Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kimia Padjadjaran

Pembuatan dan Uji Mutu Sabun Cair Ekstrak Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Serta Uji Antibakterinya terhadap Streptococcus pyogenes Febrianto, Ichwan Bagus; Junitasari, Assyifa; Rosahdi, Tina Dewi
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes biasanya dikenal sebagai infeksi streptokokus yang merupakan masalah kesehatan kulit yang serius. Selama ini pengobatan penyakit infeksi hanya menggunakan antibiotik yang menimbulkan efek samping. Alternatif pengobatan penyakit kulit ini adalah dengan menggunakan buah mahkota dewa yang mengandung berbagai jenis senyawa aktif seperti senyawa flavonoid, alkaloid, saponin sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Senyawa aktif ini dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam formulasi sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak buah mahkota dewa dengan metode skrining fitokimia, menguji mutu sabun cair esktrak buah mahkota dewa serta menguji aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak mahkota dewa. Penelitian ini menggunakan metode skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak buah mahkota dewa, kualitas mutu sabun cair berdasarkan SNI 4085:2017 yang meliputi uji pH, total bahan aktif, alkali bebas atau asam lemak bebas, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram dengan amoxicillin sebagai kontrol positif. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, ekstrak buah mahkota dewa mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin serta flavonoid. Uji kualitas mutu sabun cair menghasilkan sabun cair ekstrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi 30% yang sesuai dengan syarat mutu SNI 4085:2017. Aktivitas antibkateri sabun cair ekstrak buah mahkota dewa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 8,275 mm, sedangkan untuk sabun cair tanpa ekstrak buah mahkota dewa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 8 mm. Hasil ini menunjukkan zona hambat sabun cair ekstrak mahkota dewa berkategori sedang.
Uji Kualitas Mutu, Uji Organoleptik, dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Yoghurt Tempe Sorgum (Sorgum bicolor L. Moench) dengan Variasi Konsentrasi Starter Sari, Intan Purnama; Junitasari, Assyifa; Satiyarti, Rina Budi
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt merupakan salah satu minuman dengan kandungan probiotik yang dikenal dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Yoghurt tidak hanya dapat diperoleh dari susu segar, tetapi juga dapat berasal dari diversifikasi produk nabati seperti susu tempe yang dapat menjadi alternatif bagi vegetarian. Bahan baku pembuatan tempe dapat digantikan oleh sorgum yang memiliki kandungan zat gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai sehingga dapat meningkatkan kualitas tempe yang dihasilkan. Selain itu Pemberian variasi konsentrasi starter dapat mempengaruhi karakteristik yoghurt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mutu, tingkat kesukaan serta aktivitas antioksidan pada yoghurt tempe sorghum berdasarkan variasi konsentrasi starter. Tempe dibuat dengan diinokulasi dengan ragi dan diinkubasi selama 48 jam, kemudian tempe dibuat menjadi susu tempe dan dipasteurisasi. Susu tempe hasil pasteurisasi diinokulasi dengan starter Lactobacillus bulgaricus: Streptococcus thermophilus (1:1) dengan variasi 6%, 8% dan 10%.  Uji kualitas mutu meliputi uji kadar protein, uji kadar abu, uji cemaran logam Cu serta uji keasaman. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH serta uji tingkat kesukaan dilakukan dengan uji organoleptik meliputi bau, penampakan dan rasa. Hasil terbaik pada uji kualitas mutu ditunjukkan oleh perlakukan dengan penambahan starter 10% dengan nilai keasaman 0,8815%, kadar abu 0,770%, kadar protein 40,259 mg/mL dan cemaran logam Cu 1,05 mg/kg. Serta hasil terbaik pada uji organoleptik dengan tingkat kesukaan terbaik yaitu pada penambahan starter 10%, dengan nilai 4.37 pada parameter penampakan, 4,34 pada parameter rasa, dan 4,14 pada parameter bau. Sedangkan aktivitas antioksidan pada penambahan starter 6%,8%,10% berturut – turut sebesar 56,144%; 53,252%; 52,769%.