Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Rajungan di Kabupaten Bima Syukur, Syamsinar; Hardiani, Andi Susilawati; Said, Amal
Agrokompleks Vol 24 No 2 (2024): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i2.755

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan rajungan di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan studi kasus, yang telah dilaksanakan pada usaha pengolahan daging rajungan UD Lautan Mandiri, yang terletak di Desa Nggembe,Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Propinsi NTB selama 2 (dua) bulan yaitu Januari sampai Februar 2020. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatf dan data kualitatif. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yaitu Net B/C ratio, Provitability Ratio (PR), Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan daging rajungan CV Berkat Asia di UD Lautan Mandiri Desa Nggrmbe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dikatakan layak dari aspek finansial berdasarkan hasil Net B/C Ratio=3,65, Profitability Ratio (PR) =2,72, Adapun hasil Breank Event Point (BEP) yaitu BEP produk dan BEP harga Yaitu BEP produksi 21.281/kg dan BEP harga sebesar Rp. 110.42 Keywords: finansial, usaha, rajungan, proses, pengolahan
Analisis Aspek Lingkungan, Ekonomi, dan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Lereng Ambeso Kabupaten Tana Toraja Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Skema Hutan Kemasyarakatan Rohiman, La Ode; Syamsinar, Syamsinar; T. Baso, Andi Kasirang; Said, Amal; Yunus, Awaluddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32512

Abstract

Perhutanan Sosial merupakan salah satu bentuk penyelesaian permasalahan tenurial dengan memberikan akses legalitas pengelolaan kawasan hutan negara kepada masyarakat yang salah satunya melalui skema Hutan Kemasyarakatn (HKm). World Resources Indonesia (WRI) menetapkan indikator keberhasilan pelaksanaan Perhutanan Sosial mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Aspek Lingkungan, Ekonomi, dan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Lereng Ambeso Kabupaten Tana Toraja dalam pelaksanaan Perhutanan Sosial skema Hutan Kemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara terhadap seluruh 44 anggota KTH, dilengkapi dengan analisis data deskriptif dan teknik skoring berdasarkan indikator keberhasilan dari World Resources Indonesia (WRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan dan ekonomi KTH Lereng Ambeso berada dalam kategori "Sangat Baik" dengan nilai skor masing-masing 150,00 dan 167,57. Sementara itu, aspek kelembagaan berada dalam kategori "Cukup Baik" dengan skor 105,00. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun KTH Lereng Ambeso telah berhasil dalam aspek lingkungan dan ekonomi, masih diperlukan penguatan pada aspek kelembagaan, seperti peningkatan frekuensi pertemuan dan capaian rencana kerja, untuk memastikan keberlanjutan program Perhutanan Sosial secara optimal.
Faktor Internal dan Faktor Eksternal pada Pengembangan Usaha tani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Sammane, Agustina Tappi; Said, Amal; Sulfiana, Sulfiana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5022

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi Toraja dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal pada pengembangan usaha tani kopi arabika (Coffea arabica) di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang petani kopi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan (ketersediaan luas lahan kopi arabika sebesar 578 Ha, ketersediaan tenaga kerja yang berpengalaman, ketersediaan sarana ekonomi, sosial dan kesehatan, ketersediaan kelembagaan petani dan dukungan kebijakan pemerintah tentang peremajaan kopi arabika). Faktor kelemahan (kurangnya pemupukan pada tanaman kopi arabika, penggunaan teknologi yang masih sederhana dalam budidaya dan pengolahan kopi arabika, kurangnya sikap petani dalam pemangkasan kopi arabika dan umur tanaman kopi arabika sudah tua (>25) tahun). Faktor peluang (tingginya permintaan pasar kopi arabika Toraja baik domestik maupun global, potensi integrasi dengan sektor pariwisata Toraja, mendapatkan pelatihan budidaya dan pasca panen kopi arabika dari pemerintah, kemitraan kerjasama dengan eksportir, dan industri kopi dan akses teknologi yang semakin terbuka terhadap informasi dan teknologi). Faktor ancaman (ketidakpastian iklim global, seperti kenaikan suhu, curah hujan yang tidak teratur, atau perubahan musim yang tidak menentu, fluktuasi harga dapat memengaruhi pendapatan petani, alih fungsi lahan ke penggunaan lain serta persaingan dari produk kopi arabika  daerah lain).
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Sammane, Agustina Tappi; Said, Amal; Sulfiana, Sulfiana; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5141

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu varietas kopi yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki kualitas biji kopi yang unggul dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi ini dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukaan bahwa strategi pengembangan kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja yang dapat dilakukan adalah: 1. Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui optimalisasi lahan, teknologi budidaya dan pascapanen. 2. Peremajaan tanaman yang sudah tua. 3. Kemitraan pemasaran untuk memperluas jaringan pasar serta memperkuat daya saing.
Tingkat Adopsi Praktik Pertanian Organik Bersertifikat pada Petani Padi di Kecamatan Rilau Ale Amaliah, Sri; Said, Amal; Bakri, Suardi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5171

Abstract

Rilau Ale District in Bulukumba Regency has agroecological conditions that support the development of organic rice, and several farmer groups have begun implementing environmentally friendly cultivation practices. Rising demand for organic rice has encouraged farmers to shift toward production systems that meet certification standards. This study aims to assess the level of adoption of certified organic farming practices among farmers, which is essential for strengthening farmer institutions and improving their capacity to consistently apply certification requirements. The study was conducted from May to July 2025 in Bontobangun, Bajiminasa, Bontoharu, and Karama Villages using qualitative descriptive analysis and a Likert scale. The findings show that adoption of organic certified practices is progressing, although not yet consistent across all stages. Farmers’ awareness is strong, supported by their understanding of organic principles and restrictions on chemical inputs. Their interest has formed through group interactions and perceived environmental benefits. At the evaluation and trial stages, farmers remain at a moderate level, indicating a need for stronger technical and administrative support. The adoption stage has begun to appear but lacks stability due to limited capacity, facilities, and institutional backing. Overall, adoption is in a transitional phase that requires systematic reinforcement to achieve sustainable organic farming.
STRATEGI MULTI-SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) : STUDI KASUS PETANI DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN Mustamar, Ernawati Binti; Yunus, Awaluddin; Said, Amal; Ibrahim, Helda
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi geografis Kabupaten Bulukumba menunjukkan peluang besar bagi pengembangan usahatani semangka. Efisiensi pemasaran menjadi perhatian utama karena saluran pemasaran yang beragam mempengaruhi nilai jual dan keuntungan yang diterima petani. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi saluran pemasaran semangka dan menganalisis efisiensi pemasarannya di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September Tahun 2025, selama 3 bulan di Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan pendekatan deskriptif, metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi penelitian terdiri atas petani semangka, pedagang pengecer, pedagang besar, dan penyuluh pertanian, dengan jumlah responden utama sebanyak 60 petani yang dipilih melalui teknik purposive sampling, serta 5 informan pendukung. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta secara kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan R/C ratioHasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran semangka di Kabupaten Bulukumba terdiri atas tiga saluran utama, di mana Saluran I merupakan yang paling efisien dengan R/C ratio 21,67 dan farmer’s share 61,5%, sedangkan Saluran II memiliki R/C ratio 16,25 dan farmer’s share tertinggi 76,9%, serta Saluran III menjadi yang paling rendah efisiensinya dengan R/C ratio 7,50. Sebagian besar petani menggunakan kombinasi saluran pemasaran, yaitu 65% memilih kombinasi Saluran II & III, 20% kombinasi I & III, 11,67% kombinasi I & II, dan 3% memanfaatkan seluruh saluran untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko.