Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Moth Variation using 3 Kinds of Pineapple, Banana, and Tapai as Bait in Liwa Botanical Garden Kinanti, Astrid Febi; Nukmal, Nismah; Pratami, Gania Dania; Kanedi, M.
Jurnal Natur Indonesia Vol 18, No 2 (2020): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.18.2.92-100

Abstract

Moths are insects that belong to the Lepidoptera Ordo. Moths are attracted to volatile compounds. The examples of volatile compounds include alcohol, urea, and acetic acid. Pineapple, banana and tapai are three types of bait that will be used in this study, because all three types of bait contain volatile compounds in the form of scents that strong enough to attract moths. Liwa botanical garden is a recreational and educational place, located in West Lampung district, which was only approved by the Regional Government in 2007. Because there is onlya view data on the presence of moths, so it needs to conduct the research to know the variation types of moths that exist in Liwa botanical garden, West Lampung. This research is a Quasy Experiment with 3 kinds of baits, there are pineapple, banana, and tapai as a treatment with 5 replications in the form of sampling time. The result obtained that in AraceaeLiwa Botanical Garden were obtained by six families, nine genera, and nine species of moth. Nine species of moths are Nemophora sp, Nematopogon sp, Brahmaeawallichii, Rhodogastriaamasis, Creatonosgungis, Sundasceliaepelys, Rheumaptera sp, Noctua sp, and Epicnopterix sp
Bird Species Based on Tree Height Perched in the Liwa Botanical Garden, West Lampung Regency Putra, Bagus Susilo; Kanedi, M.; Nurcahyani, Nuning; Susanto, G. Nugroho
Jurnal Natur Indonesia Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.20.1.9-14

Abstract

Birds are one of the most diverse animals in the world, especially in Indonesia. Liwa Botanical Garden located in Pekon Kubu Perahu, Balik Bukit District, West Lampung Regency, is a conservation area with the theme of conservation and development of ornamental plants, representing the flora of Southern Sumatra. This research is a continuation of the collaboration between the Department of Biology and Balitbang UPTD Liwa Botanical Garden, West Lampung Regency. The presence of birds in the Liwa Botanical Garden is also a bioindicator of biodiversity for the environment in this area. By maintaining the presence of birds in the Liwa Botanical Garden means protecting their habitat and existing plants. The purpose of this study was to determine the species of birds based on the height of the perched trees in the Liwa Botanical Garden and the abundance of their species. The method used in this research is the point count with the observation time for 9 days in the morning and evening at the height of the tree in 3 different observation stations. Birds on KRL are mostly found on perches at an altitude of 2 - 7 meters, in the category of shrubs and trees, there are 19 out of 25 bird species found. The highest Relative Abundance Index (IKR) was Collocalia esculenta at 39.91% and the lowest IKR value was 7 bird species, each with 0.14% value. The conservation status of the 25 bird species based on IUCN is Least Concern (LC) and based on CITES there is one species that is included in Appendix II, namely Ictinaetus malayensis while based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia No. P.20 / MENLHK / SETJEN / KUM.1 / 6/2018 there is one bird species that is included in the protection, namely species Ictinaetus malayensis
Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Way Awi, Bandarlampung Nugraha, Dwiki Renda; Tugiyono; Susanto, G. Nugroho; Kanedi, M.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.8744

Abstract

Makrozoobentos merupakan invertebrata yang masa hidupnya dihabiskan di dasar perairan atau di atas sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Way Awi, Bandarlampung. Penelitian dilakukan pada Oktober-Desember 2023. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Ekman grab di lima stasiun mewakili hulu, tengah, dan hilir sungai. Analisis dan identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Zoologi FMIPA Universitas Lampung dengan bantuan buku identifikasi Fresh-Water Biology. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 8 genus makrozoobentos yang terdiri dari phylum Mollusca, Arthropoda, dan Annelida. Struktur komunitas menunjukkan kondisi indeks keanekaragaman yang rendah (H’ < 1), indeks keseragaman sedang hingga tinggi (0,4 < E < 1), indeks dominansi sedang hingga tinggi (0,30 < C < 1), dan indeks kekayaan jenis rendah (Dmg < 2,05). Analisis korelasi antara struktur komunitas dan pengukuran sifat fisika-kimia badan air menunjukkan adanya hubungan signifikan antara oksigen terlarut (DO) dengan indeks keseragaman dan indeks dominansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa parameter fisika-kimia perairan memiliki peran dalam menentukan struktur komunitas makrozoobentos dan dapat dijadikan sebagai indikator dalam penilaian kualitas air.
Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Way Awi, Bandarlampung Nugraha, Dwiki Renda; Tugiyono; Susanto, G. Nugroho; Kanedi, M.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.8744

Abstract

Makrozoobentos merupakan invertebrata yang masa hidupnya dihabiskan di dasar perairan atau di atas sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Way Awi, Bandarlampung. Penelitian dilakukan pada Oktober-Desember 2023. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Ekman grab di lima stasiun mewakili hulu, tengah, dan hilir sungai. Analisis dan identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Zoologi FMIPA Universitas Lampung dengan bantuan buku identifikasi Fresh-Water Biology. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 8 genus makrozoobentos yang terdiri dari phylum Mollusca, Arthropoda, dan Annelida. Struktur komunitas menunjukkan kondisi indeks keanekaragaman yang rendah (H’ < 1), indeks keseragaman sedang hingga tinggi (0,4 < E < 1), indeks dominansi sedang hingga tinggi (0,30 < C < 1), dan indeks kekayaan jenis rendah (Dmg < 2,05). Analisis korelasi antara struktur komunitas dan pengukuran sifat fisika-kimia badan air menunjukkan adanya hubungan signifikan antara oksigen terlarut (DO) dengan indeks keseragaman dan indeks dominansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa parameter fisika-kimia perairan memiliki peran dalam menentukan struktur komunitas makrozoobentos dan dapat dijadikan sebagai indikator dalam penilaian kualitas air.
Pelatihan Pembuatan Repelen Anti Nyamuk Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb) pada Anggota PKK di Teluk Pandan Pesawaran Lampung Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Septiani, Linda; Kanedi, M.
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3234

Abstract

Salah satu upaya pencegahan penyakit tular vektor adalah dengan menggunakan Insektisida, namun dalam penggunaannya kadang terlalu berlebihan dan berulang-ulang sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman pandan wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpenterpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagaiobat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada kelompok PKK dalam mengolah tanaman pandan wangi sebagai obat anti gigitan nyamuk (repellent) atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi danpelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun pandan wangi. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara membuat cairan repelen  dari daun panda wangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Pos Kesehatan desa, yang diikuti sebanyak 25 anggota PKK. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling pentingadalah mampu melakukan pembuatan cairan dalam bentuk spray sebagai repelan  dengan efektif untuk menolak nyamuk. Pengabdian dengan metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan  dalam membuat ramuan repelen anti nyamuk dari daun pandan wangi. Kata kunci: Penyakit tular vektor, repelen anti nyamuk, pandan wangi