Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Pedagogik

NILAI-NILAI PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS: PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT IDEALISME sadjim, umar m; Karim, Kodrat Hi; Pamuti, Pamuti
PEDAGOGIK Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat idelaisme seabagi salah satu aliran filsafat kuno yang dikembangkan pertama kali oleh Plato merupakan aliran yang sangat sarat dengan nilai-nilai humanis religius. Dan nilai-nilai tersebut jika dikaji dan dianalisis secara mendalam, tentunya akan memberikan dampak sangat luar biasa pada setiap individu khususnya dalam aras pendidikan. Mengkaji dan menganalisis Nilai-nilai pendidikan fundamental yang humanis dan religius, dalam aliran filsafat idealisme kaitannya dengan praksis pendidikan masih sangat relevan untuk dikembangkan. Seperti halnya konsep tentang guru sebagai teladan yang digugu dan ditiru, atau mengungkap potensi anak yang terpendam agar muncul kepermukaan yang terimplementasikan untuk selanjutnya menjadi kompetensi pada diri anak. Nilai-nilai pendidikan humanis religius merupakan kesepadanan yang sangat seimbang. Karena jika nilai humanis saja yang dikembangkan tanpa religius, maka keseimbangan tidak akan terjadi dan membuat individu lebih mementingkan nilai humanis, sementara tidak memiliki nilai religi. Seperti halnya model sekolah yang dikembangkan di Muhammadiyah juga menekankan pada pengembangan nilai-nilai humanis dan religius. Selain itu dilingkungan Islam netral lainnya misalnya SMP Al-Islam, SMP Ulul-al baab di Surabaya yang tidak hanya dari sisi metafisis, tetapi juga epistemologi dan aksiologisnya. Dilingkungan Agama lain seperti Sekolah Dasar Tionghoa yang mengembangkan pendidikan nilai religius untuk agama Kong-fhu tzu, di kota Semarang, dan masih banyak lagi. Walaupun demikian ada sekolah Pemerintah yang mulai mengadopsi modelnya, seperti Madrasah Insan Cendekia, Ini menunjukkan bahwa aliran filsafat idealisme yang sarat dengan nilai-nilai humanis dan religius ini telah menjadi icon untuk model alternative yang menawarkan irisan kompilasi antara sekolah/Madrasah yang selain mengembangkan pembelajaran umum begitu pula dengan pembelajaran keagamaan serta etika dan estetika.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Kodrat Hi. Karim
PEDAGOGIK Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.911 KB)

Abstract

The study was conducted to address the problems experienced by low-grade student in a writing activity. The research conducted a grade one and two SD Alkhairaat 04 of Ternate. The  method used  descriptive qualitative.  The  data collected questionnaire, interviews, observation  and  documentation  Data  analysis  used  qualitative  analysis.  The  results showed the difficulties experienced by the first graders among others, (a) writing letters, words and simple sentences, (b) write the letter continued, (c) write the sentence correctly, (d) to distinguish the letters b and d (often confused ), (e) hard imitating or copying written form provided by the teacher (f) it is difficult to string words into simple sentences. While the second graders have difficulty writing in terms of: (a) writing letters, words and simple sentences with a clear, (b) write a sentence correctly and appropriately in accordance with the teacher delivered, (c) write and use the letters continued, and (d) have not been able to recognize and understand the function of punctuation correctly, such as commas and periods, use of capital letters. and it is hard to maintain the neatness and the written form. Key words: writing problem, the beginer students.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD NEGERI SONDO-SONDO KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Surya Saluta; Kodrat Hi Karim; Risna Srinawati
PEDAGOGIK Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Sondo-Sondo Kabupaten Halmahera Timur melalui media gambar. Jenis penelitian ini yaitu Peneltian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Observasi, (3) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sondo-Sondo pada siswa kelas I yang berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data yang diguunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I terdapat 66,7% atau 10 siswa yang mencapai nilai KKM dan 5 atau 33,3% yang belum mencapai nilai KKM. Hal ini menunjukan bahwa dengan penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Sondo-Sondo dinyatakan belum berhasil. Oleh karena itu tindakan ini dilanjutkan kesiklus II. Dengan adanya perbaikan pada siklus II diperoleh 13 atau 86,7% yang mencapai nilai KKM dan 2 atau 13,3% siswa yang belum mencapai nilai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Sondo-Sondo dan dapat dinyatakan berhasil.
PENERAPAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS I SD NEGERI 36 HALMAHERA SELATAN PADA TEMA I SUBTEMA 2 ANGGOTA TUBUHKU Retina Munir; Kodrat Hi Karim; Eko Purnomo
PEDAGOGIK Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of (1) knowing the learning process of the first graders of SDNegeri 36 South Halmahera using animation learning (2) knowing the improvement of the learningoutcomes of first graders of SD Negeri 36 South Halmahera using animation learning media. The type ofthis research is Classroom Action Research (CAR) which consists of 3 stages, namely (1) Planning, (2)Implementation and Observation, (3) Reflection. The research subjects were first grade students with 14students consisting of 9 female students and 5 male students. Data collection techniques in this study areobservation, documentation and tests. The data analysis technique in the study was carried out in threestages, namely to determine the mastery of student learning outcomes individually, to determine the masteryof student learning outcomes classically and to calculate the percentage of student and teacher activityresults.Based on the results of research from applying animation learning media in improving student learningoutcomes in the first cycle of students who completed as many as 9 students or 64.28% while those whohad not completed as many as 5 students or 35.71% of the 14 students who took part in the learning processin class with a total of the first cycle is 62.71%. this shows that the application of animated learning mediato improve student learning outcomes in Class I SD Negeri 36 South Halmahera. has not succeeded. Whilein the second cycle there were 12 students who completed or 85.71% while those who did not completewere 2 students or 14.28% of the 14 students who took part in the learning process in class with an averagenumber of cycle II was 80.28%. Thus, it can be concluded that the application of animated learning mediacan improve the learning outcomes of first grade students at SD Negeri 36 South Halmahera
ANALISIS KESULITAN MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF SISWA KELAS V SD NEGERI 45 KOTA TERNATE Anggun Mansur; Kodrat Hi Karim; Darmawati Hady
PEDAGOGIK Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of (1) describing the ability of fifth grade students at SD Negeri 45 Kota Ternate in determining the main ideas of paragraphs, (2) knowing the factors that cause difficulties for grade V students at SD Negeri 45 Ternate City in determining the main ideas of paragraphs. This study used qualitative research methods. The collection of data used in this study are observation, tests, and interviews. The sample used in this study were 36 students.The results showed that: 1) out of 36 students who took the test, 17 students easily determined the main idea of a paragraph, while 19 students had difficulty determining the main idea of a paragraph including: 5 students (14%) had difficulty in understanding reading, 8 students (22%) had difficulty sorting out deductive and inductive paragraphs, and 6 students (17%) had difficulty distinguishing between deductive and inductive paragraphs. Based on the results of tests and interviews, there are 2 factors that cause students to experience difficulties, namely: the first is internal which includes, 1) students do not understand what is meant by the main idea; 2) students have not been able to sort out between main sentences and developer sentences; 3) students don't like the main idea material, 4) students' lack of interest in reading. The two external factors include: 1) the use of limited learning media causing students to feel bored during the learning process; 2) the lack of learning approaches carried out by parents of students at home; 3) less than optimal class management.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 56 KOTA TERNATE PADA TEMA 6 SUBTEMA 2 PERPINDAHAN KALOR DI SEKITAR KITA Neli Yusliana Agus; Kodrat Hi Karim; Eko Purnomo
PEDAGOGIK Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to express the learning model of The Power Of Two in grade V students of SD Negeri 56 Ternate City, after using the learning model The Power Of Two in Theme 6 Subtheme 2 Heat Transfer Around Us. This research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of the study were class V students with a total of 26 students consisting of 9 men and 17 women. Data collection techniques in this study are observation, documentation and tests. Data analysis techniques in this study were carried out in three stages, namely to determine individual student learning outcomes, to determine the completeness of student learning classically and to calculate the percentage of student and teacher activity results.The results of this study were 2 cycles, where cycle I obtained learning completeness with a percentage of 42.30% as many as 11 students, student activity 65.27% and teacher activity 68.75%. Then in the second cycle, student learning completeness was obtained with 96.15% as many as 25 students, student activity 90.27% and teacher activity 93.75%. Based on the results of the percentage above, it can be concluded that Learning Using The Power Of Two Model In Learning Theme 6 Subtheme 2 Heat Transfer Around Us can improve the learning outcomes of grade V students of SD Negeri 56 Ternate City.
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FIKSI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT LEARNING) SISWA KELAS V SD NEGERI 52 KOTA TERNATE Sukarim, Isdianti; Hi Karim, Kodrat; Ahsan, Sukria
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10020

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa kelas V SD Negeri 52 Kota Ternate tentang menulis cerita fiksi melalui model pembelajaran langsung (Direct Learning), 2) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesulitan yang dihadapi siswa kelas V SD Negeri 52 Kota Ternate dalam menuangkan ide dan mengembangkan imajinasi dalam penulisan cerita fiksi. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis lapangan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Dari 22 siswa yang berada di kelas V terdapat 17 siswa yang mampu menulis cerita fiksi dengan baik dimana siswa mampu menentukan ide dan gagasan utama sebelum menulis cerita fiksi sehingga cerita yang ditulis dapat tersusun dengan baik, nilai yang diperoleh 17 siswa tersebut telah memenuhi nilai kriteria yang telah ditetapkan, dan 5 siswa yang masih tidak memenuhi nilai kriteria yang ditentukan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ketuntasan siswa sebesar 77,27%. 2) Siswa kelas V SD Negeri 52 Kota Ternate pada proses penulisan cerita fiksi siswa mengalami beberapa kesulitan dalam menulis cerita fiksi dimana siswa kesulitan pada penulisan tema kurang jelas ide cerita terbatas dan sulit dipahami, deskripsi latar cukup jelas namun kurang mendukung alur cerita, tokoh kurang berkembang, motivasi tidak jelas dan bahasa monoton, kosa kata sangat terbatas, struktur kalimat lemah.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS: PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT IDEALISME sadjim, umar m; Karim, Kodrat Hi; Pamuti, Pamuti
PEDAGOGIK Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v6i1.2678

Abstract

Filsafat idelaisme seabagi salah satu aliran filsafat kuno yang dikembangkan pertama kali oleh Plato merupakan aliran yang sangat sarat dengan nilai-nilai humanis religius. Dan nilai-nilai tersebut jika dikaji dan dianalisis secara mendalam, tentunya akan memberikan dampak sangat luar biasa pada setiap individu khususnya dalam aras pendidikan. Mengkaji dan menganalisis Nilai-nilai pendidikan fundamental yang humanis dan religius, dalam aliran filsafat idealisme kaitannya dengan praksis pendidikan masih sangat relevan untuk dikembangkan. Seperti halnya konsep tentang guru sebagai teladan yang digugu dan ditiru, atau mengungkap potensi anak yang terpendam agar muncul kepermukaan yang terimplementasikan untuk selanjutnya menjadi kompetensi pada diri anak. Nilai-nilai pendidikan humanis religius merupakan kesepadanan yang sangat seimbang. Karena jika nilai humanis saja yang dikembangkan tanpa religius, maka keseimbangan tidak akan terjadi dan membuat individu lebih mementingkan nilai humanis, sementara tidak memiliki nilai religi. Seperti halnya model sekolah yang dikembangkan di Muhammadiyah juga menekankan pada pengembangan nilai-nilai humanis dan religius. Selain itu dilingkungan Islam netral lainnya misalnya SMP Al-Islam, SMP Ulul-al baab di Surabaya yang tidak hanya dari sisi metafisis, tetapi juga epistemologi dan aksiologisnya. Dilingkungan Agama lain seperti Sekolah Dasar Tionghoa yang mengembangkan pendidikan nilai religius untuk agama Kong-fhu tzu, di kota Semarang, dan masih banyak lagi. Walaupun demikian ada sekolah Pemerintah yang mulai mengadopsi modelnya, seperti Madrasah Insan Cendekia, Ini menunjukkan bahwa aliran filsafat idealisme yang sarat dengan nilai-nilai humanis dan religius ini telah menjadi icon untuk model alternative yang menawarkan irisan kompilasi antara sekolah/Madrasah yang selain mengembangkan pembelajaran umum begitu pula dengan pembelajaran keagamaan serta etika dan estetika.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 45 KOTA TERNATE MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA TEMA 8 SUBTEMA 1 MANUSIA DAN LINGKUNGAN Talaohu, Sunarti; Hady, Darmawati; Purnomo, Eko; Karim, Kodrat Hi
PEDAGOGIK Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i1.8198

Abstract

          Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan model Talking Stick dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 45 Kota Ternate dan mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 45 Kota Ternate menggunakan model pembelajaran Talking Stick pada tema 8 subtema 1 manusia dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 45 Kota Ternate, yang berjumlah 28 orang siswa, diantaranya 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Prosedur pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi dan angket.              Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick ini telah mengalami peningkatan motivasi belajar siswa pada tema 8 subtema 1 manusia dan lingkungan. Hasil ini dibuktikan dengan hal-hal sebagai berikut: motivasi belajar dalam pembelajaran tematik terjadi peningkatan mengenai jumlah siswa yang berhasil memenuhi kriteria motivasi. Hal ini ditunjukan dengan rata rata skor motivasi belajar 47,12 dengan persentase skor motivasi belajar keseluruhan yaitu 59% sebelum diberikan tindakan, rata rata skor motivasi belajar 61,60 dengan persentase skor motivasi belajar keseluruhan yaitu 77% setelah diberikan tindakan pada siklus I, dan rata rata skor motivasi belajar 69,22 dengan persentase skor motivasi belajar keseluruhan yaitu 86% setelah diberikan tindakan siklus II. Hal ini juga terjadi peningkatan yang signifikan pada aktivitas guru (66,66%) dan aktivitas siswa (59,10%) pada siklus I, dan pada aktivitas guru (93,33%) dan aktivitas siswa (84,10%) pada siklus II. Berdasarkan hasil persentase diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 45 Kota Ternate. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Model pembelajaran Talking Stick.