Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SARGA

Keberlanjutan Tata Bangunan pada Kawasan Kauman Sebagai Permukiman Perkotaan di Surakarta Nifida Alsya Khairunnisa; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.1912

Abstract

Kauman merupakan permukiman perkotaan di Kota Surakarta, Jawa Tengah yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem Keraton serta para khatib Masjid Agung Surakarta. Selain sebagai permukiman, kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Seiring perkembangan zaman dengan bertambahnya penduduk beserta kebutuhan ekonominya, kawasan sekitar Kauman tumbuh menjadi pusat komersial. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat kemudian memicu beberapa bangunan termasuk Kauman beralih fungsi menjadi pertokoan. Terletak di tengah kota dan menjadi pusat aktivitas memicu peningkatan tekanan pembangunan di Kauman, sehingga menjadikan kawasan ini tidak sepenuhnya lagi berfungsi sebagai permukiman. Eksistensi budaya di Kauman perlahan menurun seiring terjadinya perubahan fungsi lahan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kehilangan atau keaslian permukiman perkotaan. Maka dari itu, Kauman sudah selayaknya mendapat perhatian khusus untuk keberlanjutan kawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan kawasan Kauman Surakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kawasan sehingga dapat melestarikan Kampung Kauman Surakarta.
Transformasi Morfologi Permukiman Desaa Sesua (1932 - 2024) Sri Rahayu Ningsih; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2931

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi morfologi Desa Sesua, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sejak masa awal pembentukannya pada tahun 1932 hingga tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi visual, dan wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi desa mengalami tiga fase utama: fase pembentukan dengan hunian rumah panjang komunal, fase transisi yang ditandai pergeseran ke rumah-rumah pribadi, serta fase perkembangan di mana permukiman menyebar mengikuti pembangunan infrastruktur jalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan meliputi nilai budaya Dayak Bulusu, kebijakan pemerintah, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan akses jalan menuju kebun serta jalur utama desa. Studi ini menegaskan bahwa perubahan bentuk fisik desa tidak menghapus nilai-nilai budaya lokal, melainkan menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan kebijakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan permukiman yang sensitif terhadap konteks lokal dan berkelanjutan.
Karakteristik Kawasan Tepian Parit Besar di Kota Pontianak: The characteristics of the Parit Besar District in Pontianak City Djarot, Adhitya; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.827

Abstract

Kota Pontianak adalah kota yang terbentuk dari sungai Kapuas yang terbelah menjadi dua sungai yaitu sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak yang menjadi ikonik Kota Pontianak. Dahulunya pusat peradaban kota ini berada di tepian sungai dengan orientasi bangunan dan bentuk yang terpengaruh terhadap sungai dan parit-parit didalamnya, tak ayal kota Pontianak disebut juga dengan kota seribu parit dengan jumlah parit yang mencapai ribuan. Seiring perkembangan zaman dengan berkembangnya berbagai teknologi termasuk moda transportasi darat, orientasi masyarakat secara perlahan yang dahulu mengorientasikan permukiman terhadap air seakan beralih orientasi ke darat sehingga menjadikan kota Pontianak tidak lagi sepenuhnya berorientasi terhadap parit dan sungai. Penelitian melalui studi tipologi dan morfologi koridor parit pada penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan identitas bentuk kawasan yang ada di tepian koridor parit di Kota Pontianak sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan karakteristik dan identitas itu dapat dikembangkan sehingga mengeluarkan strategi serta melestarikan kota parit.
Karakter Pecinan pada Kawasan Bekas Pusat Pusat Perdagangan Kampung Malabero Kota Bengkulu: Characteristics Of Chinatown Area in Ex Trading Center Of Malabero Village, Bengkulu City Mohammad 'Azam Izzuddin; Ikaputra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.917

Abstract

Kampung Malabero Kota Bengkulu memiliki satu wilayah bagian kecil yang disebut Kampung Cina. Kampung ini sudah lama dijadikan sebagai tempat tinggal bagi orang berdarah Tionghoa dan kampung ini sudah ada sejak zaman penjajahan Inggris, ketika mereka berusaha menguasai perdagangan lada sekitar abad ke-16. Sekitar tahun 1689, setelah kemitraan perdagangan Inggris East India Company (EIC) mengizinkan masuk, banyak orang keturunan Tionghoa pindah ke kota Bengkulu. Tahun 1970-an merupakan masa kejayaan Kampung ini. Di sinilah sebagian besar warga Bengkulu biasa berbelanja aneka dagangan mulai dari kelontong, pakaian, elektronik dan perabotan rumah tangga. Sejarah yang panjang dan keunikan bangunan arsitektur menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata sejarah yang cukup popular dan mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain. Namun, masa kejayaan kampung ini memudar pada 1990-an. Memudarnya kajayaan kawasan kecil ini diiringi oleh redupnya Karakter Pecinan pada Kawasan. Kemunduran daya tarik kawasan muncul pada aktifitas kepariwisataan pecinan Kota Bengkulu ini. Dilatar belakangi oleh kemunduran tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana eksistensi kampung ini sebagai pecinan. Data penelitian ini adalah data kualitatif, yakni data yang tidak dapat dihitung seperti; gambaran umum, lokasi penelitian, karakteristik kawasan, keberadaan, dan sejarah kawasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Cina Kota Bengkulu masih memiliki karakter yang kuat sebagai Pecinan.