Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penyuluhan Teknik Pengolahan Air di Desa Babatan Saudagar Ogan Ilir Putri, Zeolita Prabu; Sari, Melati Ireng; Putri, Eka; Zanita, Erlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.187

Abstract

Desa Babatan Saudagar, berlokasi di Kecamatan Pemulutan. Warga di desa tersebut menjadikan Sungai Ogan sebagai sumber air sebagai aktivitas sehari-hari. Namun, seiring dengan meningkatnya pembangunan dan aktivitas industri di sekitar sungai, kualitas air mengalami penurunan akibat limbah dan pencemaran. Sebagian besar penduduk menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci, sementara untuk konsumsi, mereka mengandalkan air isi ulang. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan agar masyarakat dapat mengolah air sungai menjadi air bersih secara sederhana melalui kegiatan sosialisasi (penjelasan) tentang karakteristik air bersih dan praktek (pendampingan) menggunakan filter air sederhana. Dengan menggunakan filter tersebut, diharapkan masyarakat Desa Babatan Saudagar dapat menghasilkan air bersih secara mandiri, menghindari konsumsi air yang belum diolah dari sungai, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Crude Gliserol Berdasarkan Parameter Nilai Yield, Densitas dan Viskositas Sari, Melati Ireng; Kusniawati, Euis; Sari, Monica Anggun
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i3.760

Abstract

Minyak jelanta adalah minyak limbah yang dihasilkan dari berbagai jenis minyak goreng. Minyak jelanta harus mendapatkan penangan yang tepat agar minyak bekas tidak mencemari lingkungan. Konversi minyak jelanta menjadi gliserol merupakan salah satu upaya penangan limbah tersebut. Analisa hasil konversi minyak jelanta dilakukan dengan membandingkan 2 sampel berdasarkan waktu pemanasan dan volume KOH. Minyak jelanta diproses melalui reaksi transesterifikasi dengan Metanol dan KOH, pemanasan pada temperatur 60 ᴼC selama 60 menit dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan pada sampel 1 yield gliserol yang diperoleh sebesar 28,88%, densitas 0,9668 g/ml, viskositas 0,0409 Cp dan berwarna kuning pucat. Sedangkan pada sampel 2 diperoleh yield gliserol 37,03%, densitas 0,9648 g/ml, viskotas 0,0430 Cp dan sampel berwarna oranye.
Edukasi Teknik Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa Babatan Saudagar Ogan Ilir Putri, Zeolita Prabu; Putri, Eka; Sari, Melati Ireng; Zanita, Erlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1093

Abstract

Kegiatan ini berfokus pada program Pengabdian kepada Masyarakat oleh tim dosen Program Studi Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga di Desa Babatan Saudagar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengangkat program pendekatan penyuluhan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan tentang pentingnya pengolahan sampah rumah tangga. Materi disampaikan secara interaktif melalui slide, demonstrasi, dan praktik pengolahan sampah rumah tangga oleh peserta. Tim pengabdian juga menyerahkan satu set tempat sampah terpilah kepada Kepala Desa sebagai sarana edukasi lanjutan. Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan tokoh masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat terhadap pengolahan sampah dan menjadi salah satu solusi untuk membentuk kebiasaan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Alumunium Foil (ALUFO) Sebagai Koagulan Tawas Dalam Pengolahan Air Rawa Putri, Rara Eka Dyla; Sari, Debi Anggun; Sari, Melati Ireng; Zanita, Erlina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13021

Abstract

Ketersediaan air bersih di daerah rawa Indonesia bermasalah karena sumber air, seperti air gambut, memiliki pH rendah dan kandungan kimia tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalisasi penjernihan air rawa menggunakan koagulan tawas Al2(SO4)3 yang disintesis dari limbah aluminium foil kemasan makanan (AL). Tawas AL memiliki Rendemen 45% dan persentase konversi 80%. Tawas AL dan Tawas komersil (TK) diuji pada konsentrasi 5 g/L hingga 25 g/L. Secara organoleptik, baik TK maupun AL efektif menghilangkan bau dan membentuk endapan hijau, menandakan keberhasilan koagulasi. Pengolahan sangat efektif menurunkan Total Dissolved Solids (TDS) air baku dari 713,5 ppm menjadi 74 hingga 215 ppm, sehingga memenuhi baku mutu. Parameter oksigen terlarut menunjukkan sedikit penurunan seiring dengan peningkatan dosis tawas yaitu nilai DO dan %DO air baku sebesar 4,23 mg/L dan 46,9%, meskipun nilai DO terendah yaitu 4,09 mg/L masih tergolong rendah. Penurunan ini diyakini terkait dengan konsumsi oksigen selama reaksi kimia koagulasi atau proses oksidasi zat-zat yang diikat flok. Namun, penambahan tawas menyebabkan penurunan pH ekstrem dari pH 6 menjadi pH 4 di seluruh konsentrasi, sehingga tidak memenuhi baku mutu
Perbandingan Kinerja Koagulan Tawas Alumunium (Al) Dan Komersil Terhadap Kualitas Air Sumur : Studi Efek Variasi Konsentrasi Pada Nilai pH, Konduktivitas , TDS dan DO Sari, Debi Anggun; Putri, Rara Eka Dyla; Sari, Melati Ireng; Zanita, Erlina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13020

Abstract

Penelitian ini membandingkan kinerja koagulan tawas laboratorium (AL) dan tawas komersial (TK) terhadap kualitas air sumur (pH awal 6,4; TDS 156,4 ppm). Pengujian dilakukan dengan variasi konsentrasi tinggi (2,5–25 g/l) untuk mengukur parameter pH, konduktivitas, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Hasil menunjukkan kedua koagulan memiliki kinerja serupa dalam penjernihan dengan dosis optimal 10 g/l, namun gagal menghilangkan bau parit. Secara kimiawi, peningkatan konsentrasi tawas menyebabkan penurunan pH drastis hingga 4,0 akibat reaksi hidrolisis, sehingga tidak memenuhi baku mutu sanitasi. Penurunan TDS optimal terjadi pada dosis 5 g/l (mencapai 30 ppm), namun dosis di atas itu justru meningkatkan nilai TDS dan konduktivitas secara linear akibat akumulasi ion sisa elektrolit Al3+ dan SO42-. Secara keseluruhan, rentang dosis yang diuji dikategorikan sebagai overdose (restabilisasi), yang berdampak buruk pada keseimbangan kimia air. Direkomendasikan penggunaan dosis dalam orde mg/l untuk menjaga kualitas air sesuai standar kesehatan
Comparative Study of The Effect of Water Sample Preservation Variations and Spectrophotometer Types on Chemical Oxygen Demand (COD) Testing Results Sari, Melati Ireng; Prabu Putri, Zeolita; Anggun Sari, Debi; Indah Lestari, Dwi
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.393

Abstract

Water is a primary need for all living things, especially humans, to support survival and daily activities. However, not all water can be used directly by humans. Wastewater cannot be reused without treatment because it is produced from various industrial and domestic activities. Before treatment, water samples must be examined first in the laboratory to determine their quality. However, because the nature of wastewater is easily changed, special handling is needed to maintain its condition. The water samples used were industrial wastewater (AI) and domestic wastewater (AD) with variations of preservatives (P) and without preservatives (TP). Meanwhile, the spectrophotometers used were the DR 5000 and Pharo 300 types. The lowest COD levels were produced in wastewater samples without preservatives (TP), namely 234.4 mg O2/l AI and 8,441.5 mg O2/l AD. The lowest RPD percentage was 0.287% AD-P using a DR 5000 spectrophotometer.