Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA TENAGA KESEHATAN DI TULANG BAWANG BARAT UNTUK PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3295

Abstract

Stunting adalah salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak karena masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Stunting masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyebab stunting multifaktorial dan berkaitan dengan asupan gizi yang kurang atau kebutuhan gizi yang meningkat. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan WHO masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yaitu diatas 20%. Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang yang irreversible. Meskipun sudah berusaha diobati, kognitif dan metabolisme anak yang sudah pernah mengalami stunting tidak akan bisa kembali normal. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan penanganan stunting dengan fokus utama kepada pencegahan. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di posyandu, puskesmas atau layanan kesehatan primer. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di Tulang Bawang Barat mengenai pelayanan kesehatan pada ibu dan anak terkait upaya pencegahan kejadian stunting. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi materi kesehatan anak tentang pengenalan stunting, deteksi dini, dan pengelolaan stunting. Materi kesahatan pada ibu yang disampaikan terkait upaya pencegahan stunting adalah tentang kontrasepsi. Peserta kegiatan juga diberikan pelatihan tentang pengisian growth chart WHO serta interpretasinya untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini anak berisiko stunting. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 36,4% pada para tenaga kesehatan tentang upaya pencegahan stunting dengan meningkatan kualitas kesehaan ibu dan anak. Penerapan hasil sosialisasi ini secara berkelanjutan diharapkan dapat bermakna untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional yaitu 14% pada tahun 2024. Kata kunci: kesehatan ibu dan anak, kontrasepsi, stunting.
SEMINAR AWAM “MARI KITA CEGAH ANEMIA” BAGI MASYARAKAT DI TULANG BAWANG BARAT: SEMINAR AWAM “MARI KITA CEGAH ANEMIA” BAGI MASYARAKAT DI TULANG BAWANG BARAT Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3366

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 melaporkan prevalensi anemia pada populasi Indonesia sebesar 23,7%, yang artinya hampir seperempat penduduk Indonesia menderita anemia. Anemia dapat terjadi pada semua kelompok umur, mulai dari balita, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Penyebab anemia bervariasi, namun salah satu faktor utamanya adalah defisiensi zat besi yang disebabkan karena malanutrisi. Anemia pada kehamilan dapat berdampak serius bagi ibu dan bayi. Anemia pada anak dan remaja juga dapat menimbulkan berbagai masalah seperti terganggunya tumbuh kembang, menurunkan daya tahan tubuh, serta menurunkan kemampuan akademis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk seminar awam ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dan upaya pencegahannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi segala hal terkait anemia pada anak, remaja dan ibu hamil dengan menitikberatkan pada upaya pencegahan anemia pada kelompok umur tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi post test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta seminar sebelum dan sesudah dilakukan edukasi yaitu menjadi 70,9%. Kegiatan seminar berjalan lancar dan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Tulang Bawang Barat dalam pencegahan anemia.
EDUKASI NUTRISI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN GAGAL TUMBUH PADA TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Nareswari, Shinta; Arianti, Tanti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3535

Abstract

Gizi buruk (malnutrisi) merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan anak khususnya pada balita. Anak dengan gizi buruk memiliki risiko terkena berbagai penyakit dan kematian. Masalah gizi umumnya disebabkan oleh faktor langsung yang berhubungan dengan asupan gizi atau konsumsi makanan terhadap zat gizi tertentu dan penyakit infeksi. Gagal tumbuh ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan kebutuhan biologis untuk pertumbuhan. Pengenalan dini dan pemberian nutrisi untuk tumbuh kejar yang tepat perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan lini pertama untuk mencegah kejadian gagal tumbuh. Pengabdian kesehatan pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi tenaga kesehatan untuk mengenali tanda awal anak yang terindikasi gagal tumbuh serta melakukan intevensi nutrisi yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Materi edukasi yang diberikan mencakup tentang definisi malnutrisi dan gagal tumbuh, dampak gagal tumbuh, serta upaya pencegahan gagal tumbuh dengan pemilihan asupan nutrisi yang sesuai. Sesi diskusi dilakukan setelah sesi pemberian materi selesai dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan nilai pre-test rata-rata adalah sebesar 66 sedangkan nilai post-test rata-rata menjadi 90. Edukasi yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan tentang pemberian nutrisi pada pencegahan gagal tumbuh.
Analisis Hukum Kebijakan Pengelolaan Sempadan Sungai Perkotaan Terhadap Pertumbuhan Penduduk Noviani, Erina; Wulandari, Christine; Kusumastuti, Dyah Indriana; Yuwono, Slamet Budi; Wahono, Endro P; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Arianti, Tanti; Hardito, Joni
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4037

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan berimbas pada perubahan penggunaan lahan yang mempengaruhi keberlanjutan kawasan sempadan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara kebijakan pengelolaan sempadan sungai dengan dinamika pertumbuhan penduduk di Kota Bandar Lampung dan membandingkannya dengan Kota Pekanbaru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan mengkaji berbagai kebijakan, data demografis, serta dampak lingkungan dan sosial yang muncul akibat perubahan penggunaan lahan di sepanjang daerah aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sempadan sungai di Bandar Lampung lebih terancam karena kurangnya pengawasan dan sosialisasi kebijakan, serta tingginya tekanan ekonomi terhadap kawasan tersebut. Sementara itu, di Pekanbaru, meskipun tantangan serupa ada, penataan ruang dan kebijakan pengelolaan sempadan sungai lebih terstruktur. Penelitian ini menyarankan penataan ulang pemanfaatan sempadan sungai, penguatan regulasi, dan peningkatan edukasi masyarakat sebagai langkah strategis dalam mitigasi risiko lingkungan, seperti banjir, dan untuk perlindungan ekosistem riparian yang berkelanjutan.
Peran Kebijakan Perlindungan Hutan dalam Mengurangi Dampak Kebakaran Hutan terhadap Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Riau Arianti, Tanti; Wulandari, Christine; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Noviani, Erina; Hardito, Joni
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4044

Abstract

This study aims to analyze forest protection policies in mitigating the health impacts of forest fires, with a particular focus on the provinces of Central Kalimantan and Riau. The method used is a literature review, involving the analysis of legal regulations, regional policy documents, and relevant academic journals. Although Indonesia has a relatively strong legal framework, policy implementation faces significant challenges, including limited resources and widespread dependence on land-burning practices by both local communities and corporations. Health impacts such as acute respiratory infections (ARI) and chronic respiratory problems continue to rise alongside the frequency of forest fires. Based on data from the Ministry of Environment and Forestry, in 2019 Central Kalimantan contributed 134,227 hectares and Riau 75,871 hectares to the national total of 1.64 million hectares of burned area. Therefore, a more integrated, prevention-oriented policy approach involving community participation and early detection technologies is urgently needed