Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Osteokondroma Raksasa Pada Rami Pubis: Laporan Kasus Idulhaq, Mujaddid; Utomo, Pamudji; Jiwandono, Bayu Sakti; Tulandi, M qathar RF Tulandi
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.109 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i2.10451

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Osteokondroma adalah tumor tulang jinak yang paling umum. Osteokondroma merupakan malformasi perkembangan daripada neoplasma sejati.Osteokondroma biasanya mempengaruhi tulang yang berkembang oleh osifikasi endokondral dan jarang berasal dari tulang yang berkembang secara osifikasi intramembran seperti tulang rami pubis, skapula, klavikula, dan tulang rusuk. Objektif Makalah ini dimaksudkan untuk menyajikan kasus osteokondroma pubis yang jarang terjadi dan mengevaluasi hasil setelah eksisi luas. Kasus Seorang pria 34 tahun dengan benjolan di daerah selangkangan kanan mengeluh selama 10 tahun. Di RSO Prof Soeharso, pasien menjalani eksisi lebar ramus pubis kanan, di mana banyak struktur berbahaya yang harus dihindari. Kami mendapatkan seluruh jaringan tumor dengan diameter 12 sentimeter. Menurut Konferensi Klinikopatologi tumor disimpulkan sebagai osteokondroma. Lokasi tumor dan presentasi klinis jarang terjadi. Tumor ini tidak memiliki keterlibatan viseral atau vaskular meskipun lesi tersebut sangat dekat dengan banyak struktur vital pada ramus pubis superior. Hasil Setelah 1 tahun evaluasi, kondisi klinis pasien baik. Pasien tidak merasakan keluhan apapun, tidak ada tanda-tanda kambuh, dan tidak ada komplikasi pada luka operasi. Kesimpulan Kami telah melakukan eksisi ekstensif tumor di ramus pubis pria berusia 34 tahun. Hasil pemeriksaan histopatologi sesuai dengan gambaran osteokondroma. Osteokondroma yang muncul dari panggul adalah presentasi yang tidak biasa yang harus diingat sebagai diagnosis banding saat mengevaluasi pasien dengan massa di panggul.
Correlative Analysis of Radiological Measurements and 1-year SRS-22r in Early and Middle Adolescents with Adolescent Idiopathic Scoliosis: A Retrospective Study Ermawan, Rieva; Jiwandono, Bayu Sakti; Yudistiro, Ibnu; Abdulhamid, Muhammad; Corrigan, Hubertus; Renata, Felicia
(JOINTS) Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya Vol. 14 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/joints.v14i1.2025.26-36

Abstract

Background: Patient-reported outcomes are increasingly valuable for assessing the effectiveness of clinical interventions from the patient's perspective. This study aims to investigate the differences in the correlation between radiological measurements and 1-year postoperative SRS-22r domain scores in early (EA) and middle adolescence (MA) patients with adolescent idiopathic scoliosis (AIS), as well as analyze the correlation of these outcomes across different Lenke curve types. Methods: We reviewed records of 87 female AIS patients who underwent scoliosis corrective surgery, collecting data on age, body mass index, preoperative and postoperative radiographic measurements, and 1-year postoperative quality of life assessments, including function, pain, self-image, and satisfaction scores from the SRS-22r questionnaire. Patients were categorized into subgroups based on age and the number of curves. The Spearman correlation test evaluated correlations between radiographic measures and SRS-22r domain scores across these subgroups. Results: Significant correlations were found between self-image and preoperative main apical vertebral translation (AVT), Cobb angle, and trunk shift, with stronger associations in EA than MA. Pain had a weak inverse correlation with the postoperative main Cobb angle, notably in the one-curve group and more strongly in EA. Satisfaction scores decreased with age and were lower in the two-curve group and EA. Conclusions: Cobb angle correction in AIS patients strongly correlates to postoperative self-image, particularly in Lenke type 2, 3, and 6. In Lenke type 1 and type 5, greater correction of the Cobb angle is associated with increased postoperative pain.
Model Pengabdian Berkelanjutan oleh Program Studi Ortopedi dan Traumatologi: Sinergi Edukasi, Pelayanan Kesehatan, dan Aksi Lapangan Komunitas Saputra, Rhyan Darma; Soetjahjo, Bintang; Nefihancoro, Udi Heru; Ermawan, Rieva; Kusuma, Dita Anggara; Pradhana, Adhitya Indra; Nugroho, Bagus Jati; Jiwandono, Bayu Sakti; Ardiansyah, Denny; Kaldani, Fathih; Abdulhamid, Muhammad; Siswanto, Totok; Poetera, Cakradenta Yudha
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.113045

Abstract

AbstrakGangguan muskuloskeletal seperti low back pain (LBP) dan rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyebab kecacatan yang tinggi di masyarakat, namun masih banyak individu yang belum memperoleh edukasi atau pemeriksaan ortopedi yang memadai. Program Studi Ortopedi dan Traumatologi mengembangkan model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pelayanan medis gratis, dan layanan lapangan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan selama Januari hingga Juni 2025, mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan ortopedi gratis, dan intervensi rutin setiap hari Jumat pada komunitas karate. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, kuesioner kepuasan, dan pencatatanjenis keluhan. Sebanyak 158 peserta mengikuti penyuluhan, 92 peserta menjalani pemeriksaan gratis, dan 104 anggota komunitas karate menerima layanan medis lapangan. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar >20 poin rata-rata, dan keluhan terbanyak meliputi LBP, nyeri lutut, serta cedera olahraga. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan muskuloskeletal, memperluas akses layanan ortopedi awal, dan memperkuat hubungan institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat. Model ini layak direplikasi sebagai strategi pengabdian berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam bidang ortopedi.Kata kunci : pengabdian masyarakat; ortopedi; layanan kesehatan lapangan