Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Interpreting Meaning in Social Criticism through Murals in Indonesia Parani, Rizaldi; Darmawan, Samuel Aditya; Purba, Herman
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.8190

Abstract

Murals, as a form of street art, are increasingly used not only to enhance urban aesthetics but also to convey social criticism. In Indonesia, this trend has gained momentum, particularly during the Covid-19 pandemic, when murals have become a medium for dissent against government policies, figures, and institutions. This study aims to analyze how artists use murals to express social criticism towards the government and to understand the interpretative process involved in their message delivery. Utilizing Social Construction theory, this research examines how artists construct and convey their messages through murals. The study adopts a qualitative approach with a phenomenological method, focusing on the lived experiences of the artists to gain insights into how they perceive and represent social realities. The findings reveal that mural creation is a subjective process, deeply influenced by the artists' understanding of social issues. Artists navigate through various stages of construction, incorporating words, symbols, and images to reflect their perspectives on societal concerns. The messages embedded in these murals are often open to multiple interpretations, reflecting the diverse ways in which social criticism can be communicated. This study highlights the role of murals as a dynamic form of protest and expression, revealing the complex interplay between artistic representation and social critique. The research underscores the importance of considering artists' experiences and perspectives to fully appreciate the impact and significance of their work in the context of social and political commentary.Keywords: Social construction, meaning, interpretation, mural, social criticism ABSTRAKMural, sebagai bentuk seni jalanan, semakin digunakan tidak hanya untuk meningkatkan estetika perkotaan tetapi juga untuk menyampaikan kritik sosial. Di Indonesia, tren ini semakin berkembang, terutama selama pandemi Covid-19, ketika mural menjadi media untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, tokoh, dan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana seniman menggunakan mural untuk menyampaikan kritik sosial terhadap pemerintah dan untuk memahami proses interpretasi yang terlibat dalam penyampaian pesan mereka. Menggunakan teori Konstruksi Sosial, penelitian ini memeriksa bagaimana seniman membangun dan menyampaikan pesan mereka melalui mural. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, berfokus pada pengalaman hidup para seniman untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka memandang dan merepresentasikan realitas sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penciptaan mural adalah proses subjektif, yang sangat dipengaruhi oleh pemahaman seniman terhadap isu-isu sosial. Seniman melewati berbagai tahap konstruksi, menggabungkan kata-kata, simbol, dan gambar untuk mencerminkan perspektif mereka tentang masalah-masalah masyarakat. Pesan yang tertanam dalam mural ini sering kali terbuka untuk berbagai interpretasi, mencerminkan cara-cara beragam dalam menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini menyoroti peran mural sebagai bentuk protes dan ekspresi yang dinamis, mengungkapkan hubungan kompleks antara representasi artistik dan kritik sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan pengalaman dan perspektif seniman untuk sepenuhnya menghargai dampak dan signifikansi karya mereka dalam konteks komentar sosial dan politik.Kata Kunci: Konstruksi sosial, makna, interpretasi, mural, kritik sosial
IMPLEMENTASI MIROKREDENSIAL DI INDONESIA: MENGUKUR PENERIMAAN TEKNOLOGI MAHASISWA [THE IMPLEMENTATION OF MICROCREDENTIALS IN INDONESIA: MEASURING STUDENTS’ TECHNOLOGY ACCEPTANCE] Stefany, Stella; Purba, Herman; Suhendro, Anita; Banjarnahor, Evander
Polyglot Vol 19 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i19.6078

Abstract

AbstractThis study aimed to analyse the main four major components of the Technology Acceptance Model (TAM) in study participants (N = 275). Study participants are students who enrolled in the full online Micro-Credential Developer Program and participated intensively in both synchronous and asynchronous learning activities. Result indicates that perceived ease of use was not directly correlated with participants' behavioural intent to use. It is predicted that the LMS used did not match the course’s characteristics, there still is much room for improvement in the learning design, and the pre-training of students before the program is implemented needs to be significantly improved. The study also presents a comparison of findings on student acceptance of technology in micro-credential programs conducted in various other countries. Bahasa Indonesia Abstrak Penelitian ini menganalisa 4 elemen utama dalam Technology Acceptance Model (TAM) pada sampel mahasiswa (N-275) yang mengikuti Program Mikro Kredensial Game Developer secara intensif dengan moda pembelajaran full daring secara sinkronus maupun asinkronus. Hasil penelitian menunjukkan Perceived Ease of Use tidak memberikan pengaruh langsung terhadap Behavioural Intention to Use dari responden. Hal ini diduga karena kurangnya tepatnya pemilihan LMS yang digunakan, rancangan pembelajaran yang masih harus ditingkatkan serta kurangnya pelatihan yang diberikan oleh penyelenggara kepada responden sebelum Program ini berlangsung. Penelitian ini juga menyajikan perbandingan hasil kajian penerimaan teknologi mahasiswa dalam program mikro kredensial yang dilakukan di berbagai negara lain.
Efektivitas Pelatihan Online untuk Tenaga Pendidik Nonformal dalam Meningkatkan Penerimaan Teknologi Pembelajaran Daring Gerungan, Azalia; Purba, Herman; Giovani, Dessylia Cindy
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4347

Abstract

As digitalization characterizes the education field, online learning technology has now become a priority to be tackled by all educators. Therefore, teachers’ capabilities must be upgraded to meet the ability of students in online learning. Formal, nonformal, and informal educators most likely experience the same struggle when it comes to digital competency. Thus, some lecturers of online learning communication science were conducting a year of training that is suitable for the digital capabilities needed by non-formal educators of Bimbel GKY Puri. The longitudinal study is implemented by giving pre-training questionnaires and post-training questionnaires to the educators to measure the change in their technology acceptance. Davis’ Technology Acceptance Model is adopted as the theoretical basis of this research. The result shows that there was no significant change in technological acceptance as age becomes a moderating factor which affects their perceived ease of use influence towards attitudes towards using and their behavioral intention. In the end it was also found that the change in perceived ease of use and perceived usefulness has some effects on behavioral intentions and attitude towards using technology.
STRATEGI KOMUNIKASI GEREJA KRISTEN SUMBA UNTUK MENDORONG KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM AKTIVITAS PEMBANGUNAN DESA PAMALAR, NUSA TENGGARA TIMUR Parani, Rizaldi; Naha, Rambu; Purba, Herman
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 2 (2025): Edisi 13
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i2.6001

Abstract

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas pembangunan mendorong Gereja Kristen Sumba (GKS) Pamalar di kabupaten Sumba Tengah untuk dapat berperan aktif dalam menggerakan masyarakat. Sebagai kabupaten dengan populasi penduduk beragama Kristen yang tinggi, maka peran gereja menjadi sangat sentral. GKS Pamalar perlu untuk dapat membangun hubungan dengan masyarakat serta beradaptasi dengan identitas budaya agar dapat menemukan pendekatan berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas pembangunan. Penelitian ini berusaha untuk melakukan analisis terhadap strategi yang dilakukan oleh GKS Pamalar untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas pembangunan. Untuk dapat menganalisis masalah penelitian, maka studi ini akan menggunakan beberapa konsep kunci seperti strategi, kearifan lokal, partisipasi, dan community development. Adapun pendekatan yang dilakukan menggunakan kualitatif dan metode studi kasus yang bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan strategi yang dilakukan oleh GKS Pamalar untuk membangun partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pembangunan masyarakat yang dilakukan haruslah berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa. Keberhasilan program pembangunan masyarakat ini juga ditemukan karena peran aktif gereja melalui pemimpinya membuat program yang berkaitan dengan mata pencaharian pokok masyarakat. Selain itu pemimpin gereja juga kerap menjadi jembatan antara Pemerintah Desa dengan masyarakat desa Pamalar. Selain itu, kesesuaian gaya pemimpin Gereja dalam penelitian ini juga terlihat dari strategi yang digunakan dalam keterlibatan, mengenali dan mendorong partisipasi masyarakat intimacy dan involvement secara langsung akan membangun rasa percaya terutama bagi warga masyarakat sebagai modal penting untuk mendorong pembangunan masyarakat.   Kata Kunci: Kepemimpinan Gereja, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Masyarakat, Kearifan Lokal