Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Potensi Pengobatan Tidak Tepat Pada Pasien Geriatri Rawat Inap di RSUD Arjawinangun Berdasarkan Kriteria Beers 2019 Haqoiroh Haqoiroh; Ditta Novitasari; Ahmad Qoyyim
An-Najat Vol. 1 No. 3 (2023): AGUSTUS : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i4.628

Abstract

Indonesia is predicted to be in the top 10 largest geriatric populations in the world by 2050. One of the problems in the treatment of geriatric patients is the potential inappropriate medications (PIMs). The Beers criteria can be used to evaluate the prevalence of PIMs. This study aims to evaluate the potential incidence of inappropriate medication use in inpatient geriatric patients at RSUD Arjawinangun using update Beers criteria 2019 and analyze the relationship between the amount of medication used by geriatric patients and the incidence of PIMs. This kind of research is observational research with descriptive-analytical methods conducted retrospectively using a cross-sectional study design. The results of the study showed that of 42 geriatric patients aged >65 years, PIMs were found in 26 patients (59.09%) with a total of 44 PIMs. The incidence of PIMs, or medications that need to be avoided in general for geriatric patients were found in 54.55% of cases, drugs can still be used but with special attention, namely 43.18%, and drug interactions that must be avoided in geriatric patients. Hypertension drugs such as Amlodipine and the diuretic drug Furosemide are the most widely used, but these drugs have the potential to be inappropriate for use in geriatrics. The incidence of PIMs is correlated with the amount of medication used by geriatric patients, according to the results of the Pearson correlation analysis with a P value <0.001.
Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Anti-nyamuk Dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Cirebon Luviriani, Eva; Aji, Rizal Ibrahim; Haqoiroh, Haqoiroh; Hariningsih, Yetti; Azhar, Amelia Jagaddhita; Ramadhan, Alman Shafly; Hermawan, Hildan Bagus; Azizah, Wafik; Fadliyah, Malikhatul; Widiawati, Erika; Habibah, Winda Akhla; Khasanah, Uswatun; Jumaroh, Jumaroh; Nurhaeni, Nurhaeni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.156

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kaliwadas tergolong tinggi. Faktor-faktor yang menyebabkannya antara lain perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, iklim, kepadatan penduduk, pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit, dan perilaku sosial. Penggunaan obat nyamuk kimia dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dapat diekstrak sebagai bahan anti nyamuk ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan program pemberdayaan dan pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk di Desa Kaliwadas untuk meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan budidaya serai wangi, pembuatan produk, dan pemasaran. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang demam berdarah, pengobatan, pencegahan penyakit, dan pemanfaatan serai wangi. Masyarakat juga mampu membudidayakan tanaman serai wangi dan membuat produk biolarvasida serta semprotan pengusir nyamuk dari tanaman tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Orimalang Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon Melalui Budidaya dan Pelatihan Pengolahan TOGA Menuju Masyarakat Sehat Hariningsih, Yetti; Haqoiroh, Haqoiroh; Dwimartina, Fina
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i1.230

Abstract

TOGA merupakan beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam di pekarangan rumah atau lingkungan rumah. Pemanfaatan TOGA akan bisa dilaksanakan dengan baik jika masyarakat juga memahami teknik budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA bermanfaat sebagai pengobatan dan meningkatkan kesehatan, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk meningkatkan masalah kesehatan. Jamu merupakan salah satu minuman kesehatan tradisional yang dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini dipercaya oleh masyarakat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa menimbulkan efek samping. Dengan memahami manfaat dan khasiat dan jenis tanaman tertentu, tanaman obat menjadi pilihan keluarga dalam memilih obat alami yang aman. Penggunaan bahan alami khususnya tanaman obat pada saat ini cenderung meningkat. Tanaman obat yang diolah sebagai obat tradisional sejak zaman dahulu telah banyak digunakan oleh manusia, terutama masyarakat menengah kebawah, namun dengan adanya kemajuan dibidang teknologi, banyak jenis tanaman obat yang sudah diolah dan dikemas secara modern. Penggunaan produk hasil pengolahan tanaman obat secara modern ini kemudian berkembang menjadi pola hidup sehat yang alami. Ruang lingkup kegiatan pengabdian ini akan dilakukan dengan sasaran ibu-ibu PKK. Tujuan pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi budidaya TOGA, sosialisasi jenis dan manfaat TOGA, sosialisasi dan praktek pembuatan jamu dari TOGA yang bermanfaat bagi kesehatan. Metode yang digunakan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program. Hasil yang didapatkan berupa peningkatan pemahaman cara budidaya TOGA terlihat dari rata-rata nilai posttest (89,5%) yang jauh lebih tinggi dibandingkan pretest (55%). Masyarakat mengetahui jenis dan manfaat TOGA, ibu-ibu PKK mampu melakukan pembuatan jamu dari TOGA dengan teknik yang benar yang bermanfaat bagi kesehatan.