Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Mengembangkan praktik moderasi beragama melalui hospitalitas berbasis iman: Sebuah tawaran model menggereja pada pembacaan Ibrani 13:2 Saetban, Sem; Baun, Soleman; Kase, Simon
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.859

Abstract

Amidst Indonesia's pluralistic yet friction-prone religious landscape, the idea of ​​religious moderation is crucial. This article presents a theological and practical model for the church to make substantive contributions to this agenda. Building on an exegetical-hermeneutical reading of Hebrews 13:2, this article argues that the practice of hospitality toward "strangers" is central to Christian faith identity and can be translated into a "churching model" that promotes religious moderation. Using qualitative literature studies, this article discusses the theological foundations of hospitality, connects them with the pillars of religious moderation, formulates a dialogical and diaconal model of churching, and identifies its practical implications and challenges. The result is a contextual ecclesiology that transforms the church from an inward-focused entity into an embracing community that provides grace to others, regardless of differences in religious identity.   Abstrak Di tengah lanskap keagamaan Indonesia yang plural namun rentan terhadap friksi, gagasan moderasi beragama menjadi krusial. Artikel ini menawarkan sebuah model teologis-praktis bagi gereja untuk berkontribusi secara substantif dalam agenda tersebut. Berangkat dari pembacaan eksegetis-hermeneutis terhadap Ibrani 13:2, artikel ini berargumen bahwa praksis hospitalitas (keramahan) terhadap "orang asing" merupakan inti dari identitas iman Kristen yang dapat diterjemahkan menjadi sebuah "model menggereja" yang promotif terhadap moderasi beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif studi literatur, artikel ini mendiskusikan landasan teologis hospitalitas, mengkoneksikannya dengan pilar-pilar moderasi beragama, merumuskan sebuah model menggereja yang dialogis dan diakonis, serta mengidentifikasi implikasi praktis maupun tantangannya. Hasilnya adalah sebuah tawaran eklesiologi kontekstual yang mentransformasikan gereja dari entitas yang berfokus ke dalam menjadi komunitas yang merangkul dan menjadi rahmat bagi sesama, terlepas dari perbedaan identitas keagamaan.
Dari lokalitas ke universalitas: Pengembangan model pendidikan kristiani berbasis kearifan lokal sebagai fondasi solidaritas dan tanggung jawab sosial-teologis Baun, Soleman; Leobisa, Jonathan
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1183

Abstract

This research explores the development of a Christian education model that integrates local wisdom as a foundation for building solidarity and socio-theological responsibility. Through a comprehensive literature study approach with a hermeneutical-critical analysis of theological and pedagogical sources, this research identifies how local values can serve as a bridge to a universal understanding of human solidarity. The findings suggest that integrating local wisdom into Christian education not only enriches theological understanding but also enhances pedagogical relevance and effectiveness in the Indonesian context. The developed model offers a transformative framework that connects locality with universality through a contextual educational praxis while remaining faithful to fundamental Christian values.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan model pendidikan Kristiani yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai fondasi untuk membangun solidaritas dan tanggung jawab sosial-teologis. Melalui pendekatan studi literatur komprehensif dengan analisis hermeneutis-kritis terhadap sumber-sumber teologis dan pedagogis, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai lokal dapat menjadi jembatan menuju pemahaman universal tentang solidaritas kemanusiaan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan Kristiani tidak hanya memperkaya pemahaman teologis tetapi juga meningkatkan relevansi dan efektivitas pedagogis dalam konteks Indonesia. Model yang dikembangkan menawarkan kerangka kerja transformatif yang menghubungkan lokalitas dengan universalitas melalui praxis pendidikan yang kontekstual namun tetap setia pada nilai-nilai Kristiani fundamental.