Zaenuddin, Ruslan
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : CELEBES Agricultural

Analisis Pendapatan Usahatani Kedelai (Glycine Max L) Di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai : Analysis of Soybean Farming Income (Glycine Max L) in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency Irsan Z Tatu; Ruslan A Zaenuddin; Putu Artedane
CELEBES Agricultural Vol. 1 No. 1 (2020): CELEBES Agricultural
Publisher : Faculty of Agriculture, Tompotika Luwuk University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.231 KB) | DOI: 10.52045/jca.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendapatan petani pada usahatani  kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai serta Untuk mengetahui Tingkat Kelayakan Usahatani Kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer dapat dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan (quisioner) sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang ada hubungannya dengan penelitian. Penentuan responden dapat dilakukan dengan menggunakan metode sampel sensus, dimana jumlah populasi petani kedelai adalah 30 KK sehingga dalam pengambilan sampel (responden) penelitian mengambil keseluruhan dari populasi yaitu 30 KK. Model analisis data yang di gunakan dalam penelitian Ini adalah analisis pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian usahatani Kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo selama satu musim tanam yaitu Besarnya pendapatan petani kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo dari hasil pengurangan antara Total Penerimaan (TR) sebesar Rp 10.905.333,33 dengan Total Biaya (TC) sebesar Rp 4.980.448,22 adalah sebesar Rp. 5.924.885,11.  Besarnya Tingkat Kelayakan  Usahatani Kedelai  (R/C ratio)  2,19 Artinya usahatani Kedelai di Desa Malik layak untuk diusahakan dan ini berarti setiap penambahan pengeluaran sebesar 1,00 akan menyebabkan penambahan penerimaan sebesar  Rp 2,19. This study aims to determine the level of farmers' income in soybean farming in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency and to determine the Feasibility Level of Soybean Farming in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency. The data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data can be done by direct interviews with respondents with the help of a questionnaire, while secondary data is obtained from related agencies that are related to the research. Determination of respondents can be done using the census sample method, where the population of soybean farmers is 30 households so that in taking the sample (respondents) the study took the entire population, namely 30 households. The data analysis model used in this research is income analysis. Based on the results of research on soybean farming in Malik Village, Bualemo District during one planting season, namely the amount of soybean farmers' income in Malik Village, Bualemo District, from the reduction between Total Revenue (TR) of IDR 10,905,333.33 with a Total Cost (TC) of IDR 4,980. 448.22 is Rp. 5,924,885.11. The amount of Soybean Farming Feasibility (R / C ratio) 2.19 This means that the Soybean farming in Malik Village is feasible to be cultivated and this means that each additional expenditure of 1.00 will cause an additional income of Rp 2.19.  
Strategi Peningkatan Produksi Kacang Tanah Di Desa Tinangkung, Banggai Kepulauan Widia Malabar; Ruslan A Zaenuddin; Ismail Djamaluddin
CELEBES Agricultural Vol. 1 No. 2 (2021): CELEBES Agricultural
Publisher : Faculty of Agriculture, Tompotika Luwuk University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.96 KB) | DOI: 10.52045/jca.v1i2.41

Abstract

Peningkatan produksi kacang tanah tidak terlepas dari adanya ketersediaan lahan dan penanganan usahatani atau pelaksanaan budidaya yang baik, sehingga dapat menghasilkan peningkatan produksi dan pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui faktor strategi internal dan eksternal peningkatan produksi kacang tanah di Desa Tinangkung, Banggai Kepulauan dan Menentukan strategi peningkatan produksi kacang tanah di Desa Tinangkung, Banggai Kepulauan. Berdasarkan hasil Analisis Internal Factor Analysis Summary, terlihat faktor kekuatan  memiliki pengaruh atau tingkat kepentisngan relatif tertinggi dengan  nilai sebesar 2,22 sedangkan kelemahan memiliki nilai sebesar 1,02. Analisis Eksternal Factor Analysis Summary, terlihat faktor Peluang memiliki pengaruh atau tingkat kepentingan relatif tertinggi dengan  nilai sebesar 2,03 sedangkan ancaman memiliki nilai sebesar 0,81.Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT diperoleh alternatif strategi peningkatan produksi kacang tanah di Desa Tinangkung yang digunakan adalah Strategi S-O merupakan  penggabungan/pencocokan antara faktor internal dengan faktor eksternal dengan cara menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan alternatif strategi yaitu Meningkatkan produksi kacang tanah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Desa Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara Ica Fitriana Banguno; Hertasning Yatim; Ruslan A Zaenuddin
CELEBES Agricultural Vol. 1 No. 2 (2021): CELEBES Agricultural
Publisher : Faculty of Agriculture, Tompotika Luwuk University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.668 KB) | DOI: 10.52045/jca.v1i2.42

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani padi sawah di Desa Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan. Adapun metode tingkat keberhasilan usahatani dilihat dari ukuran perbandingan antara penerimaan (Retum) dan biaya (cost), menggunakan Retum Cost Ratio (R/C). Hasil Analisis Total Produksi yang di peroleh petani responden sebesar 77.650 Kg/35 ha/musim tanam  atau rata – rata sebesar 2.588,33 Kg/1,16 ha/musim tanam . Tingkat harga yang diterima sebesar Rp 10.000/ Kg, sehingga penerimaan yang diterima petani responden sebesar Rp 25.883.333,33/ 1,16 ha/ musim tanam.  Total biaya yang dikeluarkan petani responden padi sawah di Desa Tatakalai sebesar 4.708.152,76 sehingga pendapatan yang diterima oleh petani responden pada usahatani padi sawah rata-rata sebesar Rp 21.175.180,56/1,16 ha/ musim tanam sehingga di peroleh Nilai R/C Ratio 5,49 menggambarkan bahwa setiap 1 rupiah pengeluaran dalam usahatani padi sawah tersebut akan menghasilkan 5,49 satuan penerimaan.  Hal ini menunjukkan hasil perhitungan R/C ratio > 1 yang di peroleh usahatani Padi Sawah maka dapat memungkinkan untuk dilakukan usahatani dan pengembangan padi sawah di Desa Tatakalai
Production analysis of corn farming (Zea mays L) in the Bumi Beringin Village, North Luwuk District, Banggai Regency Femiyanti Djamaludin; Yuni Rustiawati; Ruslan Zaenuddin
CELEBES Agricultural Vol. 2 No. 1 (2021): CELEBES Agricultural
Publisher : Faculty of Agriculture, Tompotika Luwuk University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.773 KB) | DOI: 10.52045/jca.v2i1.187

Abstract

Corn is a food commodity that is widely cultivated in Bumi Beringin Village. To get high corn production, it is necessary to utilize optimal production factors. This study aims to determine the effect of land area, the number of seeds, amount of fertilizer, and number of workers on maize production (Zea mays L), and the correlation between maize farming in Bumi Beringin Village, North Luwuk District. This research was carried out from March to May 2021. The respondents' determination was carried out using a saturated sampling method or census where 22 farmers did corn farming. The analysis used is the Cobb-Douglas production function with variables of land area (X1), the number of seeds (X2), amount of fertilizer (X3), and number of workers (X4), and corn production (Y). The analysis results obtained multiple correlation coefficient values of 0.99%, indicating that corn production with production factors (land area, seeds, fertilizers and workers) has a very strong relationship with a relationship level of 99%.