Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Managerial Ownership, Profitability, Firm Size dan Capital Structure Dimas Wicaksono; Ade Saputra
AKRUAL : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 5 No 1 (2023): AKRUAL : Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/akrual.v5i1.3061

Abstract

This study aims to examine the effect of the variables Managerial Ownership, Profitability, and Company Size on Capital Structure in Food and Beverage Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2021 period. In this study, capital structure is measured using the Debt to Equity Ratio (DER). Samples were taken by purposive sampling method with certain criteria, during the study period. Based on the predetermined sample criteria, the number of observational data that can be processed is 60 data. The analytical method used is Multiple Linear Regression processed using SPSS 25. The results of this study indicate that the independent variable Managerial Ownership has a negative and significant effect on the dependent variable Capital Structure. Profitability independent variable has a negative and significant effect on the dependent variable Capital Structure. While the independent variable Firm Size has a positive and significant effect on the dependent variable Capital Structure.
Nilai, Sikap Dan Kepuasan Kerja Dalam Perilaku Organisasi Pendidikan Ade Saputra; Kasful Anwar; Jamrizal Jamrizal
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/muqaddimah.v2i2.724

Abstract

In building organizational behavior, we must pay attention to individual aspects in terms of values, attitudes and organizational job satisfaction. According to McShane & Von Glinow (2010) Values ​​are interpreted as a reflection of a person's personality in guiding various provisions or decisions and actions in accordance with the work of the organization. Attitudes are basically evaluative statements, either favorable or unfavorable regarding objects, people or events. Attitude reflects how someone feels about something. A gentle attitude is a very important attitude and must be possessed, especially for a leader, to gain sympathy from the people he leads. Meanwhile, according to Mangkunegara (2005), job satisfaction can be measured by: How a leader places his subordinates in jobs that suit their talents and interests; The implementation of quality supervision, financial guarantees, opportunities for promotion, social interactions and working relationships within teams also influence a person's job satisfaction.
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada Komunitas Lokal : Pengabdian Mardhiah Masril; Billy Hendrik; Ade Saputra; Firdaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1423

Abstract

Inisiatif "Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja di Komunitas Lokal" bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Jorong Cingkariang, Kabupaten Agam, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggunakan tiga aplikasi utama: Google Docs untuk kolaborasi dokumen, WhatsApp Group untuk komunikasi antar organisasi, dan Google Calendar untuk pengelolaan waktu. Pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan dengan pendekatan hibrida yang menggabungkan pendampingan langsung di lapangan dan modul pembelajaran daring interaktif. Peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok tani, PKK, karang taruna, dan pengurus organisasi lokal. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif, di mana peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga aktif terlibat dalam praktik langsung. Setiap modul dirancang dengan tahapan pembelajaran yang jelas, dimulai dari pengenalan fitur dasar, simulasi kasus nyata, hingga penerapan dalam kegiatan organisasi mereka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 78% dalam penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut. Selain itu, pemantauan setelah pelatihan mengungkapkan bahwa 85% peserta telah menerapkan keterampilan baru mereka dalam kegiatan kelompok. Dampak dari program ini terlihat pada meningkatnya efisiensi kerja berbagai organisasi lokal. Kelompok tani dapat menyusun proposal bantuan dengan lebih cepat, PKK mampu mengkoordinasikan kegiatan dengan lebih efektif melalui grup WhatsApp, dan karang taruna dapat mengelola jadwal acara dengan lebih terstruktur. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur internet di beberapa daerah dan resistensi dari anggota masyarakat yang kurang akrab dengan teknologi. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan kapasitas digital masyarakat pedesaan dengan penyesuaian sesuai dengan karakteristik lokal
Pengaruh Aktifitas Fisik (Pemijatan) Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi di PSTW “Meci Angi” Kota Bima Chandra Irawan; Musmuliadin Musmuliadin; Eka Rudy Purwana; Ade Saputra
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4442

Abstract

Hypertension is one of the major health problems frequently experienced by the elderly and can lead to serious complications if not properly managed. Simple physical activities such as massage can serve as a non-pharmacological intervention to help reduce blood pressure. This study aimed to determine the effect of physical activity in the form of massage on reducing blood pressure in elderly individuals with hypertension at PSTW "Meci Angi" in Bima City. This research employed a quasi-experimental design with a pre-post test control group design. The sample consisted of 20 elderly people divided into two groups, an experimental group and a control group, with 10 respondents in each group. Data were collected using an observation sheet to measure blood pressure before and after the intervention. The t-test analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.009, which was less than α = 0.05, indicating a significant effect of physical activity on lowering blood pressure among the elderly. Therefore, massage as a simple form of physical activity can be considered an alternative intervention in managing hypertension among the elderly in social care institutions.
PERAN ORANGTUA DALAM PROSES PEMBELAJARAN HOME SCHOOLING Ade Saputra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Homeschooling, sebagai alternatif pendidikan di rumah, memerlukan peran utama orang tua yang signifikan. Orang tua bertanggung jawab sebagai perencana dan pelaksana kurikulum, yang mencakup pemilihan materi ajar, metode pengajaran, dan penyesuaian dengan standar pendidikan nasional. Mereka juga berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyediakan sumber daya yang diperlukan, dan membantu anak mengembangkan keterampilan belajar mandiri. Selain itu, orang tua berperan sebagai evaluator kemajuan belajar anak dengan menggunakan metode penilaian yang efektif dan memberikan umpan balik konstruktif. Dukungan emosional dari orang tua mencakup pembangunan hubungan yang erat, penanaman percaya diri dan motivasi, serta manajemen stres dan kecemasan. Tantangan dalam homeschooling termasuk memilih dan menyusun kurikulum yang tepat, menciptakan lingkungan belajar yang optimal, memperoleh dukungan dari komunitas homeschooling, serta memenuhi kebutuhan sosial dan emosional anak. Peran ganda orang tua sebagai guru dan fasilitator memerlukan keterampilan yang komprehensif untuk memastikan keberhasilan pendidikan di rumah. Dengan pemahaman yang mendalam tentang tanggung jawab ini, diharapkan orang tua dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memperkaya perkembangan anak secara menyeluruh.