Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Engineering

Pemetaan Kebisingan di Area Gas Plant PT. X Jambi Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Pekerja Febri Juita Anggraini; Rizki Andre Handika; Rahayu Arman
Jurnal Engineering Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2497.278 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v1i2.7585

Abstract

Lokasi sumber minyak dan gas bumi terbanyak di Indonesia diantaranya adalah di Provinsi Jambi. Oleh karena itu pengelolaannya telah dilakukan baik oleh perusahaan nasional maupun asing, seperti PT. X di kawasan hilir Provinsi Jambi. Unit pengolahan utama perusahaan-perusahaan bidang eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi dilakukan di area gas plant, yang kebisingan dapat menjadi salah satu risiko gangguan kepada pekerjanya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan pemetaan pola sebaran kebisingan dari 568 titik pengukuran area gas plant PT. X dengan software Surfer 11, yang selanjutnya menjadi informasi dasar untuk perlindungan risiko gangguan pendengaran pada pekerja. Hasilnya, peta kontur kebisingan telah diperoleh dengan rentang tingkat kebisingan dari yang terendah 48,8 dBA, hingga yang tertinggi 100,2 dBA. Dari pemetaan yang sudah dibuat diperoleh bahwa sumber utama kebisingan berasal antara lain dari gas turbine generator (GTG), air compressor, propane compressor, sales gas compressor, rich amine pump, amine charge pump, amine booster pump, reinjection compressor, thermal oxidizer (TOX), expander compressor, overhead compressor dan inlet compressor (BCD4).
Analisis Tingkat Kebisingan di Area Mesin Produksi Bangsal Kayu Sebrang Kota Jambi dan Hubungan dengan Kelelahan pada Karyawan Maison Maison; Febri Juita Anggraini; Murfid Falih
Jurnal Engineering Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.485 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v2i1.8728

Abstract

Pada Area Bangsal kayu Seberang Kota Jambi terdapat suara bising yang dihasilkan oleh mesin sowmel, bubut, serut, router dan aktivitas jalan raya. Rata-rata kebisingan pada area bangsal kayu Seberang Kota Jambi adalah sebesar 75,20 dBA. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 Tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan, kebisingan yang dihasilkan sudah melewati ambang batas yaitu sebesar 70 dBA, yang diperuntukan untuk Barang dan Jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kebisingan terhadap kelelahan pada karyawan. Metode yang digunakan adalah uji Spearman’Rho dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package For The Social Science). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 responden yang bekerja di Area Bangsal Kayu Seberang Kota Jambi. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan Nilai hasil analisis uji kolerasi Spearman’Rho untuk kelelahan yaitu sebesar 0,628. Hal ini menyatakan terdapat mempunyai kolerasi kebisingan yang kuat terhadap kelelahan pada karyawan.
Karakterisasi Karbon Organik (KO-EK) PM2,5 dari Kebakaran Lahan Gambut di Desa Arang-arang, Jambi Febri Juita; Hari Saputra; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i1.16581

Abstract

Kegiatan pemanfaatan lahan gambut dengan cara membakar dan membuat kanal tanpa penerapan sekat kanal menyebabkan muncul banyaknya titik kebakaran, khususnya ketika musim kemarau tiba. Hal ini dapat menyebabkan turunnya kualitas udara ambien yang disebabkan oleh partikulat pencemar udara salah satunya adalah PM2,5, yang dapat berdampak pada kesehatan dan pemanasan global yang disebabkan oleh Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) yang terdapat di dalam PM2.5. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konsentrasi PM2,5 serta karakteristik Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) di kawasan kebakaran lahan gambut yang sedang terjadi. Pengukuran PM2,5 menggunakan metode Gravimetri dan Karbon Organik (KO) serta Elemen Karbon (EK) dianalisis menggunakan alat DRI Model 2015 Multiwavelength Thermal/ Optical Carbon Analyzer Protokol IMPROVE_A. Konsentrasi PM2,5 yang diukur dengan 2 alat nano sampler (NS) sekaligus selama 5 jam dari pukul 12.39 – 17.39 WIB yaitu NS1 sebesar 146,75 µg/m3 dan NS2 583,33 µg/m3. Konsentrasi Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) di dalam PM2,5 dengan karakteristik KO1, KO2, KO3, KO4, Pirol K, EK1, EK2, EK3 pada NS1 secara berturut-turut yaitu 0,31; 19,48; 11,79; 3,30; 4,24; 2,95; 0,99; dan 0,33 µg/m3 sedangkan pada NS2 secara berturut-turut yaitu 1,00; 52,72; 29,4; 8,89; 8,38; 5,61; 2,02; dan 0,74 µg/m3
Pemodelan Sebaran Polutan PM10 dan PM2,5 Model Hysplit pada Kawasan Gentala Arasy Kota Jambi Rizky Muhamad Ilyas; Febri Juita Anggraini; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i2.20840

Abstract

Kawasan Gentala Arasy Kota Jambi sebagai area wisata berdampingan dengan Sungai Batanghari. Terdapat berbagai macam aktivitas seperti perdagangan, perkantoran, penginapan, pendidikan, dan aktivitas transportasi darat maupun air yang dapat mempengaruhi kualitas udara sehingga menjadi tercemar. Partikulat dapat tersebar ke berbagai daerah yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernafasan dan kesehatan. Maka, perlu dilakukannya pemodelan sebaran udara sebagai pertimbangan untuk mengambil kebijakan terkait masalah lingkungan dengan memprediksi arah sebaran polutan dari suatu sumber. Sebaran polutan di udara diprediksi dengan model Hysplit menggunakan program READY NOAA Hysplit. Hasil penelitian menggunakan model Hysplit dapat memprediksi konsentrasi PM10 dan PM2,5 yang menyebar di sekitar lokasi penelitian dan sejauh mana sebarannya. Arah sebaran PM10 dan PM2,5 pada saat penelitian sebagian besar mengarah ke arah barat laut Kota Jambi. Adapun daerah yang berpotensi terkena sebaran PM10 dan PM2,5 meliputi 8 Kecamatan yaitu Pasar Jambi, Danau Teluk, Pelayangan, Jambi Timur, Telanaipura, Jelutung, Jambi Selatan dan Kota Baru. Kecamatan Pasar Jambi, Danau Teluk dan Pelayangan merupakan 3 Kecamatan yang paling beresiko terkena paparan PM10 dan PM2,5 pada kawasan Gentala Arasy Kota Jambi..
Pengaruh Jarak Emisi Terhadap Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Putra Fajar Erlangga; Febri Juita Anggraini; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i2.20851

Abstract

Salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara yaitu tumbuhan lichen. Penelitian ini berlokasi di Hutan Gerbang Universitas Jambi, Taman Rajo Mudo Kota Jambi dan Hutan Pinus Pall 10 Kota Jambi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serta pengaruh jarak emisi terhadap keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara. Populasi penelitian adalah pohon yang masuk dalam petak kuadrat, yaitu 10m x 10m setinggi 100cm dari permukaan tanah. Sampel dalam penelitian adalah lichen yang ada pada pohon diambil koloni lichen dengan membuat 3 plot berukuran 10cm x 10cm. Setiap lichen yang ditemukan pada petak kuadrat akan didata, difoto, diukur diameternya dan diukur faktor lingkungannya berupa suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman lichen yang didapatkan mengalami peningkatan dari Transek 1, Transek 2, hingga Transek 3. Pada lokasi Gerbang Universitas Jambi memiliki tingkat keanekaragaman jenis lichen pada H’ Transek 1 sebesar 1,450, pada H’ Transek 2 sebesar 1,647, dan H’ Transek 3 sebesar 1,797, lokasi Taman Rajo Mudo pada H’ Transek 1 sebesar 1,093, H’ Transek 2 sebesar 1,154, dan H’ Transek 3 sebesar 1,185, dan lokasi Hutan Pinus pada H’ Transek 1 sebesar 0,794, H’ Transek 2 sebesar 1,020, dan H’ Transek 3 sebesar 1,389.
Analisis Risiko Paparan Karbon Monoksida Terhadap Anak Sekolah (Studi Kasus : SDN 94, SDN 64, SDN 201 dan SDN 13): Risk Analysis of Carbon Monoxide Exposure to School Children (Case Study: SDN 94, SDN 64, SDN 201 and SDN 13) Sumarsono, Dimas Syailendra; Anggraini, Febri Juita; Rodhiyah, Zuli; Warisha, Dinna
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v6i2.35847

Abstract

Anak anak merupakan objek yang lemah terhadap paparan pencemaran udara hal ini disebabkan oleh paru-paru mereka yang sedang berkembang rentan terhadap peradangan akibat pencemaran udara. Paparan karbon monoksida (CO) terhadap anak sekolah yang sedang menunggu jemputan ketika pulang sekolah adalah sebuah kondisi yang tidak terhindarkan yang disebabkan oleh aktifitas dari kendaraan bermotor yang melewati kawasan sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah paparan CO beresiko aman atau tidak aman terhadap kesehatan anak-anak SD pada saat mereka menunggu jemputan pulang sekolah dengan metode Analisis Risiko Kesehatan (ARK). Konsentrasi karbon monoksida mencapai angka tertinggi 18,67 mg/m3 yang berlokasi pada SDN 64 Kota Jambi dan untuk yang terendah yaitu 0,57 mg/m3 yang berlokasi pada SDN 201 Kota Jambi. berdasarkan pengambilan data konsentrasi CO dan didukung dengan data lain seperti berat badan siswa, lama terpapar CO dalam sehari, frekuensi paparan dalam setahun, durasi waktu paparan dalam setahun maka didapati hasil intake, intake  adalah perhitungan yang nantinya digunakan untuk penentuan nilai RQ dimana jika hasil RQ>=1 maka tidak aman bagi kesehatan siswa, nilai intake  tertinggi yaitu 0,093 mg/kg/hari dan nilai intake  terendah yaitu 0,00020 mg/kg/hari dari kedua nilai intake ini didapati hasil nilai RQ tertinggi dan terendah yaitu 0,0677 dan 0,000149 hasil ini didapati setelah intake dibagi dengan nilai RfC sendiri bernilai konstan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai RQ<=1 dimana berarti paparan CO masih tergolong aman bagi kesehatan siswa.
Pemanfaatan Limbah Padat Organik Rumah Tangga Menjadi Eko-Enzim Melalui Peningkatan Keterampilan Kelompok Masyarakat Dusun Karya Maju, Muaro Jambi: Utilization of Household Organic Solid Waste into Eco-Enzymes through Skill Improvement of Community Groups in Karya Maju Hamlet, Muaro Jambi Juita, Febri; Rodhiyah, Zuli; Laura Christina Hutagalung, Winny; Yanova, Shally
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household organic solid waste is a type of waste that comes from leftover food, vegetables, fruit, dry leaves and other organic materials resulting from daily activities. Household organic waste can cause environmental problems if not managed properly. Eco-enzymes are a mixture of enzymes made from organic materials such as food waste, fruits, vegetables and water. Eco-enzymes can be used as household cleaners, organic fertilizers, or even as medicines. Therefore, this service activity aims to introduce the processing of domestic organic waste into eco-enzymes. The method used is an experiment in making eco-enzymes as well as a scientific approach to what mothers need to solve household waste problems. Eco-enzymes use the principle of a fermentation process over a period of 3-6 months. The service was carried out in the women's yasinan group consisting of around 47 members in Karya Maju District. Based on a preliminary survey, it was discovered that the domestic organic solid waste there had never been processed and was simply thrown away. For this reason, the service team provides counseling and workshops regarding the management of organic solid waste into multi-purpose eco-enzymes. Apart from that, the team also provided equipment to make eco-enzymes. Based on survey results before and after socialization, there was an increase in residents' knowledge and desire to process organic waste into eco-enzymes