Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Masyarakat di Desa Babatan Saudagar Ogan Ilir Tentang Pentingnya Kualitas Air untuk Kesehatan dan Lingkungan Sari, Debi Anggun; Rahadianto, Wahyu Triaji; Lestari, Dwi Indah; Maranggi, Isma Uly; Putri, Rara Eka Dyla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.186

Abstract

Kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya kualitas air bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan telah dilaksanakan di Desa Babatan Saudagar, Kabupaten Ogan Ilir, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari serta upaya pelestariannya. Materi yang disampaikan mencakup dampak buruk air tercemar terhadap kesehatan, pentingnya sanitasi lingkungan, dan teknik sederhana pengelolaan air bersih, termasuk penggunaan filter air. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam sesi diskusi, praktik lapangan, dan tanya jawab interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan dan diskusi terarah, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap karakteristik air bersih, bahaya air yang tercemar, serta praktik pemeliharaan kualitas air. Kegiatan ini melibatkan 20 orang peserta yang terdiri atas perangkat desa, kepala dusun, dan pengurus posyandu sebagai mitra pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat.
PENGARUH JENIS SUBSTRAT TERHADAP KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK CAIR (POC): ANALISIS pH DAN TINGGI ENDAPAN Putri, Zeolita Prabu; Lestari, Dwi Indah; Putri, Rara Eka Dyla; Sari, Debi Anggun
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21717

Abstract

Banyaknya bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik saat ini, diharapkan masyarakat dapat mengganti penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik tersebut. Pupuk organik cair mengandung makronutrien seperti fosfor, nitrogen, kalium dan mikronutrien lain yang dibutuhkan oleh tanaman, yang dapat meningkatkan nutrisi tanah. Teknik yang digunakan dalam pembuatan  pupuk organik cair adalah teknik fermentasi. Pada penelitian ini bahan yang digunakan berupa air kelapa (AK), air cucian beras (ACB),  gula merah (GM), dan Effective Microorganism 4 (EM4) dengan volume pencampuran yang berbeda. Adapun tujuan dari penelitian ini  yaitu untuk  mengidentifikasi parameter warna, aroma, pH, serta tinggi pengendapan dari pupuk organik cair. Variabel tetap pada penelitian yaitu bahan baku berupa gula merah dan EM4, sedangkan variabel bebas yaitu bahan baku air kelapa dan air cucian beras. Variasi 1 menggunakan bahan baku tambahan berupa air kelapa, variasi 2 menggunakan bahan air cucian beras, dan variasi 3 menggunakan air kelapa dan air cucian beras dengan perbandingan volume 1:1. Pada penelitian ini proses fermentasi telah dilakukan selama 12 hari. Berdasarkan hasil data pengamatan terlihat bahwa perbandingan pupuk organik cair yang terbaik ditunjukkan oleh variasi 1 dimana menggunakan bahan baku berupa air kelapa.
Pemanfaatan Limbah Alumunium Foil (ALUFO) Sebagai Koagulan Tawas Dalam Pengolahan Air Rawa Putri, Rara Eka Dyla; Sari, Debi Anggun; Sari, Melati Ireng; Zanita, Erlina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13021

Abstract

Ketersediaan air bersih di daerah rawa Indonesia bermasalah karena sumber air, seperti air gambut, memiliki pH rendah dan kandungan kimia tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalisasi penjernihan air rawa menggunakan koagulan tawas Al2(SO4)3 yang disintesis dari limbah aluminium foil kemasan makanan (AL). Tawas AL memiliki Rendemen 45% dan persentase konversi 80%. Tawas AL dan Tawas komersil (TK) diuji pada konsentrasi 5 g/L hingga 25 g/L. Secara organoleptik, baik TK maupun AL efektif menghilangkan bau dan membentuk endapan hijau, menandakan keberhasilan koagulasi. Pengolahan sangat efektif menurunkan Total Dissolved Solids (TDS) air baku dari 713,5 ppm menjadi 74 hingga 215 ppm, sehingga memenuhi baku mutu. Parameter oksigen terlarut menunjukkan sedikit penurunan seiring dengan peningkatan dosis tawas yaitu nilai DO dan %DO air baku sebesar 4,23 mg/L dan 46,9%, meskipun nilai DO terendah yaitu 4,09 mg/L masih tergolong rendah. Penurunan ini diyakini terkait dengan konsumsi oksigen selama reaksi kimia koagulasi atau proses oksidasi zat-zat yang diikat flok. Namun, penambahan tawas menyebabkan penurunan pH ekstrem dari pH 6 menjadi pH 4 di seluruh konsentrasi, sehingga tidak memenuhi baku mutu
Perbandingan Kinerja Koagulan Tawas Alumunium (Al) Dan Komersil Terhadap Kualitas Air Sumur : Studi Efek Variasi Konsentrasi Pada Nilai pH, Konduktivitas , TDS dan DO Sari, Debi Anggun; Putri, Rara Eka Dyla; Sari, Melati Ireng; Zanita, Erlina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13020

Abstract

Penelitian ini membandingkan kinerja koagulan tawas laboratorium (AL) dan tawas komersial (TK) terhadap kualitas air sumur (pH awal 6,4; TDS 156,4 ppm). Pengujian dilakukan dengan variasi konsentrasi tinggi (2,5–25 g/l) untuk mengukur parameter pH, konduktivitas, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Hasil menunjukkan kedua koagulan memiliki kinerja serupa dalam penjernihan dengan dosis optimal 10 g/l, namun gagal menghilangkan bau parit. Secara kimiawi, peningkatan konsentrasi tawas menyebabkan penurunan pH drastis hingga 4,0 akibat reaksi hidrolisis, sehingga tidak memenuhi baku mutu sanitasi. Penurunan TDS optimal terjadi pada dosis 5 g/l (mencapai 30 ppm), namun dosis di atas itu justru meningkatkan nilai TDS dan konduktivitas secara linear akibat akumulasi ion sisa elektrolit Al3+ dan SO42-. Secara keseluruhan, rentang dosis yang diuji dikategorikan sebagai overdose (restabilisasi), yang berdampak buruk pada keseimbangan kimia air. Direkomendasikan penggunaan dosis dalam orde mg/l untuk menjaga kualitas air sesuai standar kesehatan