Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perbandingan Zat Penyusun Dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Energi Alternatif Biogas Susetyo, Nasyiruloh Dwi; Rhohman, Fatkur; Ilham, M. Muslimin
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i2.14185

Abstract

Limbah padat dan cair pada pembuatan tahu cukup menggangu masyarakat. Pembuatan tahu di kediri masih menggunakan cara tradisional sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan baku) dirasakan masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Bioenergy merupakan sumber energi yang dihasilkan oleh sumber daya hayati seperti tumbuh - tumbuhan, minyak nabati, dan limbah peternakan dan pertanian. Jenis energi yang dihasilkan berupa energi dalam bentuk gas, cair, atau padat. Energi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menghasilkan panas, gerak, dan listrik tergantung pada alat yang digunakan dan kebutuhan pengguna. Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari aktivitas bakteri metanogenik pada kondisi anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik. Biogas merupakan produk dari pendegradasian substrat organik secara anaerobik. Karena proses ini menggunakan kinerja campuran mikroorganisme dan tergantung terhadap berbagai faktor seperti suhu, pH, hydraulic retention, rasio C:N dan sebagainya sehingga proses ini berjalan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui erbandingan zat penyusun dalam pemanfaatan limbah cair produksi tahu sebagai energi alternatif biogas. Untuk membuat biogas alat yang digunakan antara lain: Digester dan manometer. Bahan baku yang digunakan untuk komposisi pertama adalah limbah tahu cairan pertama 30 liter dengan 50 ml Em4 dan air kelapa 2 liter. Sedangkan untuk komposisi kedua adalah limbah tahu cairan pertama sebanyak 30 liter dengan 50 ml Em4 dan molase 500 ml. Data diambil selama 14 hari dengan pengamatan dilakukan setiap hari. Dari hasil uji prasyarat normalitas, diperoleh bahwa kedua data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji prasyarat homogenitas, dinyatakan bahwa data bersifat homogen. Karena yang dibandingkan adalah 2 data, maka cukup menggunakan Uji-T. Dari hasil Uji-T, diperoleh bahwa komposisi kedua lebih baik daripada komposisi pertama. Sehingga daat disimpulkan bahwa pembuatan biogas dari limbah cair yang ditambahkan dengan molase memberikan hasil yang lebih baik daripada pembuatan biogas dari limbah cair tahu ditambah dengan air kelapa.
Pengaruh Penambahan Bahan Campuran Dalam Proses Biogas Limbah Cair Tahu Wahyudi, Ali; Istiqlaliyah , Hesti; Ilham, M. Muslimin
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i2.14189

Abstract

Salah satu alternatif penanganan limbah industri tahu yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengubah limbah industri tahu menjadi bahan bakar alternatif berupa biogas. Mekanisme pembuatan biogas dengan proses anaerobic digestion menggunakan bahan baku limbah cair tahu dengan biodigester berkapasitas 200 liter. Bahan baku limbah cair tahu dicampurkan dengan variasi komposisi yang berbeda ialah komposisi alami, komposisi organik dan komposisi kimia. Komposisi masing-masing berupa kotoran sapi 20 kg, cairan kimia EM4 2 liter dan alami dengan tidak ada penambahan. Bahan baku yang sudah dicampurkan selanjutnya dimasukkan ke dalam ruang digester. Lamanya waktu fermentasi selama 20 hari hingga di dapatkan data penelitian mengenahi temperatur dan tekanan biogas. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan temperatur dan tekanan pada proses anaerobic digestion. Dimana peningkatan tertinggi terdapat pada komposisi kimia pada hari ke 17 hingga hari ke 20 dengan temperatur 30C dan tekanan maksimum adalah 18cm = 0,018 N/m2 diperoleh dari selisih kolom air. Komposisi organik dengan temperatur 29oC dan tekanan selisih kolom air 17cm = 0,017 N/m2. Hasil terendah terdapat pada komposisi alami dengan temperatur 26oC dengan tekanan selisih kolom air 4cm = 0,04 N/m2. Jika tidak menggunakan bahan campuran maka biogas akan lama diproduksi.
Rancang Bangun Transmisi Daya Perajang Talas Kapasitas 60 Kg/Jam Winarko, Ahcmad Sammy; Ilham, M. Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.4997

Abstract

Talas sutera (Colocasia esculenta L) adalah jenis talas yang populer dan dapat diolah menjadi keripik. Cara pembuatan dan pengolahan talas pada industri kecil yang masih menggunakan metode manual dalam proses perajangan talas berdampak pada efisiensi waktu dan jumlah produksi. Tujuan pembuatan mesin perajang talas adalah untuk membuat mesin yang dapat digunakan oleh orang- orang yang memiliki industri keripik talas dalam skala kecil dan memungkinkan proses perajangan menjadi lebih cepat dengan daya yang tepat. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa perancangan transmisi daya menggunakan motor penggerak putaran 1400 rpm 1/4 hp dengan daya rencana (0,186 KW) yang ditransmisikan dari puli satu 50 mm ke puli dua 250 mm, dan v belt ukuran A52 menghasilkan putaran sebesar 280 rpm di dapatilah hasil rajangan yang diinginkan.
Analisa Kekuatan Rangka Mesin Perajang Talas Semi Otomatis Kapasitas 60 Kg/Jam Zulkarnain, Fauzi Ahmad; Ilham, M. Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5004

Abstract

Talas kaya akan zat gizi mikro dan makro, dan tubuh paling mudah mencernanya. Makanan ringan seperti keripik talas, yang tradisional dan terus berkembang, menduduki peringkat kedua terbesar setelah industri hasil pertanian. Ini secara tidak langsung mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut. Masih yang dibuat secara manual, seperti alat pasrahan, menghalangi alat masyarakat manual. Alat ini menghadapi beberapa masalah bagi masyarakat manual, sehingga hasilnya tidak seoptimal yang diharapkan. Von Mises Stress,Displacemen dan Safety Factor 3 variabel, beban 21 kg pada ketebalan 3 mm memiliki minimum 0,00142585 MPa dan maksimum 2,5545 MPa; beban pada ketebalan 4 mm memiliki minimum 0,000862309 MPa dan maksimum 3,82898 MPa; dan beban pada ketebalan 5 mm memiliki minimum 0,000911604 MPa dan maksimum 5,71793 MPa. Menurut hasil dispersi 3 variabel, beban 21 kg pada ketebalan 3 mm memiliki minimum 0 mm dan maksimum 0,0123865 mm.
Rancang Bangun Pendorong Semi Otomatis Perajang Talas Kapasitas 60 Kg/Jam Mochammad Reiza Fahlefi Madjid; Ilham, M. Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5032

Abstract

Alat pendorong pada mesin perajang talas merupakan komponen yang berfungsi untuk mendorong talas menuju ke piringan pisau agar bisa menuju ke pisau perajang. Metode dalam pencangan ini adalah menggunakan metode eksperimen dengan desain. Eksperimental desain merupakan yaitu melakukan pengukuran, pengamatan, serta perhitungan terhadap mesin yang di rancang. Cara kerja pendorong pada mesin perajang talas yaitu yang pertama menarik tuas pendorong sampai mengenai saklar/switch pada belakang pegas. Setelah mengenai saklar, otomatis timer delay relay menyala dan waktu bisa di setting sesuai kebutuhan merajang talas. Setelah itu talas akan terdorong ke piringan pisau. Jika pendorong sudah tidak digunakan, maka mesin akan otomatis mati sesuai settingan timer delay relay
Analisa Pengaruh Kalor Yang Dihasilkan Dari Bahan Bakar Oli Bekas Dan Minyak Jelantah Rico Yusfa Pratama; Ilham, M. Muslimin
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/155tqg24

Abstract

Oli bekas salah satu limbah cair yang dihasilkan oleh mesin, baik mesin di industri besar maupun mesin kendaraan pribadi. Minyak jelantah juga merupakan contoh dari limbah cair yang kurang optimal pengolahannya. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer. Didapatkan dengan cara observasi atau melakukan pengujian dengan kalorimeter. Hasil dari Pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS Statistics dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh kalor yang dihasilkan dari bahan bakar oli bekas dan minyak jelantah terdapat perbedaan dengan tingkat signifikasi 0,004 < 0,05. Dikarenakan pada pegujian terdapat perbedaan antara campuran oli bekas yg banyak dan yang sedikit dalam penurunan suhunya.
Meningkatkan kinerja usaha kecil menengah dengan pendekatan value engineering Ilham, M. Muslimin; Suzantho, Ferry; Surahmad, Surahmad; Achmadi, Fuad
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12294

Abstract

Saat ini, penggunaan value engineering sudah dilakukan diberbagai bidang usaha. Tidak hanya perusahaan yang besar, tetapi UKM yang berada di daerah juga sudah mulai mengenal metode pengelolaan usaha dengan value engineering. Penelitian ini berupaya menjawab masalah tentang bagaimana cara agar UKM dapat meningkatkan kinerjanya berdasarkan pendekatan Value Engineering. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dari kegiatan penelitian, diperoleh simpulan sebagai berikut. (1) Penerapan metode Rekayasa Nilai pada UKM Pagar Besi dapat menyelesaikan solusi yang lebih baik dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan. (2) Berdasarkan alternative kombinasi metode kerja yang dibuat maka, alternatif penerapan rekayasa nilai yang terpilih. Karena penerapan rekayasa nilai ini mempunyai keuntungan-keuntungan antara lain: (a) Proses produksi cepat, (b) Pengerjaan rapi, (c) Harga jual lebih tinggi. Sedangkan spesifikasi teknik yang dimiliki oleh alternatif Value Engineering yang akan dijalankan adalah sebagai berikut : (a) Proses kerjanya tidak membutuhkan waktu lama untuk pembuatan 1 unit pagar besi minimalis. Untuk ukuran 8m2 hanya dibutuhkan waktu 2 hari. (b) Mutu dan kwalitas yang disyaratkan mempunyai bentuk yang sempurna dan tidak cacat. (c) Sambungan bagian pengelasan tidak mudah patah oleh benturan/pukulan. (3) Pengurangan biaya dapat dilakukan pada metode Value Engineering, karena perubahan metode baru pada proses produksi pembuatan pagar besi minimalis mempengaruhi pengurangan biaya-biaya tenaga kerja. Pengurangan biaya tersebut akan mempengaruhi naiknya peningkatan performance yang lebih tinggi dari produk, sehingga nilai dari produk menjadi naik, maka mempengaruhi harga jual menjadi tinggi.
Analisis gaya dan daya pada alat pengaduk mesin kristalisasi jahe dengan kapasitas 5 kg/jam Setyowidodo, Irwan; Fatkur Rhohman; Pramesti, Yasinta Sindy; Ilham, M. Muslimin
Jurnal Mesin Nusantara Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v6i1.19929

Abstract

Red ginger is a plant that is easy to grow in Indonesia and is well known as a spice plant and can be found in many plantation farmers, such as in Kediri Regency, Kepung District, Besowo Village. One of the preparations of red ginger that local residents are involved in is making instant herbal medicine. The processing of instant herbal medicine with red ginger as raw material includes the process of washing, grating, squeezing, and cooking so that the final result is crystallized red ginger. The focus of discussion in this article is the mixing process. The design of this mixing machine uses a power of 0.5 HP and a rotation of 1400 rpm to mix 5 kg/hour of red ginger dough. This stirring process takes 60 to 80 minutes until red ginger crystals form.
Analisa Perbandingan Putaran Pada Alat Pencacah Daun Kering Terhadap Hasil Cacahan Reno, Reno; Ilham, M. Muslimin; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.91

Abstract

Alat pencacah daun kering ini digunakan sebagai alat pencacah daun kering di mana daun yang sudah di cacah dengan alat tersebut akan digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Penelitian ini dilakukan dengan memodifikasi alat sebelumnya, yaitu mengubah dan membandingkan pulley supaya putaran yang dihasilkan lebih cepat dan mengurangi getaran pada mesin. Perbandingan ukuran pulley yang digunakan yaitu ada tiga macam 10:30, 15:30, 20:30, dari perbandingan pulley diatas yang cacahan lebih maksimal adalah pulley berukuran 10 cm menghasilkan cacahan rata rata 6,3 mm, tersebut sudah memenuhi kriteria dalam pupuk organik .
Modifikasi Alat Pencacah Daun Kering Dengan Penambahan Saringan Khoironi, M. Nizar; Ilham, M. Muslimin; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.98

Abstract

Semakin ketatnya dalam dunia industri, semua pekerjaan dituntut semakin cepat dan tepat. Salah satunya adalah proses produksi daur ulang, Pada umumnya proses daur ulang di buat guna mengurangi polusi atau sampah dan di lakukan untuk membuat barang yang tidak mempunyai nilai ekonomis menjadi berharga atau berguna. Melihat adanya peluang untuk dibuat dan diinovasi dari proses daur ulang maka Alat pencacah daun kering otomatis cukup praktis dan efisien untuk digunakan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan perancangan. Perancangan penambahan saringan pada alat pencacah daun kering ini difokuskan dalam kebutuhan hasil cacahan daun kering yang merata sama, lebih lembut dan efisien. Modifikasi perancangan alat ini dibuat untuk menghasilkan cacahan dengan ukuran yang memenuhi kriteria pembuatan kompos dengan ukuran lubang saringan 7 mm.