Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Mayarakat Melalui Program Gotong Royong Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja Juraidah, Elisah; Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Devi; Eke Suriyani; Desira Ana Natalia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that have positive pharmacological effects on the human body. These plants are usually grown on a home or communal scale.  Planting TOGA in your yard can be one of the criteria for a healthy home.  This plant is widely used as traditional medicine and the manufacturing process can also be done easily.  Family Medicinal Plants (TOGA) has a role as a means of providing traditional medicines that can be used for oneself and even the community in general. The community partnership program aims to increase community understanding and skills through socialization of the use of TOGA to create a healthy community in Wonotirto Village. There are 2 main components discussed in the community's understanding and skills, including: understanding the types of TOGA, understanding the properties/benefits of the TOGA plant.  The problem in society is that there are still very few people who empower their home gardens to plant toga plants.  The aim of this activity is to increase the knowledge of PKK women and the community about the types of TOGA, the properties/benefits of TOGA, and to show the procedures for planting TOGA on limited land.  The method used is discussion and question and answer.  The result of this service is that the community has used their home gardens to plant toga plants.   Abstrak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang memiliki efek farmakologis positif terhadap tubuh manusia.Tanaman ini biasanya ditanam di skala rumah maupun komunal. Penanaman TOGA di pekarangan rumah dapat menjadi salah satu kriteria rumah sehat. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan proses pembuatannya juga dapat dilakukan dengan mudah. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran sebagai salah satu sarana penyediaan obat-obatan tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri bahkan masyarakat secara umum.Program kemitraan masyarakat mempunyai tujuan untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan masyarakat melalui Sosialisasi Penggunaan TOGA Untuk mewujudkan masyarakat Sehat di Kelurahan Wonotirto . Ada 2 komponen pokok yang dibahas dalam pemahaman dan keterampilan masayarakat meliputi: memahami tentang jenis-jenis TOGA, memahami tentang khasiat/manfaat tanaman TOGA. Masalah dalam masyarakat adalah masih sedikitnya masyarakat yang memberdayakan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman toga. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK dan masyarakat tentang jenis-jenis TOGA, khasiat/manfaat TOGA, dan menampilkan tata cara menanam TOGA dengan lahan yang terbatas. Metode yang digunakan adalah dengan diskusi serta tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami dengan tanaman toga.
Edukasi Ibu Hamil Tentang Deteksi Kehamilan Resiko Tinggi Melalui Pemeriksaan Tripel Eliminasi Sasanti, Dewi Ari; Novia Ningrum; Vannes Sukma Dewi; Putri Amelia; Nurlianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The triple elimination program aims to prevent transmission of HIV, syphilis and hepatitis B from mother to fetus. In 2021, 2,485,430 pregnant women were tested for HIV (50.8%), 799,586 pregnant women were tested for syphilis (16.4%), and 2,946,013 pregnant women were tested for hepatitis B (60 .3%).3 The gap between the number of HIV, syphilis and hepatitis B tests indicates that this triple elimination program is not yet a priority. This community service uses educational methods using booklet media. Activity participants are pregnant women of all trimesters and cadres. The pre-test and post-test results showed that the level of participants' understanding of Triple Elimination increased by 3.92% after education was provided through booklets. Community service activities showed positive responses from pregnant women and cadres in the discussion process regarding triple elimination problems for pregnant women. It is hoped that pregnant women can carry out triple elimination examinations, and better understand the importance of triple elimination, cadre mothers can play an active role in passing on information to prospective pregnant women and pregnant women who have not yet received information about Triple Elimination.   Abstrak Program triple elimination bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu kepada janin. Pada tahun 2021 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV sebanyak 2.485.430 orang (50,8%), jumlah ibu hamil dites sifilis yaitu sebanyak 799.586 orang (16,4%), dan ibu hamil dites hepatitis B sebanyak 2.946.013 orang (60,3%).3 Gaps antara jumlah pemeriksaan HIV, sifilis dan hepatitis B mengindikasikan bahwa program triple elimination ini belum semuanya menjadi prioritas. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi dengan media booklet. Peserta kegiatan adalah ibu hamil semua trimester dan kader. Hasil pre test dan post test menunjukan tingkat pemahaman peserta tentang Triple Eliminasi meningkat sebanyak 3,92% setelah di lakukan edukasi melalui booklet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari ibu hamil berserta kader dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah triple eliminasi pada ibu hamil. Diharapkan ibu hamil dapat melaksanakan pemeriksaan triple eliminasi, dan lebih memahami pentingnya triple eliminasi, ibu kader dapat berperan aktif dalam meneruskan informasi kepada calon ibu hamil dan ibu hamil yang belum mendapatkam informasi tentang Triple eliminasi. 
Determinan Perilaku Seksual Mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Di Balikpapan Tahun 2015 SASANTI, DEWI ARI
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 2 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v2i1.27

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa dan mereka relatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekanan emosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Di negara berkembang masa transisi itu berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda dari pada usia ideal menikah (Suriah, 2007). Di Indonesia 63% remaja sudah pernah melakukan kontak seksual dengan lawan jenisnya dan 21% pernah melakukan aborsi (BKKBN, 2008). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari dan menjelaskan determinan yang berhubungan dengan perilaku seksual pada mahasiswa akademi kebidanan Borneo Medistra di Balikpapan tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat pengumpul data berupa kuesioner dengan sampel sebanyak 202 responden. Penelitian ini tidak menggunakan tehnik pengambilan sampel tetapi yang digunakan adalah total populasi yaitu Tingkat I dan II mahasiswa Akademi Kebidanan Borneo Medistra Balikpapan. Uji statistik menggunakan Chisquare dan regresi dan regresi logistic sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 52% mahasiswa memiliki perilaku seksual tinggi dan variabel yang berhubungan secara signifikan adalah pengetahuan, tempat tinggal, paparan media pornografi, komunikasi dengan orangtua dan pengaruh teman sebaya. Variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah keterpaparan media pornografi dengan nilai OR 2,612 artinya mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya tinggi berisiko 2.6 kali lebih tinggi memiliki perilaku seksual berisiko dibandingkan dengan mahasiswi yang keterpaparan media pornografinya, setelah dikontrol dengan variabel pengetahuan, tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Disarankan untuk lebih memfokuskan dalam pengawasan dan penanganan terhadap situs pornografi, mengefektifkan sistem pemblokiran media pornografi, melakukan pengawasan intensif terhadap perilaku yang mengarah negatif, meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikulerr, meningkatkan kegiatan kerohanian, melakukan pengawasan waktu luang mahasiswa, terutama dalam hal penggunaan media elektronik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada variabel keterpaparan media pornografi.
ANALISIS PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN KEPUASAAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKEMAS KARANG JOANG KOTA BALIKPAPAN Rachmadani, Andry; Yulianti, Nila Trisna; Sasanti, Dewi Ari; Sari, Heni Elmiani; Wulandari, Pradea
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.238

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) merupakan salah satu upaya digitalisasi pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan RME dengan tingkat kepuasan tenaga kesehatan di Puskesmas Karang Joang, Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada tenaga kesehatan yang menggunakan sistem RME dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Aspek yang dianalisis meliputi kemudahan penggunaan, keandalan sistem, kecepatan akses data, serta dukungan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa penggunaan RME cukup membantu dalam efisiensi kerja. Analisis statistik menunjukkan (p < 0,05) yang artinya ada hubungan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun RME memberikan manfaat dalam pengelolaan data pasien, peningkatan kualitas sistem dan pelatihan pengguna masih diperlukan untuk mengoptimalkan kepuasan pengguna. Rekomendasi penelitian ini adalah penguatan infrastruktur digital dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemanfaatan RME secara maksimal.
Pemberdayaan Kader Dan Ibu Menyusui Dalam Pening-katan Produksi ASI Melalui Teknik Marmet Sasanti, Dewi Ari; Tiara, Andi; Irawati, Irawati; Nurlianti, Nurlianti; Ramadhani, Amanda Dwi
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i1.22707

Abstract

Menyusui adalah proses alami yang memberikan nutrisi esensial dan perlindungan imun kepada bayi. Manfaat kesehatan jangka panjang bagi ibu dan bayi telah terbukti terkait dengan praktik menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Masalah  menyusui  yang  sering  ditemukan biasanya  yaitu  ASI  (Air  Susu  Ibu)  tidak  keluar  yang  biasanya  disebabkan  karena  bendungan  ASI, puting  payudara  tidak  menonjol,  teknik  menyusui  yang  tidak  benar,  payudara  bengkak,  payudara lecet,  dan  mastitis. Salah satu metode yang dapat meningkatkan efisiensi menyusui adalah Teknik Marmet, yang dikembangkan oleh Mary Ann Cahill pada tahun 1980-an. Teknik ini mencakup serangkaian gerakan ringan yang dirancang untuk merangsang produksi ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu selama proses menyusui. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari Kelurahan Kelandasan Ulu Balikpapan, dan partisipasi aktif masyarakat mengikuti program kerja Dosen Penatalaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Klandasan Ulu pada tanggal 24 April 2024 dilakukan dengan optimal dengan hasil: (1) Ibu Menyusui paham dengan penjelasan materi yang diberikan dan mampu mempraktikan Teknik Marmet (2) Kader-kader kelurahan Klandasan Ulu paham dengan materi yang diberikan. (3) Lurah dan para staf senang dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Berdasarkan penilaian kepada 20 peserta tentang pengetahuan mengenai peningkatan produksi ASI melalui Teknik Marmet hasil pre test mendapat nilai Mean 6,90 dan nilai Mean pada post test adalah 8,80 menunjukan adanya peningkatan nilai Mean yaitu 1,90.
The Effect of Psychoeducation on the Level of Postpartum Blues in Postpartum Mothers Sasanti, Dewi Ari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4757

Abstract

Postpartum “blues” are defined as low mood and symptoms of mild depression that are temporary and self-limited. However, a diagnosis of postpartum blues can make a person vulnerable to postpartum depression or postpartum anxiety disorder. The aim of this research is to determine the effect of psychoeducation on the level of postpartum blues in postpartum mothers. This research is quantitative research using a pre-experimental design with a one-group pre-post test design type of research. The population in this study was postpartum/postpartum mothers on days 3-10. The research results show that the value of Asymp. Sig. (2-tailed) > 0.05, namely 0.841. The conclusion from this study is that there is no effect of psychoeducation on the level of postpartum blues in postpartum mothers.
Optimalisasi peran keluarga dalam perawatan masa nifas Sasanti, Dewi Ari; Elmiani, Heni; Tiara, Andi; Sarif, Ernika Putri; Febriani. R, Firdha; Kamila, Kamila
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024768

Abstract

Selama periode pasca melahirkan, penting bagi ibu untuk merawat dirinya sendiri dan mendapatkan dukungan yang cukup dari pasangannya, keluarga, dan tim medis. Ini merupakan periode penting dalam perjalanan seorang perempuan menuju pemulihan fisik dan emosional setelah melahirkan. Kurangnya peran orang terdekat yang memberi motivasi, memberikan perhatian, mendorong, dan orang-orang yang selalu bersamanya serta membantu dalam menghadapi perubahan akibat persalinan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Metode yang digunakan untuk memberikan edukasi tentang Optimasi Peran Keluarga dalam Perawatan Pasca Melahirkan adalah metode konseling dengan media buklet. Kegiatan pelayanan masyarakat menunjukkan tanggapan positif dari masyarakat desa Gunung Samarinda dan partisipasi aktif dalam proses diskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi selama periode pasca melahirkan baik itu dari segi pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial. Diharapkan bahwa masyarakat dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam peran aktif membantu, melindungi, dan menemani periode pasca melahirkan istri.Abstract: During the postpartum period, it is important for the mother to take care of herself and get enough support from her partner, family and medical team. This is an important period in a woman's journey towards physical and emotional recovery after childbirth. The lack of the role of the closest people who motivate, pay attention, encourage and people who are always with her and help in dealing with changes due to childbirth can increase the risk of mothers experiencing postpartum depression. The method used to educate about Optimizing the Role of the Family in Postpartum Care is the counseling method with booklet media. Community service activities show a positive response from the community of Gunung Samarinda village and active participation in the discussion process of problems that have been faced in the postpartum period both personal, family and social environment. It is hoped that the community can increase family awareness in the active role of helping, protecting and accompanying the postpartum period of the wife.