Nursida, Nur Fajriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of CpG DNA for Increasing Immune Gene Expression in Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) Jamaluddin, Ruqayyah; Yusuf, Sunarti; Nursida, Nur Fajriani; Suryahman, Agus; Tahya, Akbar Marzuki
AgriSains Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.935 KB)

Abstract

CpG DNA is a kind of DNA synthetic immunostimulant containing CpG motifs consisting of short sequences containing one or more CpG motifs which act as a danger signal to the natural and innate immune systems. This study aimed to analyze the ability of CpG DNA to increase Interleukin 1β (IL1β) gene expression in tiger grouper so that it could be used as immunostimulant. Analysis of the expression level was carried out by extracting RNA- from the cephalic kidney which was treated with CpG DNA or with PBS as a control. Complementary DNA (cDNA) synthesis was carried out using the Ready To Go You Prime First Strand Beads (GE Healthcare) kit using the RT-PCR technique. The PCR product was analized by measuring the photostimulated luminescence value using UN SCAN IT software based on the thickness of the DNA fragments. The gene expression level and photostimulated luminescence value of the IL1β gene were higher than that of the PBS treatment used as a control. The luminescence value of the photostimulated IL1β gene in CpG DNA treatment was 113684 while the PBS treatment as a control was only 95610.
Amoniak-nitrogen (NH3-N) pada sistem kokultur hewan akuatik dan tanaman padi di air payau Nursida, Nur Fajriani; Heriansah, Heriansah; Kabangnga, Arnold; Nursidi, Nursidi; Sulmiati, Andi; Putri, Asti Astuti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.19412

Abstract

Amonia (NH3-N) adalah nitrogen terlarut yang paling berbahaya dari limbah akuakultur. Sebuah eksperimen telah dilakukan untuk mengevaluasi sistem kokultur yang efisien dalam mereduksi NH3-N. Sebanyak 4 spesies hewan akuaktik, yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus), udang windu (Penaeus monodon), kerang darah (Tegillarca granosa), dan teripang pasir (Holothuria scabra), serta tanaman padi (Oryza sativa) dikombinasikan pada beberapa sistem akuakultur. Enam perlakuan dan masing-masing dengan tiga ulangan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Benih hewan akuatik diaklimatisasi secara bertahap selama 30 hari. Benih padi disemai di air payau, selanjutnya ditebar menggunakan metode apung. Selama 28 hari eksperimen, ikan nila dan udang windu diberi pakan 4 kali sehari dengan feeding rate sebesar 10% bobot biomas, sedangkan kerang darah dan teripang pasar tidak diberikan pakan. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi reduksi nutrien (ERN) NH3-N di dua sistem monokultur bernilai negatif, sementara empat sistem kokultur bernilai positif. Nilai ERN dua perlakuan sistem polikultur tidak berbeda (P>0,05). Sementara itu, nilai ERN pada sistem IMTA lebih tinggi dari sistem monokultur maupun polikultur (P<0,05). Temuan ini mengarah pada pemanfaatan keanekaragaman spesies untuk akuakultur berkelanjutan di air payau. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sistem akuakultur yang paling efisien dalam mereduksi NH3-N adalah sistem IMTA-padi dengan nilai ERN sebesar 43,3±1,7%. Nilai ini lebih tinggi (P<0,05) dari semua sistem akuakultur lainnya