Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDAMPINGAN DAN PENERAPAN IBU HAMIL DALAM RANGKA MENUJU IBU POST PARTUM LAHIR SEHAT DAN AMAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG OKU Darussalam, Handry; Agustina, Fitriani; Lilia, Deli; Zahra, Tamela; Adelia, Suci; Aulia, Siti; Ardiansyah, Dimas; Pratama, Egi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58842

Abstract

The Community Service Program (PPM) aimed to improve the health of pregnant women and babies, enhance readiness for childbirth, and reduce maternal and infant mortality rates through socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. Conducted from September to October 2024 in the working area of the Tanjung Agung OKU Community Health Center (Puskesmas), the program involved 60 at-risk pregnant women (facing malnutrition, hypertension, and helminthiasis). The implementation team included 4 lecturers, 2 students, and Puskesmas staff. Activities comprised Pregnant Women’s Classes (exercise, counseling, nutritious food provision), anthropometric examinations, general health checks, and helminthiasis detection. Results showed a significant increase in participants' knowledge (mean score rose from 4.27 to 9.02; p-value = 0.000). Most participants were in their third trimester (83.3%) with normal nutritional status (51.7%). Health examinations revealed normal blood pressure in 60%, hemoglobin levels ≥11 g/dL in 96.7%, and normal blood sugar and uric acid levels in the majority. No helminthiasis cases were detected. The program successfully enhanced health awareness, detected health status, and prepared participants for healthy childbirth. Active participation demonstrated the program’s effectiveness. It is recommended that communities regularly undergo health checks at Posyandu or clinics and adopt healthy lifestyles. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi, meningkatkan kesiapan persalinan, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Program ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2024 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung OKU, dengan melibatkan 60 ibu hamil berisiko (mengalami masalah gizi, hipertensi, dan infeksi cacingan). Tim pelaksana terdiri dari 4 dosen, 2 mahasiswa, dan staf Puskesmas. Kegiatan yang dilakukan meliputi Kelas Ibu Hamil (senam, penyuluhan, pemberian makanan bergizi), pemeriksaan antropometri, pemeriksaan kesehatan umum, dan deteksi cacingan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta (skor rata-rata meningkat dari 4,27 menjadi 9,02; nilai p = 0,000). Sebagian besar peserta berada pada trimester ketiga (83,3%) dengan status gizi normal (51,7%). Pemeriksaan kesehatan menunjukkan tekanan darah normal pada 60% peserta, kadar hemoglobin ≥11 g/dL pada 96,7%, serta kadar gula darah dan asam urat yang normal pada sebagian besar peserta. Tidak ditemukan kasus cacingan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran kesehatan, mendeteksi status kesehatan, dan mempersiapkan peserta untuk persalinan yang sehat. Partisipasi aktif menunjukkan efektivitas program ini. Disarankan agar masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Posyandu atau klinik serta menerapkan gaya hidup sehat.
ANALISIS HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN ANGKA KEPADATAN LALAT PADA WARUNG MAKAN DI PASAR ATAS BATURAJA TAHUN 2021 Novitry, Fera; Lilia, Deli; Harto, Toto
Journal Safety and Healthty Vol 1 No 2 (2024): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.965 KB)

Abstract

Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang termasuk ordodipthera yaitu insekta yang mempunyai sepasang sayap yang berbentuk membran, dan termasuk golongan Clyptrata muscodiae bagian dari superfamily muscodiae.Semua bagian tubuh lalat bisa berperan sebagai alat penular penyakit (badan, bulu pada tangan dan kaki, feces, dan muntahannya). Sanitasi lingkungan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam usaha menanggulangi berkembangnya populasi lalat baik dalam lingkungan peternakan maupun pemukiman. Pasar Atas Baturaja merupakan Pasar terbesar di Kota Baturaja yang di dalamnya terdapat banyak warung makan. umumnya warung makan di Pasar Atas sebagian besar masih belum mengerti betul prihal hygiene sanitasi yang erat hubunganya dengan kesehatan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Cross Sectional, Populasi meliputi semua warung makan yang ada di Pasar Atas Baturaja yang berjumlah 36 warung makan. Besar sampel yaitu 36 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara air bersih dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,575 , ada hubungan yang bermakna antara tempat sampah dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,03 ,ada hubungan yang bermakna antara tempat mencuci perlatan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara tempat penyimpanan makanan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,008, ada hubungan yang bermakna antara penyajian makanan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,029, ada hubungan yang bermakna antara lokasi warung makan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,008. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah pemilik warung makan, petugas pasar dan petugas kesehatan diharapkan lebih memperhatikan sanitasi warung makan agar terhidar dari vektor penyakit seperti lalat.
Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Lubuk Baru Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penyandingan Kab OKU Tahun 2022 Lilia, Deli; Novitry, Fera
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 2 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/josh.v2i2.632

Abstract

Kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menyebabkan gagal tumbuh pada balita yang disebut Stunting. Permasalahan Stunting pada periode 1000 HPK, akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Stunting tertinggi terdapat di Desa Mekar sari berjumlah 23 kasus sedangkan nomor urut ke dua terdapat di desa Lubuk baru dengan jumlah 19 kasus dari 134 balita.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang tinggal di Desa Lubuk Baru berusia 1-5 tahun yaitu 134 balita. sampel dari keseluruhan populasi yaitu balita yang tinggal di Desa Lubuk Baru berusia 1-5 tahun yaitu 134 balita. Dari 134 responden di dapatkan Ada hubungan bermakna antara kualitas air bersih dengan stunting dengan p value 0,000. Ada hubungan bermakna jamban dengan stunting dengan p value 0,009. Ada hubungan bermakna SPAL dengan stunting dengan p value 0,045. Ada hubungan bermakna sarana pembuangan sampah dengan stunting dengan p value 0,005. Ada hubungan bermakna Asi Ekslusif dengan stunting dengan p value 0,001. Di Desa Lubuk Baru Wilayah kerja UPTD Puskesmas Penyandingan Kab OKU tahun 2022.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU REMAJA DI PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2023 Andriani, Aminah; Novitry, Fera; Lilia, Deli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19463

Abstract

According to data from the profile of the South Sumatra Regency health service, in 2020 the number of community health centers in Indonesia increased to 9,993 community health centers, of which the number of community health centers providing adolescent health services was 4,835 (48.4%) with the number of youth posyandu being 100,470. This research aims to determine the factors related to the implementation of youth posyandu activities at the Muara Enim health center in 2023. This research uses a quantitative research using a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in the Muara Enim Community Health Center working area, namely 12,152 teenagers and sampling was done using Cluster Random sampling, namely 96 teenagers. The statistical test used in this research is Chi-square. The results of this study state that there is a relationship between knowledge (p= 0.000), distance (p= 0.000), family support (p= 0.000) and social support (p= 0.000) with visits to youth posyandu activities at the Muara Enim health center in 2023. Suggestions for Public health centers in an effort to increase teenagers' interest in participating in posyandu activities need to carry out outreach in the form of health promotion