Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGGUNAAN SOFTWARE SEBAGAI SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN SEKOLAH DI MASA PANDEMI COVID-19: STUDI LITERATUR Jamaludin, Jaja; Ginanjar, Gingin; Halimah, Euis Teti; Sudrajat, Deden
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i1.1659

Abstract

Abstrak – Analisis tinjauan pada studi literature terhadap artikel atau tulisan yang  membahas tentang penggunaan software sebagai sumber dan media pembelajaran sekolah di masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan pada jurnal ini adalah studi literature dengan mengunjungi beberapa halaman atau artikel dari world wide web, yang dilakukan dengan jenis naratif (pemaparan) terkait dengan topik penggunaan software sebagai sumber dan media pembelajaran sekolah di masa pandemi covid-19. Teknik analisis data yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan penyaringan (apply filter), berdasarkan tahun yakni 2019-2020, judulnya yakni yang relevan dengan perangkat lunak komputer pembelajaran, dan topiknya. Secara keseluruhan, inti yang dibahas adalah perangkat lunak komputer yang populer ditengah pandemi, khususnya yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah.
Tren Riset Twin Digital Smart Campus Jamaludin, Jaja; Saepuloh, Luthpi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.5317

Abstract

Universitas telah mengalami perkembangan pesat dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu inovasi terkini dalam konteks ini adalah Twin Digital Smart Campus (TDSC). TDSC melibatkan integrasi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan interaktif.  Penelitian menggunakan metoda campuran kuantitatif dan kualitatif menggunakan software VOS Viewer. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data lebih dari 990 paper, 46.823 citasi dan author/paper 3,8 dan cite/paper 46,92 bersumbaer dari google schoolar. Hasil analisis menyoroti kontribusi TDSC dalam meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pengalaman mahasiswa, dan memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan lingkungan pembelajaran yang dinamis. Terdapat sejumlah tren riset diantaranya, DeepClass-Rooms, kerangka kerja twin digital untuk pemantauan kehadiran dan konten kursus untuk sektor publik smart campus. Tren riset lain mengkaji efesiensi energi data listrik smart meter untuk mengembangkan tolok ukur energi bangunan harian dan menyelidiki bagaimana metrik tersebut dapat mengarah pada manajemen energi hampir waktu nyata. Ini berkaitan dengan tema riset pemodelan Smart Grid, pada desain dan pengembangan Digital Twin.  Teknologi berbasis IoT jaringan sensor nirkabel di bidang pemantauan lingkungan dan deteksi suasana hati untuk memberikan wawasan tentang kenyamanan juga menjadi tren fokus riset.
URGENSI LEARNING ORGANIZATION PADA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA: Tinjauan Analitis Perspektif Legal Standing dan Teoritik Learning Organization pada Ombusman RI Jamaludin , Jaja; Goreta , Goreta; Kusworo, Kusworo; M. Japar; M. Sukardjo
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menganalisa, pertama apakah omubsman sebagai lembaga pegnawasan layanan publik negara telah memiliki legal standing sebagai organisasi belajar, kedua apakah ombudsman telah menunjukkan kinerjanya sebagai organisasi belajar. Hal ini akan dibuktikan dalam perspektif legal dan faktual berbasis kinerja karena kinerja ombudsman akan ditentukan oleh bagaimana ombudsman sebagai organisasi layanan publik negara juga menunjukkan kinerja sebagai organisasi belajar. Metoda penulisan makalah ini menggungaka metoda analisis konten pada dokumen aspek legal standing dan teoritik learning organization. Hasil kajiann makalah ini adalah Pertama, Legal standing UU No 37 tahun 2008 dan PP No 64 tahun 2012 dapat disimpulkan bahwa landasan yuridis ombudsman dalam hal sistem sumberdaya manusia dan kinerjanya sudah cukup tegas dan jelas. Akan tetapi, jika dianalisis lebih jauh dalam hal kinerja ombudsman sebagai organisasi belajar masih perlu dibuktikan secara analisis tekstual, teroritik dan faktual. Hal ini karena masih sangat banyak fakta-fakta dan temuan yang berkaitan dengan kinerja ombudsman RI baik di pusat dan perwakilan daerah masih sangat jauh dari kepuasan publik. Kedua, sebagai sebuah lembaga pengawasan layanan publik negara, ombudsman perlu membangun sebuah model organisasi belajar yang relevan dengan kebutuhan, visi dan misi ombudsman sebagaimana diharapkan UU No 37 tahun 2008 tentang ombudsman dan PP No 64 tahun 2012 tentang sistem sumberdaya ombudsman. Ombudsman memerlukan pengembangan lima subsistem terkait dengan organisasi belajar. Subsistem-subsistem ini adalah pembelajaran (Learning), organisasi (Organizatioan), manusia (People), pengetahuan (Knowlwdge), dan teknologi (Technology). Kelimanya diperlukan untuk mempertahankan pembelajaran organisasi yang berkelanjutan dan kesuksesan kelembagaan ombudsnan sesuai tugas, pokok, fungsi dan kewenangannya sesuai konstitusi
The Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) Research Trends for Health Jaja Jamaludin
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the health benefits of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) based on Scopus indexed scientific literature with a systematic literature review (SLR) approach. The research was conducted using VOSviewer software to map the relationship between the main topics in the literature studied. Of the 20 selected articles, the analysis showed that the most frequently discussed topics were nutritional content (omega-3, omega-6, and protein), benefits for heart health, skin, and brain function, and potential weight management. This study provides insight into Sacha Inchi's research trends and identifies research gaps for future studies.
A Paradigmatic Reconstruction of the National Curriculum through a Holistic Multidimensional Education Framework Jaja Jamaludin; Muhammad Sahal
Journal of Pedagogi Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Pedagogi - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/8b846126

Abstract

Contemporary educational systems face unprecedented challenges including persistent learning crises, curriculum fragmentation, and instructional practices that prioritize cognitive outcomes while marginalizing emotional, social, spiritual, aesthetic, and ecological dimensions of human development. This study proposes a paradigmatic reconstruction of national curricula through a theoretically grounded and pedagogically actionable Holistic Multidimensional Education Framework that operationalizes comprehensive human development.  Employing a qualitative conceptual design, this research conducted a systematic narrative literature review of 30 peer-reviewed international studies published between 2020 and 2025. Thematic analysis identified patterns, gaps, and convergences across holistic education theory, curriculum design, instructional methodologies, and sustainability education. Findings reveal that conventional curriculum paradigms inadequately address multidimensional learner development, resulting in fragmented educational experiences disconnected from authentic contexts. The proposed framework integrates six developmental dimensions cognitive, emotional, social, spiritual, aesthetic, and ecological operationalized through Project-Based Learning (PjBL) and Experiential Learning as core instructional strategies. This framework provides actionable pathways for curriculum reform by bridging holistic education theory with instructional design, offering implications for policy development, teacher preparation, and alignment with Sustainable Development Goals.
A Paradigmatic Reconstruction of the National Curriculum through a Holistic Multidimensional Education Framework Jaja Jamaludin; Muhammad Sahal
Journal of Pedagogi Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Pedagogi - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/8b846126

Abstract

Contemporary educational systems face unprecedented challenges including persistent learning crises, curriculum fragmentation, and instructional practices that prioritize cognitive outcomes while marginalizing emotional, social, spiritual, aesthetic, and ecological dimensions of human development. This study proposes a paradigmatic reconstruction of national curricula through a theoretically grounded and pedagogically actionable Holistic Multidimensional Education Framework that operationalizes comprehensive human development.  Employing a qualitative conceptual design, this research conducted a systematic narrative literature review of 30 peer-reviewed international studies published between 2020 and 2025. Thematic analysis identified patterns, gaps, and convergences across holistic education theory, curriculum design, instructional methodologies, and sustainability education. Findings reveal that conventional curriculum paradigms inadequately address multidimensional learner development, resulting in fragmented educational experiences disconnected from authentic contexts. The proposed framework integrates six developmental dimensions cognitive, emotional, social, spiritual, aesthetic, and ecological operationalized through Project-Based Learning (PjBL) and Experiential Learning as core instructional strategies. This framework provides actionable pathways for curriculum reform by bridging holistic education theory with instructional design, offering implications for policy development, teacher preparation, and alignment with Sustainable Development Goals.
Kerangka Pembelajaran Mobile Berimbang untuk Pendidikan Anak Usia Dini: Integrasi Digital, Bermain, Interaksi Sosial, dan Aktivitas Fisik Jaja Jamaludin
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12174

Abstract

Penggunaan perangkat mobile semakin hadir dalam lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi manfaat pedagogisnya perlu dipertimbangkan bersama kebutuhan anak untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan memperoleh pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan mensintesis bukti tentang penggunaan pembelajaran mobile yang tidak menggantikan pengalaman perkembangan esensial tersebut serta merumuskan Balanced Mobile Learning Framework (BMLF). Kajian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan logika pelaporan PRISMA 2020 dan sintesis tematik. Literatur dikelompokkan ke dalam empat ranah utama, yaitu pembelajaran digital, bermain, interaksi sosial, dan aktivitas fisik, dengan perhatian lintas tema pada kualitas aplikasi dan konteks penggunaan. Bukti menunjukkan bahwa aplikasi edukatif dapat meningkatkan capaian literasi dan matematika tertentu, tetapi besarnya pengaruh bersifat heterogen dan dipengaruhi jenis keterampilan, kualitas konten, tujuan penggunaan, pengukuran, serta konteks pembelajaran. Sebaliknya, penggunaan pasif, konten yang tidak sesuai usia, paparan latar belakang, dan penggunaan perangkat oleh pengasuh selama rutinitas anak berkaitan dengan hasil perkembangan yang kurang menguntungkan. Penggunaan bersama orang dewasa menunjukkan hubungan yang lebih positif dengan hasil kognitif. Berdasarkan sintesis tersebut, BMLF dirumuskan melalui lima prinsip: penggunaan digital yang bertujuan, desain sesuai perkembangan, mediasi orang dewasa dan teman sebaya, kesinambungan digital–fisik, serta perlindungan waktu perkembangan. Kerangka ini menempatkan teknologi mobile sebagai alat pelengkap pembelajaran, bukan pengganti bermain, gerak, dan interaksi manusia. Kontribusi artikel terletak pada pergeseran dari pendekatan yang berpusat pada perangkat menuju pendekatan ekologi perkembangan.
EPISTEMOLOGICAL FOUNDATIONS OF MOBILE-SENSOR-INTEGRATED PROJECT-BASED LEARNING IN SCIENCE EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW FROM THE PHILOSOPHY OF SCIENCE AND EDUCATIONAL TECHNOLOGY Jaja Jamaludin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62199

Abstract

The proliferation of smartphone-embedded sensors—accelerometers, gyroscopes, magnetometers, barometers, and GPS receivers—has catalyzed a fundamental reconfiguration of epistemic practices in science education. This Systematic Literature Review (SLR) examines the philosophical underpinnings of mobile-sensor-integrated Project-Based Learning (PjBL), interrogating how this pedagogical–technological convergence reconstitutes the epistemological architecture of knowledge production, validation, and dissemination in secondary and tertiary science classrooms. Following PRISMA 2020 guidelines (Page et al., 2021), 42 peer-reviewed studies published strictly between 2020 and 2026 were identified from Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar databases and subjected to critical thematic synthesis. Analysis reveals that sensor-integrated PjBL is epistemologically grounded in neo-constructivism, inquiry-based epistemology, experiential and embodied cognition theories, and connectivism—each reconstituted within the context of digital measurement technologies. Philosophically, mobile sensors function as theory-laden epistemic instruments that mediate between phenomenal reality and propositional knowledge, effectuating a paradigm shift from didactic transmission to empirical co-construction. From the philosophy of educational technology perspective, sensor-enabled PjBL reconfigures the human–tool–knowledge triad by positioning digital artifacts as active epistemic agents. Critical analysis identifies persistent research lacunae: the absence of validated epistemological belief instruments for sensor-based contexts, inadequate integration of philosophy of measurement with constructivist pedagogy, and limited cross-cultural replication in developing-country contexts. A novel integrative framework—the Empirical-Constructivist Epistemic Mediation (ECEM) model—is proposed, with direct implications for curriculum design under Outcome-Based Education frameworks.