Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Analisis Keberadaan Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Daerah Lombok Tengah Windhari, Gusti Ayu Esty; Atmaja, I Gde Dharma
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.896

Abstract

Penyelidikan air tanah dibutuhkan untuk mengetahui ketersediaan air baku di daerah penelitian yaitu Kabupaten Lombok Tengah. Metode geofisika menggunakan alat geolistrik dapat diaplikasikan utuk mendapat gambaran kondisi geologi bawah permukaan terkait persediaan air baku. Metode ini mempelajari sifat aliran listrik di bumi dan menggambungkannya dengan nilai resistivitas. Penelitian dilakukan menggunakan konfiguasi Schlumberger yang selanjutnya diolah dengan software IPI2Win dan Progress untuk mendapatkan nilai tahanan jenis yang sebenarnya. Dari nilai resistivity di 5 (lima) Desa yaitu Desa Selebung, Desa Barabali, Desa Mertak Tombok, Desa Banyu Urip, dan Desa Mangkung Kabupaten Lombok Tengahdapat diperkirakan kondisi air tanah adalah lapisan akuifer air tawar (fresh water). Hasil interpretasi data geolistrik, menunjukkan adanya keberadaan lapisan muka air (akuifer) pada kedalaman sekitar 12 meter – 28 meter.
Interpretasi Kondisi Hidrogeologi Bawah Permukaan Tanah Untuk Galian Bor Di Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah Atmaja, I Gde Dharma; Windhari, Gusti Ayu Esty
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.898

Abstract

Kondisi geologi dan keadaan topografi suatu wilayah akan sangat menentukan keberadaan lapisan pembawa air (aquifer) dalam tanah. Geomorfologi yang tidak merata menyebabkan lapisan pembawa air tanah sangat bervariasi dan tidak menyebar rata. Penyelidikan menggunakan geolistrik dilakukan untuk dapat mengiterpretasikan hidrogeologi bawah pemukaan tanah terkait lapisan akuifer untuk kepentingan penggalian bor air tanah. Hidrogeologi Pulau Lombok daerah penelitian termasuk dalam zona akuifer produktif. Sedangkan, jika ditinjau dari Peta Geologi Lembar Pulau Lombok, jenis batuan yaitu breksi, breksi gampingan dan endapan gunungapi tua sedangkan geomorfologi termasuk dalam satuan geomorfologi daerah perbukitan, berelief halus dengan kemiringan lereng antara 5? hingga 15?.Berdasarkan data hasil korelasi pendugaan geolistrik di Desa Ganti, Praya Timur menunjukkan lapisan air tanah berada pada kedalaman 10.03 m dengan nilai resistivity antara 2.77 – 37.60 Ohm.m. Dari nilai resistivity dapat diperkirakan kondisi air tanah adalah lapisan akuifer air tawar (fresh water).
Kajian Teknis Jalan Anggkut Tambang Pada Penambangan Batu Andesit Di PT. Citra Nursa Persada Ramadhan, Sahrul; Windhari, Gusti Ayu Esty; Atmaja, I Gde Dharma; Syauqie, Achmad
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.900

Abstract

PT. Citra Nusra Persada (CNP) merupakan salah satu perusahaan penambangan batu andesit yang bergerak dalam bidang jasa kontruksi jalan dan jembatan. Kondisi geometri jalan angkut yang baik dapat menunjang kelancaran operasi penambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan. Medan berat yang mungkin terdapat di sepanjang rute jalan tambang harus diatasi dengan mengubah rancangan jalan untuk meningkatkan aspek manfaat dan keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, metode field research yaitu mengumpulkan data dengan mengidentifikasi parameter saat penelitian dilapangan dan perusahaan, menjadikan parameter sebagai panduan untuk mengumpulkan data sekunder yang bersumber dari perusahaan. Geometri jalan angkut pada perusahaan ini cukup baik dengan lebar jalan angkut ideal sebesar 7 m dan lebar jalan angkut pada tikungan adalah sebesar 14 m.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah dengan Metode Geolistrik Wenner Schlumberger Windhari, Gusti Ayu Esty; Atmaja, I Gde Dharma; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan di Dusun Sade dan Desa Rembitan, Lombok Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode ini dipilih karena kemampuannya memberikan data resistivitas semu yang rinci, memungkinkan interpretasi litologi dan identifikasi zona akuifer. Hasil pengolahan data menunjukkan tujuh lapisan bawah permukaan di Dusun Sade, dengan zona akuifer dangkal pada kedalaman 13,65–23,68 m dan akuifer dalam pada kedalaman >114 m, masing-masing memiliki resistivitas rendah (2,19–2,94 ?m). Desa Rembitan menunjukkan delapan lapisan, dengan akuifer potensial pada kedalaman 7,52–26,05 m dan 16,68–51,76 m, dengan resistivitas 0,97–3,95 ?m. Lapisan breksi pasiran dengan resistivitas tinggi (>80 ?m di Dusun Sade dan 5,27 ?m di Desa Rembitan) berfungsi sebagai lapisan pelindung alami. Zona dengan resistivitas rendah menunjukkan potensi besar untuk penyediaan air bersih, sementara lapisan pelindung dapat melindungi akuifer dari kontaminasi. Penemuan ini relevan untuk mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko bencana, dan tata ruang yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan hasil ini, otoritas lokal dapat mengoptimalkan lokasi pengeboran sumur, memitigasi risiko longsor di zona jenuh air, dan melindungi area penting dari pembangunan yang merusak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data geolistrik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan lingkungan di wilayah Lombok Tengah. Identification of Subsurface Soil Layers Using the Wenner Schlumberger Geoelectric MethodAbstractThis study aims to identify subsurface structures in Sade Hamlet and Rembitan Village, Central Lombok, using the Wenner-Schlumberger geoelectric method. The method was chosen for its ability to provide detailed apparent resistivity data, enabling lithological interpretation and aquifer identification. Data processing revealed seven subsurface layers in Sade Hamlet, with shallow aquifers at 13.65–23.68 m and deep aquifers at >114 m, both with low resistivity (2.19–2.94 ?m). In Rembitan Village, eight layers were identified, with potential aquifers at 7.52–26.05 m and 16.68–51.76 m, exhibiting resistivity values of 0.97–3.95 ?m. High-resistivity sandy breccia layers (>80 ?m in Sade and 5.27 ?m in Rembitan) act as natural protective barriers. Zones with low resistivity indicate significant potential for clean water supply, while protective layers safeguard aquifers from contamination. These findings are relevant for planning water resource management, disaster risk mitigation, and sustainable spatial development. By utilizing these results, local authorities can optimize well locations, mitigate landslide risks in water-saturated zones, and protect critical areas from damaging activities. This study underscores the importance of geoelectric data-driven approaches in supporting sustainable development and environmental resilience in Central Lombok.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner Atmaja, I Gde Dharma; Windhari, Gusti Ayu Esty; Dewi, Ni Putu Ety Lismaya
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7j5j2v98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan tanah di daerah Perkemahan Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang dimanfaatkan sebagai kawasan wisata air. Informasi mengenai karakteristik geologi bawah permukaan, khususnya sebaran akuifer, sangat diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung yang aman dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah geolistrik konfigurasi Wenner karena kemampuannya dalam memetakan variasi resistivitas secara lateral dan vertikal dengan resolusi yang baik. Data primer diperoleh melalui pengukuran beda potensial dan arus listrik di lapangan, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk menghasilkan penampang resistivitas dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi nilai resistivitas yang mencerminkan heterogenitas litologi bawah permukaan. Zona resistivitas rendah (±5–50 Ohm Meter) diinterpretasikan sebagai lapisan material berpori dan jenuh air, seperti lempung pasiran atau pasir jenuh, yang berpotensi sebagai akuifer dangkal. Sementara itu, zona resistivitas sedang hingga tinggi (±50–300 Ohm Meter) berkaitan dengan material yang lebih kompak dan relatif impermeabel, seperti pasir kering, kerikil, atau batuan dasar, yang berperan sebagai lapisan pembatas aliran air tanah. Distribusi zona-zona tersebut mengindikasikan struktur bawah permukaan yang berlapis dengan potensi akuifer yang terlokalisasi. Informasi resistivitas ini dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi penyediaan air bersih, penempatan bangunan, serta pengembangan fasilitas wisata yang berbasis kondisi geologi dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Identification of Subsurface Soil Layers Using the Wenner Configuration of the Geoelectric Method Abstract This study aims to identify subsurface soil layers in the Gunung Jae Camping Area, Sedau Village, Narmada District, West Lombok Regency, which is utilized as a water tourism area. Information on subsurface geological characteristics, particularly the distribution of aquifers, is essential as a basis for planning safe and sustainable tourism facilities and supporting infrastructure. The Wenner configuration of the geoelectric method was employed due to its capability to map lateral and vertical resistivity variations with good resolution. Primary data were obtained through field measurements of electrical potential differences and current, and subsequently processed using RES2DINV software to generate two-dimensional resistivity cross-sections. The results indicate variations in resistivity values that reflect subsurface lithological heterogeneity. Low-resistivity zones (±5–50 Ohm Meter) are interpreted as porous and water-saturated materials, such as sandy clay or saturated sand, indicating the potential presence of shallow aquifers. Meanwhile, moderate to high resistivity zones (±50–300 Ohm Meter) are associated with more compact and relatively impermeable materials, such as dry sand, gravel, or bedrock, which act as confining layers for groundwater flow. The spatial distribution of these zones suggests a layered subsurface structure with localized aquifer potential. This resistivity information can be directly utilized to determine suitable locations for clean water supply, building placement, and the development of tourism facilities based on geological conditions and sustainable development principles.