Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Motivasi Kerja Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Karyawan Rosti Setiawati; Indah Bernita
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.58

Abstract

Analysis of Work Motivation in an Effort to Improve Employee Work Discipline: A Case Study of Employees at the Primkoppol Satbrimob Polda Jabar, Sumedang Regency Research. This study aims to determine the work motivation and work discipline of employees at the Primkoppol Satbrimob Polda Jabar and the efforts cooperatives should take to provide work motivation to improve employee discipline. The research method used a case study, describing each indicator of employee work motivation and discipline. Data collection included observation, interviews, and questionnaires on employee work motivation and discipline, as well as literature review. The results of the study indicate that work motivation plays a crucial role in improving employee work discipline, and that employee work discipline at the Primkoppol Satbrimob Polda Jabar is quite good.
Bimbingan Teknis Penanganan Kasus Hukum Koperasi: Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam Mengelola Kegiatan Usaha Koperasi Melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan Lembaga Sertifikasi Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dengan materi Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam Mengelola Kegiatan Usaha yang Dilakukan oleh Koperasi Melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan dari Lembaga Sertifikasi yang Membidangi Koperasi dilaksanakan agar para peserta dapat lebih memahami tentang pentingnya Pengurus dan Pengawas memiliki sertifikasi kompetensi. Dengan demikian mereka memahami bukan sekedar menjadi Pengurus dan Pengawas Koperasi saja, tetapi mereka perlu mengikuti uji kompetensi yang bersertifikasi agar dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan mengikuti aturan yang berlaku serta diakui kompetensinya. Output kegiatan ini adalah agar 30 Pengurus dan Pengawas KSP dan USP Koperasi se Provinsi Jawa Barat yang mengikuti bimtek ini dapat menjalankan tugasnya secara hati-hati dan bertanggung jawab terhadap para anggota Koperasi sebagai penyimpan dan peminjam dana. Outcome kegiatan ini adalah agar para Pengurus dan Pengawas Koperasi khususnya Koperasi yang bergerak dalam kegiatan simpan pinjam (KSP/USP Koperasi) se-Jawa Barat memiliki kompetensi yang sudah tersertifikasi. Untuk mencapai tujuan dari kegiatan pelatihan ini dilakukan melalui penjelasan tentang materi pentingnya sertifikasi, tugas dan kewajiban sebagai Pengurus dan Pengawas dilanjutkan contoh pemecahan kasus yang relevan, sehingga mengundang diskusi untuk dapat menghasilkan solusi dari berbagai permasalahan yang ada pada Pengurus dan Pengawas dalam melaksanakan tugasnya.
Pendidikan Perkoperasian dan Kelembagaan Koperasi bagi Anggota Baru dan Calon Anggota KKBSK (Koperasi Guru Karyawan SMK Koperasi) di Yogyakarta Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prinsip Koperasi adalah pendidikan perkoperasian di antaranya pendidikan bagi anggota Koperasi, artinya seorang anggota Koperasi harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perkoperasian, apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang anggota Koperasi, sehingga anggota Koperasi dapat berpartisipasi aktif dalam Koperasi. Pendidikan perkoperasian sangat penting bagi anggota, karena dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap koperasi sebagai badan usaha milik anggota dan anggota mau melakukan transaksi pada Koperasi dengan posisi sebagai pelanggan Koperasi dalam memenuhi kebutuhannya. Anggota memiliki pengetahuan tentang pembeda antara menjadi anggota dan tidak menjadi anggota Koperasi, serta manfaat apa yang dapat diperoleh anggota dengan mereka bergabung dalam Koperasi. Kemajuan atau berhasilnya usaha Koperasi tergantung dari partisipasi anggota, karena falsafah Koperasi dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Sehingga anggota Koperasi sangat memerlukan pemahaman tentang dasar perkoperasian dan kelembagaan koperasi. Pelatihan Pendidikan Perkoperasian ini merupakan Kerjasama antara Universitas Koperasi Indonesia dengan SMK Koperasi Yogyakarta-Yapendikopyo (Yayasan Pendidikan Koperasi Yogyakarta). Metode pelatihan dilakukan dengan pendekatan Pendidikan untuk orang dewasa, dimulai dengan pemaparan materi melalui ceramah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta pelatihan sangat antusias sekali, karena selain pengetahuan yang didapat untuk dijadikan bekal dalam posisi menjadi anggota Koperasi dan menjadi bekal dalam posisi sebagai guru atau tenaga pengajar di SMK Koperasi Yogyakarta.
Pelatihan Analisis Aspek Kelayakan Usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih Wilayah Jakarta Barat Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) didesain sebagai motor penggerak ekonomi lokal berbasis gotong royong dan sistem ekonomi Pancasila. Untuk menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat, KKMP membentuk berbagai gerai usaha strategis, seperti Gerai Sembako (penyedia bahan kebutuhan pokok dengan harga khusus/kompetitif, Gerai Logistik/ Distribusi (penyaluran barang kebutuhan pokok dan hasil produksi lokal) Gerai Pergudangan/Cold Storage (pusat penyimpanan modern, menjaga kualitas pangan dan produk UMKM), dan sebagainya. Setiap gerai dirancang saling terhubung (integrated business model) untuk dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang kuat, mandiri dan berkelanjutan. Pemahaman dan keterampilan Pengurus KKMP yang berjumlah 30 orang dari wilayah Jakarta Barat dapat menganalisis mengenai aspek-aspek kelayakan usaha seperti Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Teknis dan Operasional, Aspek Manajemen dan Organisasi, Aspek Keuangan, Aspek Dampak Sosial dan Lingkungan serta Aspek Risiko dan Kepatuhan, sehingga dapat menyusun proposal usaha KKMP yang terstruktur, komprehensif dan siap diajukan kepada pihak terkait dan pada akhirnya dapat dihasilkan draft proposal nyata dari masing-masing gerai sebagai output praktis dari pelatihan ini.
Pendidikan dan Pelatihan Filsafat dan Jatidiri Koperasi Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dengan materi Perkoperasian (Filsafat dan Jatidiri koperasi) bertujuan agar para pegawai, khususnya para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Koperasi yang memiliki latar belakang Pendidikan dari berbagai ilmu harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perkoperasian, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan yang pastinya selalu berhubungan dengan pengembangan koperasi. Output dari kegiatan ini adalah agar 15 orang Aparatur Sipil Negara yang baru diterima jadi pegawai di Lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dapat memahami tentang perkoperasian khususnya memahami tentang Filsafat Koperasi dan Jatidiri Koperasi juga dapat berpartisipasi aktif dalam koperasi serta dalam mengembangkan koperasi. Pendidikan perkoperasian sangat penting bagi para Aparatur Sipil Negara agar dapat meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugasnya, sehingga pembinaan terhadap usaha kecil dan koperasi dapat berjalan secara efektif. Sehingga Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat sangat memerlukan pemahaman tentang perkoperasian khususnya dari sisi filsafat dan jatidiri koperasi. Dengan demikian kompetensi dan keterampilan ASN di lingkungan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat menjadi sangat diperlukan dalam membina dan memajukan perkoperasian di Provinsi Jawa Barat.
Pelatihan Perkoperasian Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi bagi Pengelola Koperasi se Jawa Barat Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman yang di dalamnya berisi aturan yang mengikat dan mengatur aktivitas anggota koperasi dalam menjalankan organisasinya tercakup dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Peraturan penting yang menjadi dasar peraturan yang lain bagi suatu Koperasi disebut Anggaran Dasar Koperasi, sedangkan yang menjadi peraturan pelaksanaan dari Anggaran Dasar Koperasi disebut Anggaran Rumah Tangga Koperasi. AD/ART melibatkan pengaturan mekanisme kerja di dalam organisasi, memberikan penjelasan secara rinci tentang tata kehidupan organisasi Koperasi yang terstruktur serta berfungsi sebagai pedoman utama untuk setiap aspek usaha, manajemen, keuangan dan teknis organisasi Koperasi bagi Pengurus, Pengawas, Manajer serta seluruh anggota Koperasi. AD/ART Koperasi memuat ketentuan yang akan menjadi dasar kehidupan suatu organisasi Koperasi. AD/ART Koperasi menjadi pedoman baik bagi Pengurus, Pengawas, Manajer maupun anggota Koperasi. Siapapun yang terikat dalam Koperasi harusmengikuti pedoman pada AD/ART Koperasi. Oleh karena itu AD/ART Koperasi merupakan pedoman utama untuk menjalankan organisasi Koperasi, yang di dalamnya berisi peraturan untuk semua anggota Koperasi dalam menjalankan aktivitasnya.