Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN E-MARKETSPACE SEBAGAI MODEL PROMOSI DI ERA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK LOKAL KEPADA GENERASI MUDA Prasetya Nugeraha; Junaidi Junaidi; Muhammad Guntur Purboyo
Nengah Nyappur Vol. 1 No. 1 (2022): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

e-market place diperlukan dalam membantu penjualan produk lokal. Sehingga diperlukan keahlian digital marketing yang diinisiasi oleh generasi muda. Dalam pelatihan ini, tim akan menerapkan model E-Marketspace kepada peserta. Model ini memanfaatkan konsumsi media online yang tinggi dari masyarakat sehingga menjadikannya sebagai alat marketing para pebisnis. Penerapan keilmuan bisnis dibidang teknologi ini yang masih kurang dapat diterapkan oleh masyarakat desa. Maka dari itu, pelatihan ini akan membuat peserta pelatihan untuk membuat dan mendesain web online ataupun media bisnis online. Setelah peserta memiliki media online, barulah tim akan memberikan treatment tentang keilmuan bisnis kepada peserta. Hasil pelatihan ini diharapkan akan memberikan saluran distribusi baru bagi bubuk lokal yang sudah diproduksi oleh masyarakat dan menjadi arahan bagi pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memfasilitasi penjualan secara online di level nasional dan internasional
POLA PEMBERDAYAAN DENGAN MEMANFAATKAN LKMD UNTUK MENGELOLA POTENSI PERDESAAN: Lokus Kegiatan pada Desa Asahan Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi; Prasetya Nugraha
Nengah Nyappur Vol. 2 No. 1 (2023): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v2i1.41

Abstract

Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) merupakan unit pelayanan pemerintahan terkecil yang ada di desa. RT/RW memiliki peran sebagai perpanjang tanganan pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan desa secara maksimal (Permendagri no. 18 tahun 2018). Penerapan peran dan fungsi RT/RW ataupun masyarakat di wilayahnya akan berdampak besar bagi program-program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik dalam skala desa maupun skala nasional. Selama ini, RT/RW sudah digerakkan oleh pemerintah desa. Namun, hanya sebatas sebagai jabatan administratif, sehingga peran dan fungsinya tidak memiliki dampak maksimal dalam pembangunan. Oleh karena itu, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas RT/RW dalam mengelola potensi wilayahnya. Pengabdian ini diimplementasikan dengan sosialisasi dan latihan penyusunan kanvas model bisnis yang dilakukan secara berkelompok. Proses evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan dua pendekatan yakni kualitatif dan kuantitatif. pendekatan kuantitatif mnggunakan metode post-test dan pre-test. semantata pendekatan kualitatif memanfaatkan kanvas model bisnis untuk diisi secara berkelompok yang kemudian akan diamati dinamikanya oleh tim pengabdian. Proses evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan dua pendekatan yakni kuantitatif (pre dan post test) dan kualitiatif (Kanvas Model Bisnis). Berdasarkan evaluasi Kuntitatif secara unum terjadi peningkatan pemehaman sebesar 10,3 persen. Sedangkan secara kualitatif peserta berhasil Menyusun 3 model rencana bisnis untuk BUM Desa dan Desanya.
Komodifikasi sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan Tupping dengan Memanfaatkan Fungsi Komunitas Lokal di Desa Palembapang, Lampung Selatan Branden Jaya Tivantara; Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi; Alamsyah Alamsyah; Tatang Hermawan
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.63

Abstract

Desa Palembapang memiliki potensi kebudayaan yang menonjol, salah satunya adalah kebudayaan tupping. Eksistensi kebudayaan direpresentasikan dengan aktifnya komunitas lokal kebudayaan, yaitu Sanggar Sai Buay. Namun, aktivitas kebudayaan yang aktif tidak selaras dengan agenda regenerasi kebudayaan di Desa Palembapang. Kebudayaan tupping memiliki nilai sakral sehingga hanya bisa diakses oleh hierarki adat Lampung tertentu. Hal ini juga menyebabkan keterpinggiran kebudayaan tupping tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya komodifikasi tupping agar kebudayaan tupping dapat diakses oleh siapa pun tanpa menghilangkan esensi kebudayaan tupping itu sendiri. Pengabdian oleh tim HMJ Sosiologi Universitas Lampung ini akan menjawab problematika tersebut dengan menawarkan kegiatan berupa pelatihan pembuatan inovasi tupping dengan bahan dasar kertas. Metode evaluasi pada kegiatan ini adalah dengan menggunakan evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Metode evaluasi kuantitatif menggunakan evaluasi pre-test dan post-test dan evaluasi kualitatif menggunakan pengamatan saat proses praktik berlangsung dengan memperhatikan setiap detail dinamika kegiatan. Hasil evaluasi kuantitatif terdapat peningkatan pemahaman peserta sebesar 20,8% terkait wawasan tupping. Sedangkan evaluasi kualitatif adalah peserta dapat mempraktikkan pembuatan tupping dengan sangat baik sekaligus terdapat stimulasi untuk menambah inovasi tupping. Sehingga kegiatan ini akan meningkatkan peluang regenerasi pelaku pengrajin tupping di Desa Palembapang, Kalianda, Lampung Selatan. Kata Kunci: kebudayaan tupping, komodifikasi tupping, regenerasi
Optimalisasi Proses Preservasi dan Konservasi Berbasis pada Tradisi Lokal di Museum Kekhatuan Semaka Ifaty Fadliliana Sari; Muhammad Guntur Purboyo; Bartoven Vivit Nurdin; Azis Amriwan
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.65

Abstract

Museum Kekhatuan Semaka merupakan museum yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Pemeliharaan terhadap benda-benda peninggalan bersejarah dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan lokal masyarakat yang telah menjadi tradisi turun-temurun warisan nenek moyang. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi lokal yang diterapkan dalam proses preservasi dan konservasi benda-benda di museum adat tersebut. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi dalam bentuk ceramah dan diskusi. Selain itu, pendampingan kepada para pengelola museum juga dilaksanakan sebagai bentuk optimalisasi. Hasilnya, masyarakat adat di Desa Sanggi Unggak Kabupaten Tanggamus mempunyai cara-cara tradisonal dalam merawat benda-benda di museum. Kegiatan preservasi dan konservasi telah dilakukan secara berkala dan sederhana dengan menggunakan bahan maupun alat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Para pengelola museum adat juga menyelenggarakan acara-acara adat yang melibatkan masyarakat lokal yang dikemas dalam bentuk ritual adat untuk membersihkan benda-benda bersejarah. Ritual adat ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya Lampung.
Penerapan Prinsip Ekowisata Berkelanjutan dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Kunjir Kabupaten Lampung Selatan Junaidi Junaidi; Anita Damayantie; Azis Amriwan; Handi Mulyaningsih; Muhammad Guntur Purboyo; Imam Mahmud
Nengah Nyappur Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v5i1.107

Abstract

Kunjir Village South Lampung Regency possesses considerable ecotourism potential through its coastal ecosystems, coral reefs, local culture, and community-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, the management of these resources has not been fully optimized due to limited public understanding of sustainable ecotourism principles, weak institutional capacity, and insufficient community participation in tourism management. This community service program aimed to strengthen community capacity in implementing sustainable ecotourism principles using a participatory approach. The activities consisted of field observation, Focus Group Discussions (FGD), brainstorming sessions, village potential mapping, training, and mentoring involving village officials, tourism managers, MSMEs, and local communities. Program evaluation was conducted through qualitative pre-test and post-test assessments to identify changes in participants' understanding. The results indicate significant improvement in community knowledge regarding environmental conservation, community empowerment, sustainable tourism management, and stakeholder collaboration. Furthermore, the program successfully identified the village's natural, cultural, historical, and creative economic assets that can be integrated into sustainable ecotourism packages. The program also generated strategic recommendations for strengthening local institutions, improving MSME competitiveness, and enhancing destination governance to support Kunjir Village as a sustainable and competitive ecotourism destination.
KEBIJAKAN PELAYANAN DAN TRUST TERHADAP MINAT MEMBAYAR ZAKAT DI BAZNAS KOTA BANDARLAMPUNG Selva Okta Ramdani; Muhammad Guntur Purboyo; Ifaty Fadliliana SAri
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan pelayanan dan kepercayaan (trust) berperan dalam meningkatkan minat masyarakat menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung. Latar belakang kajian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara besarnya potensi zakat dengan jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh lembaga. Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zakat maal masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 60%, disertai dengan rendahnya tingkat kepercayaan serta persepsi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh lembaga zakat. Metode yang digunakan ialah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yakni masyarakat muslim Kota Bandar Lampung yang berpotensi sebagai muzakki, dengan jumlah sampel 100 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari lembaga dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis baik secara parsial (uji t) maupun simultan (uji F). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelayanan dan trust memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat membayar zakat maal sebesar 0,007 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 38,7% variasi minat muzakki, sedangkan 61,3% dipengaruhi faktor lain. Indikator paling dominan memengaruhi minat muzakki membayar zakat maal melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung adalah profesionalisme (69%) dan kejujuran (56,57%). Profesionalisme petugas yang mampu melayani dengan baik serta kejujuran lembaga dalam menyampaikan laporan keuangan terbukti meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penelitian ini, penguatan pada profesionalisme dan kejujuran perlu menjadi prioritas utama dalam meningkatkan minat mauzakki membayar zakat maal melalui lembaga resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Sustainable Development: A Policy Model of Environmental in Kampung Hijau Bandar Lampung Junaidi Junaidi; Muhammad Guntur Purboyo Muhammad Guntur Purboyo; Azis Amriwan Azis Amriwan; Usman Raidar Usman Raidar; Yuni Ratnasari Yuni Ratnasari; Teuku Fahmi Teuku Fahmi
JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/govsci.v6i2.131

Abstract

The sustainable development model can provide space for changes that can create prosperity for society. Therefore, consistency in implementing sustainable development must be supported by a more concrete policy direction at the empirical level. The aim is to be an instrument in realizing prosperity in the context of sustainable development. Therefore, the study of the Kampung Hijau sustainable development model is important. This study was conducted through a literature review supported by a qualitative approach with a case study method. Therefore, the data sources in this study are mostly secondary data. However, to observe the conditions empirically, this research is still supported by primary data obtained through interviews and observations. This study further explores how sustainable development can serve as an analytical tool in research. The results of this study indicate that, at the practical level, the Kampung Hijau development model, particularly in Teluk Betung Selatan District, provides space for community welfare. Therefore, this development model can be used as a more concrete and broader policy direction in realizing the development model in certain areas, such as slums and rural areas.