Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Metode Usability Testing Untuk Mengukur Penggunaan Website Studi Kasus : Website Stmik Widya Pratama Pekalongan Jumiati, Eny; Agung B, Hari; Amanah, Amanah
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 15 No 1 (2020): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XV No. 1 April 2020
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v15i1.92

Abstract

STMIK Widya Pratama yang merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berada di Kota Pekalongan yang memanfaatkan website sebagai media untuk menyebarkan informasi baik yang berhubungan dengan kegiatan kemahasiswaan ataupun yang berhubungan informasi tentang profil perguruan tinggi itu sendiri. Penggunaan website harapanya adalah untuk memperluas jaringan informasi sehingga keberadaan STMIK Widya Pratama dapat diketahui secara lebih luas dan diketahui oleh khalayak umum. Untuk mengetahui apakah website STMIK Widya Pratama itu memiliki atribut kemudahan untuk diingat, efisiensi ataupun kemudahan untuk dipelajari, maka dilakukan pengukuran kualitas web dari sisi penggunanya dengan metode Usability testing yang terdiri dari 5 atribut 19 pertanyaan. Hasil rerata yang didapatkan dari pengukuran website https://stmik-wp.ac.id/ dengan jumlah responden 79 adalah atribut Learnability 3.21, Efficiency 3.58, Memorabiliy 3.70, Errors 2,74 dan Satifaction 3.24. Dari 5 atribut yang digunakan rata-rata menghasilkan skala penilaian 3 artinya bahwa website STMIK Widya paratama cukup memperhatikan faktor usabilitinya atau usable. Untuk memaksimumkan usablitinya perlu adanya penambahan atribut comfortably(kenyamanan) fitur yang ada terutama dalam tampilan. Kata Kunci : Pengukuran, Usability Testing, Website
PENGENALAN BAGIAN-BAGIAN TULANG MANUSIA BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK KELAS 8 DI SMP N 1 ULUJAMI Prasetiono, Slamet Joko; Jumiati, Eny; Chusnie, H.M Ali
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 13 No 2 (2018): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIII No. 2 Oktober 2018
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v13i2.173

Abstract

SMP Negeri 1 Ulujami khususnya kelas 8 dalam kegiatan belajar mengajar sistem gerak manusia mengenai bagian tulang manusia terdapat masalah yaitu minat belajar siswa yang kurang pada materi bentuk-bentuk dari tulang manusia beserta fungsinya.Untuk meningkatkan minat siswa dalam belajarmateri tersebut makaAugmented Reality merupakan gagasan yang menariksebagaimedia pembelajaran barusehingga dapat digunakansebagai media alat peraga pengenalan tulang manusia.Dengan terciptanya aplikasi pengenalan bagian-bagian tulang manusia berbasis augmented reality dapat membantu dalam proses belajar mengajar materi tulang manusia lebih baik. Melalui serangkaian tahap pengembangan dan pengujian tersebut,dari 50 responden 100% menyatakan bahwaaplikasi sesuai dengan yang diharapkan user, aplikasi menarik, mudah dipahami, dan layak dijadikan sebagai aplikasi alat peraga pengenalan bentuk tulang manusia berbasis Augmented Reality. Adapun kekurangan pada aplikasi ini belum terdapat server yang menyimpan database sistem sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya aplikasi ini dapat dikembangkan dengan ditambahkan server sebagai penyimpan data pembaruan sistem otomatis. Kata Kunci : Augmented Reality, Multimedia, Tulang Manusia
E-KATALOG KOLEKSI MUSEUM BATIK PEKALONGAN BERBASIS ANDROID Setianto, Wahyu; Sampurno, Anton; Jumiati, Eny
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 14 No 2 (2019): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIV No. 2 Oktober 2019
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v14i2.178

Abstract

Museum Batik Pekalongan merupakan institusi pemerintah dalam bentuk UPTD pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan yang sudah memanfaatkan teknologi dalam perkembangannya. Dalam pemberian informasi mengenai koleksi yang ada, Museum Batik Pekalongan menggunakan katalog sebagai media bantunya. Berdasarkan hasil wawancara, masalah yang muncul yaitu pemberian informasi berupa katalog masih banyak mengalami kesulitan terutama pada pengadaannya. Sementara yang diharapkan museum adalah katalog tetap tersedia ketika pengunjung meminta atau menanyakannya. Dengan dibuatkan aplikasi e-katalog koleksi Museum Batik Pekalongan berbasis android, diharapkan nantinya dapat membantu museum dalam pemberian informasinya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan metode waterfall yaitu komunikasi, perencanaan, perancangan, pengkodean, dan pendistribusian. Alat pengembangan sistem yang digunakan adalah Unified Modeling Language(UML) dan Lembar Kerja Tampilan (LKT). Tahap pengujian menggunakan White Box, Black Box, dan User Acceptance Test (UAT). Dari hasil UAT, dapat disimpulkan bahwa aplikasi e-katalog ini dapat membantu Museum Batik Pekalongan dalam pemberian informasi mengenai koleksi yang ada. Melalui proses tahap pengembangan dan pengujian tersebut, maka dihasilkan aplikasi e-katalog koleksi Museum Batik Pekalongan berbasis android. Untuk pengembangan lebih lanjut, diharapkan aplikasi ini memiliki fitur multiple-language sehingga dapat memberikan informasi dalam bahasa yang berbeda..Kata kunci : Aplikasi E-Katalog, Koleksi, Museum Batik Pekalongan, Android.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PONDOK PESANTREN KOTA PEKALONGAN BERBASIS WEB Jumiati, Eny; Irawan, Jusak Nugraha; Amalia, Nurul
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 14 No 1 (2019): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIV No. 1 April 2019
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v14i1.185

Abstract

Berdasarkan hasil kuesioner dari 74,2% Responden mengatakan bahwa mengalami kesulitan mencari lokasi pondok pesantren kota pekalongan dan 93,9% Respon mengatakan perlu membutuhkan informasi alamat dan lokasi pondok pesantren dengan mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah terciptanya Aplikasi Sistem Informasi Geografis Pondok Pesantren Kota Pekalongan sebagai salah satu alternatif dalam membantu masyarakat ataupun kementrian agama yang mengalami kesulitan dalam mencari lokasi dan mempermudah dalam mencari pengetahuan dengan baik dan benar. Metode pengembangan sistem yang dipakai dalam pembuatan aplikasi adalah metode pengembangan dengan pendekatan metode waterfall. Metode ini dilakukan dalam 5 tahap yaitu,,tahap wawancara, tahap perencanaan, tahap analisis, tahap perancangan, tahap implementasi. Metode pengujian sistem yang digunakan untuk menguji aplikasi ini adalah metode pengujian Ghrafcal User Interface (GUI), dan untuk pengujian pengguna menggunakan metode User Acceptance Test (UAT). Dari serangkaian metode pengembangan dan pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa Aplikasi Sistem Informasi Geografis Pondok Pesantren Kota Pekalongan sangant membantu masyarakat dan kementrian agama.Kata kunci: Sisyem, Informasi, Geografis, Pondok Pesantren, Waterfall
MEMAKSIMALKAN METODE USABILITY TESTING DENGAN PENAMBAHAN ATRIBUT COMFORTABILITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI Jumiati, Eny; Darmawan, Wachid; Wibowo, Ari Putra
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 16 No 2 (2021): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVI No. 2 Oktober 2021
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v16i2.191

Abstract

Sebuah Website memiliki peran yang cukup penting dalam membantu menyebarkan informasi bagi suatu kelompok atau masyarakat luas. Website yang bermanfaat adalah yang mampu memberikan sesuatu apa yang dibutuhkan oleh pengguna, selain itu mampu memberikan kemanfaatan bagi berlangsungnya proses bisnis yang terjadi dalam organisasi itu sendiri. Semakin banyak yang mengakses website suatu organisasi maka semakin dikenal. Demikian juga dengan STMIK Widya Pratama Pekalongan yang ingin memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat secara umum khususnya bagi mahasiswa dan seluruh karyawan dalam memenuhi permintaan informasi yang up to date melalui websitenya. Yang menjadikan pertanyaan adalah apakah website yang dimiliki oleh STMIK Widya pratama itu sebuah produk layanan yang dapat digunakan oleh pengguna serta memenuhi tanggung jawabnya dalam menyajikan antarmuka yang mudah untuk digunakan? Oleh sebab itulah pentingnya pengukuran kualitas website dengan metode usability testing dengan ditambah atribut baru berupa Comfortability bertujuan untuk lebih memaksimalkan ketergunaan(usability) dari interface yang ada dalam website tersebut. Setelah dilakukan pengujian usability dan uji selisih mutlak dapat disimpulkan 74,4% memiliki hubungan yang kuat antara usability dengan variabel bebas dan 55,4% usability dipengaruhi secara simultan oleh atribut Learnability, Efficiency, Memorability, Errors, Satifaction dan Comfortability, ini menunjukkan bahwa dengan penambahan atribut Comfortability dapat menguatkan/memaksimalkan usability dari website STMIK Widya Pratama. Untuk penelitian selanjutnya dapat diperbanyak indikator yang digunakan sehingga dapat meningkatkan nilai usabilitynya.Keyword: Usaibility Testing, Atribut Comfortble, Website
Komparasi Metode Klasifikasi Untuk Analisis Sentimen Pengguna Twitter Terhadap Penerapan Kurikulum Merdeka Darmawan, Wachid; Jumiati, Eny; Sulistiyaningsih, Riski
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 18 No 1 (2023): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVIII No. 1 April 2023
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v18i1.262

Abstract

Di Indonesia, kegiatan belajar mengajar menggunakan kurikulum yang seringkali mengalami perubahan, tujuan perubahan tersebut adalah agar sistem pendidikan yang ada menjadi lebih baik. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan saat ini yang diluncurkan dan diperkenalkan pada tahun ajaran 2022/2023. Dengan adanya kurikulum merdeka banyak pendapat (opini) yang bernada positif ataupun bernada negatif yang muncul di Twitter. Untuk mengetahui akurasi dataset yang dihasilkan dari opini yang ada menggunakan metode klasifikasi. Selain itu metode klasifikasi digunakan untuk mengetahui model klasifikasi terbaik, serta dapat mengetahui analisis sentimen yang dihasilkan dari opini yang ada. Metode yang digunakan untuk klasifikasi adalah k-Nearest Neighbor (K-NN), Naive Bayes (NB) dan Support Vector Machine (SVM). Komparasi metode ini bertujuan untuk menemukan metode terbaik dari dataset yang ada, berdasarkan hasil akurasi yang dihasilkan dari ketiga metode tersebut. Dataset tweet yang dikumpulkan sebanyak 1000 tweet, setelah data dibersihkan diperoleh 220 tweet yang terdiri dari 110 tweet positif dan 110 tweet negatif. Berdasarkan perhitungan ketiga metode dengan menggunakan tools Rapidminer didapatkan  akurasi sebagai berikut: untuk metode K-NN adalah 76,36%, akurasi metode NB adalah 70,91%,  sedangkan akurasi metode SVM adalah 62,73%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan metode K-NN mendapatkan nilai akurasi terbaik dari metode klasifikasi yang digunakan. Selain itu pada perhitungan machine learning, metode SVM menghasilkan klasifikasi terbaik dalam memprediksi, dengan kategori excellent klasifikasi sumbu Y mendekati 1.00. Tidak hanya itu penerapan kurikulum merdeka oleh masyarakat banyak ditweetkan dengan opini yang bernada negatif.  Harapan untuk penelitian kedepan adalah  dapat menambahkan jumlah dataset tweet, serta menggunakan algoritma tambahan untuk meningkatkan akurasi dari metode klasifikasi.
EVALUASI KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PEMUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT WIDYA PRATAMA jumiati, eny; Indrayanti, Indrayanti; Ika Royanti, Nur
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 19 No 2 (2024): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XIX No. 2 Oktober 2024
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v19i2.311

Abstract

Perpustakaan menjadi pusat pengetahuan di suatu institusi sebagai sarana pendukung proses akademik dan pengembangan riset. Perpustakaan perlu memiliki koleksi bahan pustaka yang lengkap dan memenuhi kebutuhan pemustaka pada transaksi peminjaman, sehingga ketersediaaan koleksi buku sangat penting dalam pelayanan perpustakaan. Di perpustakaan Institut Widya Pratama melayani peminjaman buku bagi dosen dan mahasiswa. akan tetapi terdapat beberapa transaksi peminjaman yang gagal disebabkan karena ketidakcukupan jumlah eksemplar  yang dimiliki oleh perpustakaan. Selama ini penambahan koleksi buku perpustakaan Institut Widya Pratama ditentukan  berdasarkan kebutuhan dosen dan mahasiswa dari pengajuan permintaan mahasiswa maupun  dosen ke bagian perpustakaan dengan tidak memperhitungkan perbandingan jumlah mahasiswa dan dosen yang melakukan peminjaman sehingga mengakibatkan tidak terpenuhinya rasio jumlah eksemplar buku yang tersedia dengan jumlah pemustaka. Dari permasalahan tersebut perlu dihitung rasio jumlah buku pada perpustakaan Institut Widya Pratama. Hasil perhitungan standar yang diterapkan pada perpustakaan IWIMA dengan 3 buku untuk seorang mahasiswa menghasilkan 2928 eksemplar sedangkan perhitungan standar koleksi buku yang dihasilkan sebanyak 2580 eksemplar. Dengan demikian Perpustakaan IWIMA belum memenuhi standar jumlah eksemplar yang harus dimiliki karena hanya memiliki 348 eksemplar. Kata kunci: Perpustakaan, Rasio Buku
IMPLEMENTASI ALGORITMA EOQ DAN ROP UNTUK MEMAKSIMALKAN PERSEDIAAN BENANG PADA KERAJINAN KAIN JEBLOS (KAIN ATMB): IMPLEMENTASI ALGORITMA EOQ DAN ROP UNTUK MEMAKSIMALKAN PERSEDIAAN BENANG PADA KERAJINAN KAIN JEBLOS (KAIN ATMB) Indrayanti; Jumiati, Eny; Royanti, Nur Ika
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 20 No 1 (2025): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XX No. 1 April 2025
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v20i1.334

Abstract

Industri kerajinan kain jeblos yang menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Namun, pengelolaan persediaan benang yang tidak efektif, baik karena kelebihan stok maupun kekurangan bahan baku, sering menyebabkan proses produksi terganggu. Dalam penelitian ini, metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) digunakan sebagai solusi ilmiah dalam manajemen rantai pasok untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan stok benang. Data yang digunakan berasal dari pemakaian benang selama satu tahun (2020) pada salah satu unit usaha kain jeblos. Permintaan tahunan benang tercatat sebesar 11.396,24 kg. Berdasarkan perhitungan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal setiap kali order adalah sebesar 754,86 kg, sedangkan titik pemesanan ulang (ROP) ditentukan pada saat persediaan menyentuh 221,59 kg, dengan asumsi konsumsi harian sebesar 31,66 kg dan lead time 7 hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ dan ROP dapat menurunkan total biaya persediaan tahunan dari Rp 1.752.143 menjadi Rp 1.509.717, sehingga menghasilkan penghematan sebesar ±Rp 242.425 per tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa algoritma EOQ dan ROP dapat diterapkan secara efektif dalam skala usaha kecil kerajinan kain tradisional, guna meningkatkan efisiensi biaya dan menjaga kesinambungan pasokan bahan baku.
PENGUKURAN USER EXPERIENCE (UX) SISTEM BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE UEQ DAN WAWANCARA: PENGUKURAN USER EXPERIENCE (UX) SISTEM BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE UEQ DAN WAWANCARA Jumiati, Eny; Ika Royanti, Nur; Indrayanti
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.222

Abstract

Unit Biro Administrasi Akademik (BAAK) Institut Widya Pratama memanfaatkan sistem pembelajaran RdC untuk mendukung proses akademik, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pengalaman pengguna guna memastikan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengukur User Experience (UX) pada sistem BAAK dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur untuk menggali konteks penggunaan, serta User Experience Questionnaire (UEQ) versi lengkap yang terdiri dari 26 item untuk memperoleh penilaian kuantitatif. Hasil pengukuran UEQ menunjukkan skor tinggi pada aspek Attractiveness, Efficiency, Dependability, dan Stimulation, yang mengindikasikan bahwa sistem dinilai positif secara fungsional maupun emosional. Wawancara semi-terstruktur memberikan pemahaman tambahan mengenai pain point, seperti keterbatasan pada fitur tertentu, serta saran pengembangan dari pengguna. Analisis meliputi perhitungan skor setiap item, penilaian keenam skala UEQ (Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty), serta pengujian reliabilitas untuk memastikan konsistensi instrumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna terhadap sistem BAAK berada pada kategori positif. Namun, aspek Novelty dan beberapa item bernilai negatif masih memerlukan perhatian untuk peningkatan lebih lanjut
PENGUKURAN USER EXPERIENCE (UX) SISTEM BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE UEQ DAN WAWANCARA: PENGUKURAN USER EXPERIENCE (UX) SISTEM BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE UEQ DAN WAWANCARA Jumiati, Eny; Ika Royanti, Nur; Indrayanti
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.222

Abstract

Unit Biro Administrasi Akademik (BAAK) Institut Widya Pratama memanfaatkan sistem pembelajaran RdC untuk mendukung proses akademik, sehingga diperlukan evaluasi terhadap pengalaman pengguna guna memastikan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengukur User Experience (UX) pada sistem BAAK dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur untuk menggali konteks penggunaan, serta User Experience Questionnaire (UEQ) versi lengkap yang terdiri dari 26 item untuk memperoleh penilaian kuantitatif. Hasil pengukuran UEQ menunjukkan skor tinggi pada aspek Attractiveness, Efficiency, Dependability, dan Stimulation, yang mengindikasikan bahwa sistem dinilai positif secara fungsional maupun emosional. Wawancara semi-terstruktur memberikan pemahaman tambahan mengenai pain point, seperti keterbatasan pada fitur tertentu, serta saran pengembangan dari pengguna. Analisis meliputi perhitungan skor setiap item, penilaian keenam skala UEQ (Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, dan Novelty), serta pengujian reliabilitas untuk memastikan konsistensi instrumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna terhadap sistem BAAK berada pada kategori positif. Namun, aspek Novelty dan beberapa item bernilai negatif masih memerlukan perhatian untuk peningkatan lebih lanjut