Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENYIDIKAN TINDAK PIDANA CYBER CRIME BERKAITAN DENGAN PENJUALAN BARANG YANG TIDAK SESUAI DENGAN PERJANJIAN DALAM RANGKA PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi di Polda Jawa Timur) Dwi Puji Astuti
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2013
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.412 KB)

Abstract

ABSTRAKSIArtikel ini membahas mengenai dua masalah. Masalah pertama yang dibahas adalah mengenai bentuk implementasi penyidikan tindak pidana cyber crime berkaitan dengan penjualan barang yang tidak sesuai perjanjian dalam rangka perlindungan konsumen yang dilakukan oleh pihak Polda Jawa Timur. Terdapat beberapa hal yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang melarang pelaku usaha dalam jual belinya melalui internet melakukan kebohongan. Akan tetapi peraturan tersebut tidak dilaksanakan oleh beberapa pelaku usaha, terbukti dari  banyaknya laporan yang masuk ke unit cyber crime Polda Jatim. Di dalam artikel ini juga membahas mengenai kendala dan solusi yang dapat dilakukan oleh pihak Polda Jawa Timur dalam implementasi penyidikan tindak pidana cyber crime berkaitan dengan penjualan barang yang tidak sesuai perjanjian dalam rangka perlindungan konsumen. Tidak maksimalnya implementasi penyidikan tindak pidana cyber crime berkaitan dengan penjualan barang yang tidak sesuai perjanjian dalam rangka perlindungan konsumen yang dilakukan oleh pihak Polda Jawa Timur disebabkan dengan adanya kendala. Didalam artikel ini kendala penyidikan tindak pidana cyber crime dibedakan menjadi dua, yaitu kendala intern dan kendala ekstern.Kata Kunci: Implementasi, Tindak Pidana Cyber Crime, Perlindungan Konsumen
ANALISIS PERSIAPAN GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI JAMBU 01 Dwi Puji Astuti; Arifin Muslim; Dhi Bramasta
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3676

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine what preparations are made by the teacher in the implementation of mathematics learning. The method used in this research is qualitative with descriptive analysis. Research subjects are informants who provide research data through interviews. The informants in this study were grade IV teachers of Jambu State Elementary School 01. While the data analysis used in this study were data reduction, data presentation and verification. This research resulted in the findings of preparations made by the teacher in the implementation of mathematics learning, among others, which must be prepared are the learning objectives, learning materials, learning methods, learning media, evaluation of learning, students, teachers and the place of learning environment. The obstacles in the preparation are students who often talk to themselves and disturb other friends, then a weak internet connection that causes the process of finding learning resources to be difficult.Keywords: Mathematics Learning Implementation, Teacher PreparationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian adalan informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SD Negeri Jambu 01. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan persiapan yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika antara lain yang harus dipersiapkan adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, siswa, guru dan tempat lingkungan belajar. Kendala dalam persiapan tersebut adalah siswa yang sering berbicara sendiri dan mengganggu teman yang lain, kemudian koneksi internet yang lemah yang menyebabkan proses pencarian sumber belajar menjadi sulit.Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran Matematika, Persiapan Guru
ANALYSIS FACTOR OF MARKETING STRATEGY OF FUNDING DECISION OF CUSTOMERS CHOOSE BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) IN KOLAKA REGENCY, INDONESIA Muhammad Zakariah; Muhammad Askari Zakariah; Dwi Puji Astuti; Ridwan Ridwan; Sri Maryam
Jurnal Ekonomi Bisnis Syariah Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ekonomi Bisnis Syariah
Publisher : IAI Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.224 KB)

Abstract

were carried out, covering Validity and reliabilita, then continued with, test multiple regression analysis using SPSS version 16.0. The results showed Community decision base on calculated rated R square of 0.975 or 95.7% strongly influenced by the factor have been determined, such as product, price, place, and promotion. The value of the constant is 0.026, 0.925 for products, 0.889 for price, 0.654 for place, 1.554 for promotion. then it can be concluded from these data regression equation is: Y = 0.026 + 0.925X1 + 0.889X2 + 0.654X3 + 1.554X4. Concluded that factor marketing strategy of funding decision of customer choose BMT in Kolaka Regency is product, place, and promotion. However, variable price was not significantly.
APAKAH LITERASI KEUANGAN MAMPU MEMPERLEMAH PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA? Anna Kania Widiatami; Afrida unti Fatimatuzzahro; Dwi Puji Astuti; Saringatun Mudrikah
Value : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 18 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Prodi Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jv.v18i3.4705

Abstract

Excessive consumptive behavior has a negative impact on students, such as a hedonic lifestyle, an uncontrollable shopping appetite and a tendency to have no savings in the future. The purpose of this study was to analyze the effect of using e-wallets, lifestyle, and family economic conditions on consumptive behavior with financial literacy as a moderating variable. The research population was 115 students of the Faculty of Economics and Business UNNES Bachelor of Economics and Accounting Education class of 2019. The sample was calculated using the Slovin formula so that a total of 89 students were obtained. The sampling technique used is simple random sampling or random sampling. Research data was collected using a questionnaire with the help of google form. The data analysis technique used is descriptive analysis and PLS Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The conclusion of this study is that the use of e-wallets and lifestyle have a positive and significant effect on consumptive behavior. The family's economic situation has no effect on consumptive behavior and financial literacy cannot weaken the relationship between e-wallet use, lifestyle and family economic conditions on consumptive behavior. Keywords: E-Wallet, Lifestyle, Family Economic Situation
ANALISIS PERBANDINGAN LINK BUDGET UNTUK MENGHITUNG PATH LOSS PADA DAERAH URBAN DAN SUBURBAN MENGGUNAKAN METODE OKUMURA HATTA Dwi Puji Astuti; Lela Nur pulaela
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 12, No 2 (2023): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v12i2.4703

Abstract

As time goes by, the development of cellular communication technology is increasing, this is related to the increasing need for cellular communication. Cellular communication propagation media uses air, propagation between sender and receiver can cause propagation losses and affect the quality of communication. Therefore we need a communication network planning. In wireless communication planning requires link budget calculation. The link budget calculation is useful for cost efficiency and building a quality communication system. Therefore, in this study, link budget calculations in urban and sub-urban areas were made using the Okumara Hatta method and simulations using Matlab software. In this study using data from various sources. The data is used to calculate the path loss value and the received power level. From the results of research using the Okumara-Hatta method, it proves that the greater the distance or distance of the MS (mobile station) to the BTS (Base Transceiver Station), the greater the path loss experienced. The carrier frequency, BTS height, and MS height also affect the starting point of the path loss.
Sukuk Issuance in Indonesia: Orientation, Opportunities, and Challenges Afief El Ashfahany; Dwi Puji Astuti; Aminudin Ma'ruf
Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mabsya.v6i1.8195

Abstract

The study aimed to analyze the orientation of Surat Berharga Syariah Negara/Sukuk (SBSN) issuance in accordance with the three main orientations (1) infrastructure development; (2) labor-intensive sector;(3) and optimizing regional potential. This research method uses secondary data qualitative methods. The results of the study indicate that the SBSN project in 2013-2022 has met the orientation towards these three main things. However, in addition to the enormous potential for SBSN to be developed, there are still challenges in developing Sukuk that labor-intensive and optimizing regional potential oriented. This research is expected to be able to increase knowledge about the orientation direction of SBSN issuance, and the results of this study are expected to be input for the Government as the party issuing SBSN and the Ministry or Institution as the recipient of SBSN financing to develop SBSN financing projects oriented to the labor-intensive sector, and optimizing regional potential because these two things can provide great opportunities in Indonesia's economic growth
Penyuluhan Kader Posyandu dan Deteksi Dini Stunting pada Balita dalam Upaya PencegahanStunting Di Desa Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati Dwi Puji Astuti; Yeni Rusyani; Ratna; Luluk Dermawan
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.41

Abstract

Abstrak Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang mayoritas terjadi pada balita di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi yaitu mencapai 32,8% pada balita. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya stunting antara lain kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sebelum, saat hamil dan setelah melahirkan sehingga dapat menyebabkan  berkurangnya dalam pengasuhan anak. Salah satu Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati yang cukup banyak masalah stunting adalah Desa Wonorejo. Pengabdian masyaraka ini menggunakan metode penyuluhan kader posyandu dan deteksi dini stunting melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan pada balita. Hasil deteksi dini stunting pada balita didapatkan sebanyak 10 responden mengalami gizi kurang (83,3%) dan 2 responden normal (16,7%). Gizi kurang karena ada 2 faktor yaitu faktor internal antara lain usia, jenis kelamin dan jumlah asupan gizi balita sedangkan faktor eksternal seperti pola asuh orang tua, faktor ekonomi keluarga dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu sebagian besar kader belum sepenuhnya memahami pentingnya stunting sehingga pengukuran berat badan dan tinggi badan tidak rutin dilaksankan pada saat kegiatan posyandu. Kesimpulan: Kader posyandu harus mengukur berat badan dan tinggi badan secara rutin setiap bulan dan mencatat pengukurannya di KMS serta dari pihak puskesmas juga diharapkan rutin untuk memantau dan membina kader. Kata Kunci: balita, kader, stunting   Abstract Stunting is a chronic nutritional problem that mostly occurs in toddlers in Indonesia. The prevalence of stunting in Indonesia is still very high, reaching 32.8% among children under five. One of the factors that causes stunting includes the mother's lack of knowledge about health and nutrition before, during pregnancy and after giving birth, which can lead to reduced child care. One of the Tlogowungu sub-districts, Pati Regency which has quite a lot of stunting problems is Wonorejo Village. This community service uses the method of counseling posyandu cadres and early detection of stunting through measuring body weight and height in toddlers. The results of early detection of stunting in toddlers showed that 10 respondents were malnourished (83.3%) and 2 respondents were normal (16.7%). Malnutrition is caused by 2 factors, namely internal factors including age, gender and the amount of nutritional intake of toddlers, while external factors such as parenting patterns, family economic factors and living environmental conditions. Therefore, most cadres do not fully understand the importance of stunting, so weight and height measurements are not routinely carried out during posyandu activities. Conclusion: Posyandu cadres must measure their weight and height regularly every month and record their measurements in the KMS and the puskesmas is also expected to routinely monitor and develop cadres.   Keywords: toddlers, cadres, stunting
Analisis Desain Ruang Belajar dan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Dwi Puji Astuti
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v5i1.5419

Abstract

Desain ruang pendidikan adalah proses terpenting PAUD. Penataan ruang kelas adalah proses mengarahkan dan mengatur semua aspek kelas untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan kognitif adalah proses penambahan keterampilan pada cara berpikir dan tingkat inteligensi atau kecerdasan. Pada dasarnya, desain ruang belajar merupakan salah satu poin terpenting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu perlu ditata ruang belajar yang menarik di PAUD. Desain ruang kelas yang menarik memudahkan anak belajar melalui bermain dan didorong oleh guru dalam enam bidang perkembangan, khususnya perkembangan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan desain ruang belajar pembelajaran dan perkembangan kognitif anak usia dini. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan nilai teoritis kepada pembaca, membantu menambah pengetahuan dalam menciptakan ruang belajar yang menarik, dan memberikan informasi tentang prinsip-prinsip dalam menciptakan ruang belajar yang menarik. Penelitian ini menggunakan literature review. Variabel penelitian ini dibagi menjadi dua variabelnya yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah desain penelitian yang menarik dan variabel terikatnya adalah perkembangan kognitif anak usia dini. Populasi penelitian menggunakan semua jurnal penelitian yang berkaitan dengan penataan ruang dan perkembangan kognitif anak usia dini. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah jurnal penelitian yang materi pokoknya adalah Merencanakan Ranah Pembelajaran yang Menarik dan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini.
Literature Review: Peran Guru BK Mengatasi Kenakalan dan Meningkatkan Kedisplinan Di SMK amin, faruq; Ananditya, Sevira; Izdihar Widiana, Fidela Sahda; Pebrianti, Amellia Diah; Dwi Puji Astuti
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.141.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan siswa dan meningkatkan kedisiplinan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif analitis, mengkaji 10 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan signifikan melalui penerapan layanan konseling individu dan kelompok, pemberian layanan informasi, serta pengembangan program pembinaan karakter. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan preventif, preservatif, dan kuratif dengan mengintegrasikan pembiasaan 5S, kegiatan keagamaan, dan penguatan positif dalam keseharian siswa. Layanan konseling kelompok dengan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) terbukti efektif menurunkan angka pelanggaran dan meningkatkan kesadaran pentingnya disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan peran guru BK memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial siswa untuk membentuk kedisiplinan yang holistik dan berkelanjutan.