Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Genangan Banjir Daerah Aliran Sungai Way Tipo Kabupaten Tengah Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Noviani, Erina; Dyah Indriana Kusumastuti; Aprizal
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 3 (2025): Volume 10 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i3.2248

Abstract

Flooding is a recurring issue in the Way Tipo Watershed (DAS), impacting both the environment and surrounding communities. This study analyzes flood inundation areas using a quantitative approach based on hydrology and hydraulics, employing HEC-RAS modeling. The flood discharge was calculated using the Nakayashu method, yielding return period discharges (Q2–Q100) ranging from 744.46 to 993.05 m³/s. Simulation validation with the design discharge Q25 and Q50 at 988.82 m³/s resulted in an inundation area of 76.29 km². The analysis of the relationship between discharge and inundation area using Excel produced an equation with R² > 0.94, indicating a strong correlation. The findings of this study can serve as a basis for flood mitigation planning and sustainable watershed management. The implication of these findings is that the mathematical model obtained is capable of providing a fairly accurate picture of potential flooding based on water discharge, thereby assisting policymakers, local governments, and relevant parties in formulating flood prevention strategies, determining flood-prone zones, and spatial planning for the region.
Analisis Hukum Kebijakan Pengelolaan Sempadan Sungai Perkotaan Terhadap Pertumbuhan Penduduk Noviani, Erina; Wulandari, Christine; Kusumastuti, Dyah Indriana; Yuwono, Slamet Budi; Wahono, Endro P; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Arianti, Tanti; Hardito, Joni
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4037

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan berimbas pada perubahan penggunaan lahan yang mempengaruhi keberlanjutan kawasan sempadan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara kebijakan pengelolaan sempadan sungai dengan dinamika pertumbuhan penduduk di Kota Bandar Lampung dan membandingkannya dengan Kota Pekanbaru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan mengkaji berbagai kebijakan, data demografis, serta dampak lingkungan dan sosial yang muncul akibat perubahan penggunaan lahan di sepanjang daerah aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sempadan sungai di Bandar Lampung lebih terancam karena kurangnya pengawasan dan sosialisasi kebijakan, serta tingginya tekanan ekonomi terhadap kawasan tersebut. Sementara itu, di Pekanbaru, meskipun tantangan serupa ada, penataan ruang dan kebijakan pengelolaan sempadan sungai lebih terstruktur. Penelitian ini menyarankan penataan ulang pemanfaatan sempadan sungai, penguatan regulasi, dan peningkatan edukasi masyarakat sebagai langkah strategis dalam mitigasi risiko lingkungan, seperti banjir, dan untuk perlindungan ekosistem riparian yang berkelanjutan.
Peran Kebijakan Perlindungan Hutan dalam Mengurangi Dampak Kebakaran Hutan terhadap Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Riau Arianti, Tanti; Wulandari, Christine; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Noviani, Erina; Hardito, Joni
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4044

Abstract

This study aims to analyze forest protection policies in mitigating the health impacts of forest fires, with a particular focus on the provinces of Central Kalimantan and Riau. The method used is a literature review, involving the analysis of legal regulations, regional policy documents, and relevant academic journals. Although Indonesia has a relatively strong legal framework, policy implementation faces significant challenges, including limited resources and widespread dependence on land-burning practices by both local communities and corporations. Health impacts such as acute respiratory infections (ARI) and chronic respiratory problems continue to rise alongside the frequency of forest fires. Based on data from the Ministry of Environment and Forestry, in 2019 Central Kalimantan contributed 134,227 hectares and Riau 75,871 hectares to the national total of 1.64 million hectares of burned area. Therefore, a more integrated, prevention-oriented policy approach involving community participation and early detection technologies is urgently needed