)-me, methyl ester, n-hexadecanoic acid, oxacyclododecan-2-one. Senyawa yang terdeteksi pada ekstrak buah ekstrak arbei hutan yaitu methyl alcohol, pentadecanoic acid, n-hexadecanoic acid, 9-tetradecen-1-ol, (e), 1-tridecene.                                                     ABSTRACTPeople in Dolat Rayat Village use forest strawberries (Rubus rosifolius) as a traditional medicinal plant in their daily lives. The use of forest strawberries as medicine is based more on traditional knowledge passed down from generation to generation. This research was conducted to identify secondary metabolite compounds contained in forest strawberry fruit and leaves. The research was carried out in March-May 2024 at the Industrial Chemical Technology Polytechnic Development Laboratory (PTKI). To identify the active compound content, besides from qualitative testing, it was also carried out using the GC-MS method The results of the research showed that the fruit contains flavonoids, terpenoids, tannins and alkaloids, while the leaves contained flavonoids, steroids and tannins which are beneficial for human health and also for plant self-defense. Based on the test results using GC-MS on forest strawberry leaf extract, several secondary metabolite compounds were detected, namely 4-penten-2-ol, alcohol-methyl alcohol, ethanol, undecanoic acid, hydroxy-1, 1,9-octadecenoic acid (z)-me, methyl ester, n-hexadecanoic acid, oxacyclododecan-2-one. The compounds detected in forest strawberry fruit extract were methyl alcohol, pentadecanoic acid, n-hexadecanoic acid, 9-tetradecen-1-ol, (e), 1-tridecene.Â