Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penerapan Health Belief Model Tentang Pengaruh Penggunaan Gadget Pada Anak Untuk Mencegah Speach Delay Risnati Malinda
Indonesia Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speech Delay adalah proses keterlambatan berbicara seorang anak dibandingkan dengan proses berbicara anak-anak seusianya. Gangguan terlambat bicara ini menimbulkan dampak bagi anak dalam mengembangkan keterampilan sosial (social skill) dan ketika membangun hubungan sosial dengan orang lain (Suryana & Nilawati, 2012). Pola asuh yang salah atau tidak tepat saat memberikan anak gadget dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan bicara dan bahasa (speechdelay) pada anak (Aulina, 2018). Maka penting bagi orang tua untuk melakukan pembatasan penggunaan gadget dan pemeriksaan untuk mendeteksi keterlambatan berbicara. Penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 24-36 bulan yang ada di Kota Langsa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 ibu. analisis data bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Health belief model yang terdiri dari persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi ancaman, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi isyarat bertindak berpengaruh pada penggunaan gadget pada anak untuk mencegah terjadinya speech delay.
Pengaruh Prenatal Gentle Yoga terhadap Kecemasan Ibu Hamil Selama Kehamilan Malinda, Risnati
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i3.473

Abstract

Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil dapat terjadi pada setiap wanita. Kecemasan pada masa kehamilan berpengaruh pada proses persalinan dan prediktor depresi pasca persalinan. Kecemasan bisa terjadi dari kekhawatiran tentang persalinan yang akan dilakukannya dan menyiapkan segala kebutuhan bayi. Di Malaysia, data penelitian menunjukkan 23,4% ibu hamil mengalami kecemasan, sedangkan di Indonesia menunjukan 71,90% mengalami kecemasan. Salah satu upaya mengatasi kecemasan adalah dengan melakukan prenatal gentle yoga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prental gentle yoga terhadap kecemasan ibu hamil selama kehamilan di desa Gedubang Jawa Kecamatan Langsa Baro, Aceh. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan yaitu Pre and Post Test One Group Design. Lokasi penelitian ini di Polindes Gampong Gedubang Jawa Langsa Baro dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pretest dan posttest kecemasan ibu hamil setelah intervensi prenatal gentle yoga pada ibu hamil Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat kecemasan ibu hamil sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Diharapkan ibu hamil untuk memperhatikan kondisi fisik dan psikis selama proses kehamilan dengan melakukan prenatal gente yoga.  
Pemberdayaan Bidan Desa Dengan Model Promosi Kesehatan Gadhies Untuk Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Lama Kota Langsa Malinda, Risnati; Irawan, Dedi; Thahura, Farahdiba; Febriyana, Dinda; Syuhada, Amelia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i2.692

Abstract

Introduction: Conditions in Indonesia based on data from the 2019 Nutrition Status Study of Toddlers in Indonesia (SSGBI) are still relatively high, where the prevalence of stunting is 27.67%. The GADHIES model aims to clarify and facilitate work steps in carrying out health promotion and can complement the shortcomings of each of these models. The purpose of this service is to improve the competence of village midwives in health promotion by empowering the community to use local ingredients in making healthy and nutritious food as an effort to prevent stunting, as well as increase public awareness of the dangers of stunting in children. Method: The implementation of this activity goes through three stages of activities, namely planning, implementation and monitoring evaluation. During the planning, a Focus Group Discussion (FGD) began first between the PKM team, the Puskesmas and village midwives. The implementation of the gadhies model health promotion model training for stunting prevention was carried out for 2 days which was attended by 15 village midwives, with 3 resource persons, lecture methods and interactive discussions using power point media, gadhies model posters, gadhies health promotion pocket books, and also the Gadhies Model Training Module. After carrying out this training activity, the team conducted monitoring and evaluation to see the improvement of midwives' competence on the gadhies model health promotion method. Results: There was a significant increase in midwife's competence in health promotion from 2 (13.3%) during the pretest to 14 (93.3%) during the posttest. There was a significant increase in maternal satisfaction with health promotion services by midwives from 4 (26.7%) to 15 (100%) after midwives received health promotion training on the Gadhies model.