Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Nilai-Nilai Kepemimpinan Siswa SMA Pelita Utama dalam Membangun Karakter Pemimpin Generasi Penerus Cristina, Meyria; Saputra, Ade Jaya; Herman, Herman; Monica, Stevani Delia; Fahiza, Nehan; Amattullah, Afifah Viona Afra; Handayani, Hiqmi; Aprilianti, Fini; Frengky, Frengky; Amri, M. Alfan; Maulana, Muhammad Dhiftasa
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v3i4.11352

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan sosial melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Pada 15 Juli 2025, mahasiswa Universitas Internasional Batam melaksanakan kegiatan PkM di SMA Pelita Utama sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Tema kegiatan adalah kepemimpinan, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran serta pemahaman siswa kelas XII mengenai pentingnya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, komunikatif, dan berintegritas. Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, diskusi kelompok, pemutaran film, dan refleksi, yang dikemas secara menyenangkan dan partisipatif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias, memahami materi dengan baik, serta menunjukkan potensi dalam aspek kepemimpinan. Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat serta menerapkan nilai-nilai kewarganegaraan secara konkret. Rekomendasi ke depan mengarah pada pentingnya penelitian lanjutan yang dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan serupa dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa secara berkelanjutan.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM RAINWATER TANK DI PERUMAHAN CITRA INDAH BATAM CENTER Saputra, Ade Jaya; Fu, Priscillia
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.13.1.31-40

Abstract

Perkembangan penduduk di kota Batam mengakibatkan peningkatan frekuensi terjadinya banjir yang terjadi terutama di Perumahan Citra Indah, Batam Center.  Untuk mengatasi masalah yang timbul akibat peningkatan frekuensi terjadinya banjir, maka dilakukan analisis penerapan sistem rainwater tank pada kawasan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan raintwater tank dan mengetahui jumlah air dan biaya yang dihemat dengan sistem rainwater tank untuk kawasan perumahan Citra Indah, Batam Center. Penelitian ini menganalisis kebutuhan tanki yang diperlukan untuk 4 tipe rumah di perumahan Citra Indah. Data perumahan diperoleh dari PT Bangun Arsikon Batindo dan data curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Batam. Metode perhitungan dengan menggunakan curah hujan andalan 80% berdasarkan curah hujan tahun 2010-2019 dan luas atap rumah sebagai luas penangkapan. Hasil analisa penerapan sistem rainwater tank di perumahan Citra Indah, untuk tipe rumah 120/162 membutuhkan tanki dengan volume 10,45 m3, tipe rumah 103/120 membutuhkan tanki dengan volume 9,72 m3, tipe rumah 78/105 membutuhkan tanki dengan volume 9,00 m3 dan tipe rumah 50/90 membutuhkan tanki dengan volume 8,79 m3. Penerapan sistem tersebut dapat menghemat penggunaan air sebesar 7,344 m3/bulan dan Rp 705.024/tahun.
Analisis Kelayakan Studi Pada Proyek Pembangunan Ruko Di Batam (Studi Kasus Pada Pembangunan Ruko Papa Mama Residence) Hariyanto; Astutik, Yayuk Setyaning; Saputra, Ade Jaya
aspal Vol 1 No 1 (2023): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v1i1.7

Abstract

The analysis of the feasibility study is the first step for investors to get an idea of the project that will be implemented. The final stage of this analysis would determine whether the project is feasible or not. The initial stage was the data collection stage that the author needed to simplify the analysis process. Additionally, the site plan, image data, and budget estimate plan were required. The researcher then analyzed using four methods, namely the Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV). The conclusion was drawn from the analysis result that the development project Ruko Papa Mama Residence was deemed feasible for implementation. With the estimated return for 2 years, and the results obtained from the IRR showed the number 28.2%, NPV is Positif ,as for the PI it showed the number 1.38 which is above 1. The projected net profit is Rp. 9,631,370,622. Therefore, the project is feasible to implement.
Analisis Pengaruh Batu Sedimen Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Kuat Tekan Beton Normal Wardhana, Handifantra; Wibowo, Petrus Haryanto; Saputra, Ade Jaya
aspal Vol 1 No 1 (2023): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v1i1.8

Abstract

Beton merupakan bahan utama yang sering digunakan dikalangan konstruksi seperti pembangunan struktur maupun infastruktur. Seperti yang diketahui bahwa bahan utama yang digunakan untuk membuat beton yaitu air, semen, agregat halus, dan agregat kasar. Beton memiliki beberapa perawatan yang mudah, dan tahap yang mudah dilaksanakan. Penggunaan beton yang meningkat dapat memicu inovasi-inovasi yang baru dalam perancangan pembuatan campuran pada beton. Hasil penelitian ini beton yang tidak dicampuri dengan batu sedimen mendapatkan rata rata kuat tekan 355,25 kg/cm2. beton campuran batu sedimen 15 % mendapatkan rata-rata kuat tekan di angka 358 kg/cm2. beton campuran batu sedimen 20 % mendapatkan rata-rata kuat tekan di angka 380,75 kg/cm2. dan beton campuran batu sedimen 25 % mendapatkan rata-rata kuat tekan 344,5 kg/cm2. Jadi dapat disimpulkan dengan penambahan batu sedimen sebagai bahan subtitusi agregat kasar sebanyak 15%, 20% dapat menambahkan kuat tekan beton, sedangkan penambahan batu sedimen sebanyak 25% tidak dapat menambahkan kuat tekan beton melainkan menurunkan kuat tekan beton.
ROLES OF ENVIRONMENTAL CONDITIONS AND ULTRASONICATION IN RELEASING ORGANIC MATTER FROM BIOLOGICAL ACTIVATED CARBON Anggreini, Sri; Saputra, Ade Jaya; Sanjaya S, LQ Parulian
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5899

Abstract

Biological activated carbon (BAC) is widely used in drinking water treatment because it combines adsorption on activated carbon with biodegradation carried out by the attached microbial community. However, environmental shifts such as changes in pH, temperature, or physical disturbances may cause previously adsorbed organic matter (OM) to detach from the activated carbon. This phenomenon can increase dissolved organic carbon in treated water and potentially affect downstream processes. This study examined how pH, temperature, and ultrasonication influence the release of OM from BAC. The BAC was extracted using DOC-free tap water under different pH conditions (5.8, 7.0, and 8.6) and temperatures (5°C, 20°C, and 30°C), with and without the application of ultrasonication. After treatment, dissolved organic carbon (DOC) and UV absorbance at 260 nm (UV260) were measured to characterize the released OM. The results show that higher pH promotes OM detachment, with both DOC and UV??? values increasing markedly under alkaline conditions. Temperature also played a strong role; warmer conditions enhanced OM release, indicating that higher kinetic energy and increased molecular mobility facilitate detachment. Ultrasonication consistently intensified the release across all conditions, suggesting that the disruption of biofilms and the reopening of blocked pores contribute to this effect. The findings highlight the sensitivity of BAC to operational changes and underscore the importance of monitoring OM release to maintain the reliability of drinking water treatment systems.
ROLES OF ENVIRONMENTAL CONDITIONS AND ULTRASONICATION IN RELEASING ORGANIC MATTER FROM BIOLOGICAL ACTIVATED CARBON Anggreini, Sri; Saputra, Ade Jaya; Sanjaya S, LQ Parulian
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5899

Abstract

Biological activated carbon (BAC) is widely used in drinking water treatment because it combines adsorption on activated carbon with biodegradation carried out by the attached microbial community. However, environmental shifts such as changes in pH, temperature, or physical disturbances may cause previously adsorbed organic matter (OM) to detach from the activated carbon. This phenomenon can increase dissolved organic carbon in treated water and potentially affect downstream processes. This study examined how pH, temperature, and ultrasonication influence the release of OM from BAC. The BAC was extracted using DOC-free tap water under different pH conditions (5.8, 7.0, and 8.6) and temperatures (5°C, 20°C, and 30°C), with and without the application of ultrasonication. After treatment, dissolved organic carbon (DOC) and UV absorbance at 260 nm (UV260) were measured to characterize the released OM. The results show that higher pH promotes OM detachment, with both DOC and UV??? values increasing markedly under alkaline conditions. Temperature also played a strong role; warmer conditions enhanced OM release, indicating that higher kinetic energy and increased molecular mobility facilitate detachment. Ultrasonication consistently intensified the release across all conditions, suggesting that the disruption of biofilms and the reopening of blocked pores contribute to this effect. The findings highlight the sensitivity of BAC to operational changes and underscore the importance of monitoring OM release to maintain the reliability of drinking water treatment systems.