Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi dan Penguatan Sistem Informasi dan Pengelolaan Administrasi Desa dalam Menghadapi COVID-19 Kadir, Ishak; Yamin, Muh; Handrawan, Handrawan; Ma’ruf, Annas; Aksara, La Ode Muhammad Bahtiar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.068 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v2i2.15185

Abstract

Desa Ameroro merupakan desa yang cukup besar di Kabupaten Konawe. Namun untuk penyampaian informasi desa kepada masyarakat belum maksimal, terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini. Penguatan sistem informasi dan pengelolaan administrasi desa sangatlah penting. Selain mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat desa, hal ini juga dapat menarik perhatian masyarakat selain masyarakat Desa Ameroro. Dengan adanya penguatan sistem informasi, dapat memperkenalkan desa ke masyarakat luas dan secara tidak langsung menunjukkan potensi desa. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan solusi untuk penguatan sistem informasi dari Desa Ameroro. Pengabdian ini dilakukan dengan tahap-tahap berikut : (1) metode pelaksanaan kegiatan; (2) memberi materi pelatihan penggunaan sistem; (3) rencana evaluasi penggunaan; (4) jadwal pelaksanaan kegiatan. Sistem yang ditawarkan adalah dalam bentuk website resmi Desa Ameroro. Website ini akan diisi dengan informasi mengenai profil desa dan kegiatan-kegiatan yang terlaksana di Desa Ameroro. Dalam pengabdian ini akan mengajarkan penggunaan dan pengelolaan dari website tersebut agar bisa dioperasikan dengan baik oleh aparat desa dan bermanfaat bagi Desa Ameroro.Kata kunci : covid-19, sistem informasi, websiteAbstract
Bimbingan Teknis Pembuatan Material Bata Beton dari Bahan Tambah Serat Sagu (metroxylon sagu rottb.) pada Para Tukang Bangunan di Kelurahan Wuawua Kecamatan Wuawua Kota Kendari Kadir, Ishak; Ma’ruf, Annas; Rianty, Hapsa; Umar, Muhammad Zakaria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.886 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v1i1.10077

Abstract

Di Jalan Chairil Anwar, Lorong Durian, RW. 02, RT. 04, RT. 06, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara masih terdapat tanaman sagu yang tumbuh dan berkembang secara sporadis di sekitar permukiman warga. Selama ini tanaman sagu belum dimanfaatkan dengan optimal. Pengabdian ini penting dilaksanakan karena untuk memanfaatkan limbah serat sagu sebagai bahan tambah bata beton. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan material bata beton dari bahan tambah limbah ampas sagu. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, rekruitmen peserta, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari tahap pratest, praktek, dan tahap postest. Data dianalisis dalam bentuk tabulasi data, diagram batang, dan analisis uji dua sampel berpasangan dengan uji Wilcoxon sehingga diketahui apakah pengetahuan para tukang bangunan meningkat atau tidak meningkat sebelum dan sesudah bimbingan teknis. Pengabdian ini disimpulkan bahwa pengetahuan para tukang bangunan mengenai bata serat sagu meningkat sebelum dan sesudah bimbingan teknis.
Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kawasan Pulau Labengki Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Ma’ruf, Annas; Kadir, Ishak; Tahir, M. Arzal; Umar, Muhammad Zakaria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.995 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v1i1.10084

Abstract

Bagi masyarakat Labengki, tercemarnya laut oleh sampah plastik tentunya akan sangat berdampak tidak hanya terhadap sektor pariwisata namun juga secara langsung dapat berdampak pada pendapatan masyarakat yang pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan lingkup pemasaran hasil tangkap ke pemasaran lokal bahkan pemasaran skala internasional. Kondisi di mana keanekaragaman hayati Labengki yang harus berhadapan dengan pencemaran sampah plastik tentunya merupakan hal memprihatinkan yang memerlukan penanganan secepatnya dan sebaik-baiknya. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kelembagaan masyarakat tentang pengelolaan sampah khususnya sampah plastik. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, rekruitmen peserta, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari tahap pratest, pelatihan penguatan, dan tahap postest. Dari hasil postest diperoleh bahwa persentase pengetahuan bahwa sampah platik membutuhkan ratusan tahun untuk diuraikan oleh alam sekitar 88,2%. Pemahaman dan kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memisahkan sampah plastik dan ikut dalam program donasi sampah sekitar 94,1%. Pengabdian ini disimpulkan bahwa pengetahuan kelembagaan masyarakat Labengki mengenai pengelolaan sampah khususnya sampah plastik meningkat setelah dilakukan bimbingan teknis.
PERENCANAAN GEDUNG BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Ramayana, Wa Ode; Ma’ruf, Annas; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBadan pengembangan sumber daya manusia adalah sebuah badan/institusi yang bertugas mengembangkansumber daya manusia aparatur sipil negara. Yang memiliki fungsi bangunannya sebagai penunjang urusanpemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang pendidikan dan pelatihan. Di samping itu gedungBPSDM merupakan gedung negara sehingga dalam proses penyusunan konsep tidak lepas pada pedomanPembangunan Bangunan Gedung Negara. Adapun persyaratan tata bangunannya meliputi peruntukan danintensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan pengendalian dampak lingkungan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif, yaitu Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survei,wawancara dan studi banding. Data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Penelitian di tujukan sebagai berikut:1) Untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)Provinsi Sulawesi Tenggara. 2) Untuk merencanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)Provinsi Sulawesi Tenggara dengan penerapan konsep Arsitektur Hijau. Penerapan arsitektur hijau diaplikasikan pada pengolahan ruang dan tampilan bangunan. Pada pengolahan ruang lebih memfokuskan kepadapencahayaan dan penghawaan ruang. Sedangkan, pada tampilan bangungan penggunaan green roof, penggunaandouble skin façade, penggunaan panel kaca, dan penggunaan panel surya.Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sulawesi TenggaraABSTRACTThe human resource development agency is an agency/institution tasked with developing human resourcesfor the state civil apparatus. Which has the function of the building as a support for government affairs whichare the regional authority in the field of education and training. In addition, the BPSDM building is a statebuilding so that in the process of drafting the concept it cannot be separated from the guidelines for theDevelopment of State Buildings. The building design requirements include the designation and intensity of thebuilding, the architecture of the building, and the control of environmental impacts. This study uses qualitativemethods, namely data taken by literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies.Data were collected according to the research objectives. The research was aimed as follows: 1) To determinethe appropriate location for the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Southeast SulawesiProvince. 2) To plan the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Southeast Sulawesi Province withthe application of the concept of Green Architecture. The application of green architecture is applied to theprocessing of space and the appearance of the building. In processing space, it focuses more on lighting and airconditioning. Meanwhile, on the appearance of the building the use of green roofs, the use of double skinfacade, the use of glass panels, and the use of solar panels.Keywords: Green Architecture, Human Resources Development Agency and Southeast Sulawesi
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR METAFORA PADA GEDUNG OLAHRAGA KARATE DI KABUPATEN MUNA BARAT Musabir, Fajrimus; Ma’ruf, Annas; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung olahraga karate-do di kabupaten muna barat hendaknya di desain dengan arsitektur metafora, yang manaarsitektur metafora adalah kiasan atau ungkapan bentuk, diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkantanggapan dari orang yang menikmati atau yang memakai karyanya. Penelitian ini ditujukan untuk merancang gedungolahraga karate-do dengan menerapkan konsep metafora pada fasad bangunan. Penelitian ini menggunakan metodearsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dan data ranting karate yang ada diKabupaten Muna Barat. Sumber data sekunder antara lain arsitektur metafora dan gedung olahraga. Teknik pengumpulandata dilaksanakan dengan cara data direduksi dan data disajikan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; (1) tapakbangunan gedung olahraga karate-do terletak di Jalan Poros Marobea, Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi KabupatenMuna Barat;(2) Tapak ditentukan sesuai dengan teori centrall place adalah keadaan dimana sebuah daerah dapat menjadisebuah pusat yang memberikan dampak dan kebutuhan bagi daerah-daerah disekitarnya. Pengolahan tapak menghasilkansite plan;(3) kebutuhan ruang diperoleh dari literatur mengenai Gedung Olahraga Tipe C yang diaplikasikan padarancangan bangunan; (4) penerapan bentuk bangunan melalui transformasi bentuk dengan menerapkan prinsip dariArsitektur Metafora.Kata kunci : Gedung olahraga, Arsitektur MetaforaABSTRACTThe karate-do sports building in the West Muna Regency should be designed with metaphorical architecture, in whichmetaphorical architecture is a figure of speech or expression of form, embodied in a building with the hope that it will elicita response from people who enjoy or use their work. This research is aimed at designing a karate-do sports building byapplying the concept of metaphor to the facade of the building. This study uses architectural methods with a qualitativeapproach. Primary data sources include tread data and karate branch data in West Muna Regency. Secondary datasources include metaphorical architecture and sports buildings. The data collection technique was carried out by reducingthe data and presenting the data. This research is concluded as follows; (1) the site of the karate-do sports building islocated on Jalan Poros Marobea, Marobea Village, Sawerigadi District, West Muna Regency; (2) The site determinedaccording to the theory of central place is a situation where an area can become a center that has an impact and need forthe surrounding areas. Processing of the site produces a site plan; (3) space requirements are obtained from the literatureon Type C Sports Building which is applied to building design; (4) application of building form through shapetransformation by applying the principles of Metaphor ArchitectureKeyword: Sport Center, Architecture of Metaphor