Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NANOGEL MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Wulandari Wulandari; Lilies Wahyu Ariyani
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3323

Abstract

Ketidakseimbangan flora normal Staphylococcus aureus dalam tubuh menyebabkan bakteri bersifat patogen dan menginfeksi manusia. Upaya mengatasi penyakit infeksi salah satunya dengan memanfaatkan tanaman biji bunga matahari yang mengandung berbagai senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambatnanogel minyak biji bunga matahari terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode sumuran. Konsentrasi minyak biji bunga matahari yang digunakan yaitu F I 2,5%, F II 5% dan F III 7,5%. Hasil uji aktivitas antibakteri FI memiliki daya hambat 1,5057±0,0030; FII 1,6233±0,0022; FIII 1,8132±0,0039. Data dianalisis menggunakan SPSS 16,0 dengan Oneway anova dan uji T berpasangan.Pada uji statistik menunjukkan bahwa pada FI dan FII menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p0,05). Kata kunci: nanogel, minyak biji bunga matahari, Staphylococcus aureus
Pelatihan Pembuatan Mie Dari Tepung Talas Sebagai Pengganti Sumber Karbohidrat Rendah Glukosa Di Kelurahan Colo, Kecamatan Dawe Kudus Achmad Wildan; Ahmad Fuad Masduqi; Lilies Wahyu Ariyani; Erlita Verdia Mutiara; Erna Prasetyaningrum
Jurnal Dimas Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i1.100

Abstract

Dominasi mata pencaharian penduduk Kecamatan Dawe sebagai petani. Salah satu potensi tanaman yang dapat dimanfaaatkan adalah talas. Talas ini umumnya diolah menjadi tepung. Pengolahan tepung talas dapat digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat yang rendah glukosa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab atau diskusi, dan demonstrasi. Ceramah dan tanya jawab dilakukan pada saat proses pelatihan mengenai materi pengabdian di hari pertama. Metode demonstrasi pembuatan mie dari tepung talas dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan demonstrasi serta kepanitiaan. Keunggulan mie berbahan baku tepung talas dapat dijadikan sebagai alternatif produk olahan sumber karbohidrat yang rendah glukosa, mudah dibuat dan menambah nilai ekonomi jika nanti dipasarkan. Pengabdian ini juga bertujuan mengangkat manfaat potensi hasil pertanian khususnya talas menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis. Luaran yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan kader Ibu-Ibu PKK dalam membuat mie dari talas. Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan menjadi bersih di Kecamatan Dawe Kudus.