Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas IV, V, & VI Wati, Riska Rahma; Rahman, Aulia; Sulastri, Diah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.942

Abstract

Background: Adolescence begins at the age of 10-19 years, during which time they will be faced with sexual maturity called the puberty phase. Menarche is when menstruation comes for the first time in a woman who is about to enter adulthood. The impact of menarche on adolescent girls is the emergence of psychological changes in the form of emotions, namely feelings of anxiety. The anxiety experienced by adolescents such as being shocked or even traumatized, afraid, being rational, and easily offended. Psychologically, the role of parents, especially mothers, is very important for adolescent girls. Purpose: To determine the relationship between family support and anxiety in facing menarche. Methods: Quantitative research with analytical correlation design and cross-sectional approach. The population of this study were female students in grades IV, V, VI at UPT SDN 01 SRI MULYA in 2025 who had not yet reached menarche. A total of 49 samples were used in the study using total sampling technique. Data collection using questionnaires which were then analyzed univariate and bivariate. Results: Bivariate analysis using the chi-square test to determine the relationship between family support and anxiety obtained results showing a significant relationship between the two variables with a p value of 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: There is a relationship between family support and anxiety in facing menarche in grades IV, V, & VI.   Keywords: Anxiety; Family Support; Menarche.   Pendahuluan: Masa remaja dimulai sejak usia 10-19 tahun, pada masa tersebut akan dihadapkan dengan kematangan seksual yang disebut dengan fase pubertas. Menarche adalah saat haid/menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang akan menginjak dewasa. Dampak dari menarche pada remaja putri yaitu timbulnya perubahan psikologis berupa emosional yaitu perasaan cemas. Kecemasan yang dialami remaja seperti terkejut bahkan trauma, takut, bersikap rasional, serta mudah tersinggung. Secara psikologis, peran orang tua terutama ibu sangat penting bagi seorang remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini siswi kelas IV, V, VI di UPT SDN 01 SRI MULYA tahun 2025 yang belum menarche. Sebanyak 49 sampel dalam penelitian dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dalam mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan memperoleh hasil adanya hubungan yang bermakna antara kedua variabel dengan nilai p sebesar 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche siswi kelas IV, V, & VI.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Kecemasan; Menarche.
Efektivitas pendekatan mindfulness therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Dewi, Komala; Sulastri, Diah; Sari, Nova Nurwinda
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1808

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition characterized by increased blood pressure in the walls of the arteries. Hypertension is treated in two ways: pharmacological and non-pharmacological. Purpose: To determine the effectiveness of mindfulness therapy in reducing blood pressure in the elderly at the Tresna Werdha Lampung Elderly Social Services Unit (UPTD) in 2024. Method: Quantitative research, with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group pretest-posttest approach. The population in this study was all 33 elderly respondents with hypertension. The sampling technique used was total sampling. The average systolic blood pressure after mindfulness therapy was 128, with a minimum value of 120 and a maximum of 145. Meanwhile, the average diastolic blood pressure after mindfulness therapy was 82.666, with a minimum value of 80 and a maximum value of 90. Results: Based on the Independent Sample T-Test, the significance value for the control group was 0.000, while the significance value for the intervention group was 0.000, or a significance value <0.05. Conclusion: Mindfulness therapy has an effect on blood pressure in elderly people with hypertension at the UPTD PSLU Tresna Werdha, Natar District, South Lampung Regency in 2024.   Keywords: Mindfulness Therapy; Blood Pressure Reduction; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dinding pembuluh darah arteri. Pengobatan hipertensi dilakukan dengan dua cara yaitu pengobatan secara farmakologis dan pengobatan non farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi mindfulness terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung tahun 2024 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain atau rancangan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Non-equivalent Control Group Pretest –Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi berjumlah 33 responden. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Diketahui bahwa rata-rata (mean) tekanan darah sistolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 128 dengan nilai minimal 120 dan maksimal 145. Sedangkan rata-rata (mean) tekanan darah diastolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 82.666 dengan nilai minimal 80 dan maksimal 90. Hasil: Berdasarkan Uji Independent Sample T-Test didapatkan kelompok kontrol nilai signifikansi sebesar 0.000, kemudian pada kelompok intervensi nilai signifikansi sebesar 0.000 atau nilai signifikan < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.   Kata Kunci: Terapi Mindfulness; Penurunan Tekanan Darah; Hipertensi.