Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

KENALI PUBERTAS DENGAN METODE STORY TELLING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Renteng, Septriani; Simak, Valen Fridolin; Kainde, Henry Valentino Florensius
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36265

Abstract

ABSTRAKAnak usia sekolah harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pubertas, namun pada kenyataannya masih banyak anak yang belum memiliki pengetahuan yang tepat tentang pubertas. Keterbatasan pengetahuan anak tentang pubertas juga dialami oleh mitra dimana anak mengungkapkan bahwa pengetahuan pubertas diperoleh dari internet dan anak lebih banyak bercerita tentang pubertas kepada teman, sedangkan orang tua dan guru juga mengungkapkan kesulitan untuk melakukan pendidikan seks tentang pubertas pada anak. Oleh karena itu kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan guru terkait pubertas dan keterampilan guru dalam pemanfaatan artificial intelegence dalam pendidikan pubertas kepada peserta didik. Metode dalam pelaksanaan kegiatan dengan tahapan sosialisasi kegiatan; pelatihan dalam bentuk edukasi pubertas kepada anak dengan metode permainan serta pelatihan story telling pada guru; penerapan iptek dalam bentuk pelatihan kepada guru berupa Canva, Chat GPT, dan D-Id; monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SD GMIM 32 Manado dengan peserta 29 peserta didik dan 10 orang guru yang dilaksanakan bulan September-Oktober 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anak (79%) dan guru (100%) terkait pubertas serta peningkatan keterampilan guru dalam membuat media edukasi seperti poster menggunakan canva. Kesimpulan kegiatan ini membawa dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan anak serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru.Kata kunci: Artificial Intelengence; Anak Usia Sekolah; Guru; Pubertas; Story Telling.ABSTRACTSchool-aged children should have a good understanding of puberty, but in reality, many children still lack adequate knowledge about puberty. Children's limited knowledge about puberty is also experienced by partners, where children reveal that they obtain knowledge about puberty from the internet and talk more about puberty with their friends, while parents and teachers also express difficulty in educating children about puberty. Therefore, this community-based empowerment activity aims to increase children's and teachers' knowledge related to puberty and teachers' skills in utilising artificial intelligence in puberty education for students. The method in implementing activities with the stages of socialisation of activities: training in the form of puberty education to children with game methods and storytelling training for teachers; application of science and technology in the form of training for teachers in the form of Canva, Chat GPT, and D-Id; monitoring and evaluation. The implementation of activities took place at GMIM 32 Manado Elementary School, involving 29 students and 10 teachers, from September to October 2024. The results of the activity showed an increase in children's (79%) and teachers' (100%) knowledge related to puberty, as well as an improvement in teachers' skills in creating educational media, such as posters, using Canva. The conclusion of this activity has a positive impact on increasing children's knowledge and increasing teachers' knowledge and skillsKeywords: Artificial Intelligence; Puberty, School Age Children; Story Telling; Teacher.
INISIASI PROGRAM “PERISAI” (PERANGI RISIKO SEKS BEBAS REMAJA) SEBAGAI MODEL PROMOSI KESEHATAN PERKOTAAN BERBASIS WEB BASED Simak, Valen Fridolin; Tendean, Lydia Esterlina Naomi; Mapaly, Heilbert
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38460

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, di mana paparan digital yang cepat serta pengaruh sosial meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Program PERISAI (Perangi Risiko Seks Bebas Remaja) diinisiasi sebagai model promosi kesehatan perkotaan berbasis web yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan self-efficacy remaja dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan strategi intervensi utama berupa edukasi digital interaktif, diskusi daring, pembelajaran berbasis kasus, serta simulasi berbasis web. Program ini melibatkan remaja usia 15–19 tahun dan menggunakan desain pre–post test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan kesehatan reproduksi dan self-efficacy. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi, persepsi risiko, serta kepercayaan diri dalam menetapkan batasan diri dan mengambil keputusan yang aman. Tingginya tingkat keterlibatan peserta selama kegiatan berbasis web juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi asertif dan kapasitas dalam mengelola tekanan sebaya. Inisiasi Program PERISAI membuktikan bahwa model promosi kesehatan berbasis web efektif sebagai strategi preventif dalam menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja perkotaan. Implementasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan sekolah, keluarga, dan pemangku kepentingan komunitas direkomendasikan untuk memastikan perubahan perilaku jangka panjang.Kata kunci: Perisai; Promosi Kesehatan; Seks Bebas; Web-Based. ABSTRACTAdolescent reproductive health remains a critical public health issue in urban settings, where rapid digital exposure and social influences increase vulnerability to risky sexual behaviours. The PERISAI Programme (Combatting the Risk of Adolescent Free Sex) was initiated as a web-based urban health promotion model aimed at strengthening adolescents’ knowledge, awareness, and self-efficacy in preventing risky sexual behaviour. This Community Service Programme employed interactive digital education, online discussions, case-based learning, and web-based simulations as core intervention strategies. The programme involved adolescents aged 15–19 years and applied a pre–post test design to evaluate changes in reproductive health knowledge and self-efficacy. The findings revealed a significant improvement in participants’ understanding of reproductive health, risk perception, and confidence in establishing personal boundaries and making safe decisions. High levels of participant engagement throughout the web-based activities also indicated enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. The initiation of the PERISAI Programme demonstrates that a web-based health promotion model is effective as a preventive strategy for reducing risky sexual behaviour among urban adolescents. Sustainable implementation through collaboration with schools, families, and community stakeholders is recommended to ensure long-term behavioural change.Keywords: Perisai; Health Promotion; Free Seks; Web-Based.