Articles
The Study of Public Space From The Sociofugal and Sociopetal Aspect (Case Study: Faculty of Architecture and Design, UPN
Susanti, Wiwik Dwi;
M.Pranoto S;
Sri Suryani Y.W
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology for People Empowerment.
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
There is inner closeness between students and campus, because some students do activities on campus. Public space are the most widely used by students in activities. So, the availability of public space on campus is very necessary. The quantity and quality of public space on campus is a main indicator in shaping student behavior. The purpose of a public space is to support student activities from the academy aspect and soft skill activities. While the availability of public space in the Faculty of Architecture and Design has not been able to provide a maximum container for students both in terms of quality and quantity. In this study try to identify the patterns of public space by using the sociopetal and sociofugal parameters. The concept of sociofugal and sociopetal is an important indicator in testing the quality of public space. Ideally a good public space is dominated by sociofugal aspects because it prioritizes socializing and discussing activities. This study uses architectural methods of behavour mapping which later facilitate the process of observation in the field. Hopefully later with the knowledge gained can contribute ideas for the design of the quality of public space in the future.
Classroom Arrangement in Nurul Islam Kindergarten to Support Student Creativity (Case Study: Nurul Islam Kindergarten, Surabaya)
Susanti, Wiwik Dwi;
M. Safeyah;
M. N. Trilita
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology for People Empowerment.
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The main problems in Nurul Islam Kindergarten Surabaya are related to the dimensions of classrooms and the availability of classrooms as a place to conduct sports activities. In the research trying to be able to provide a solution in optimizing available space resources so that it can be an accommodating container for learning activities. This is one of the factors that supports the success of the learning program. From the results of the analysis of observations in the field, the classrooms are arranged based on several zones so as to provide a solution for narrow classroom arrangement. The zone also functions to differentiate and limit the mixing of various types of activities. So that every activity can run smoothly.
Tradisi Lisan sebagai Salah Satu Sumber Eksplorasi Desain Arsitektur Nusantara (Studi Kasus Museum Purna Bhakti Pertiwi, Tugu Monas dan Gedung DPR/MPR RI)
Agustin, Dyan;
Mutia, Fairuz;
Susanti, Wiwik Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2091.169 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11566
Bahasa atau teks adalah salah satu unsur pembentuk dari arsitektur nusantara. Sebagai salah satu bentuk pengetahuan arsitektur nusantara dapat dipahami dari aspek fisik, naskah tertulis dan naskah lisan. Cara yang biasa dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan dalam konteks kelisanan adalah melakukan perbincangan atau dengan rupa cerita yang berupa mitos atau legenda. Ungkapan kelisanan tersebut berpotensi sebagai rekaman pengetahuan. Tradisi lisan bisa digunakan sebagai strategi desain dalam mengeksplorasi arsitektur nusantara dengan melakukan pemalihan/transformasi. Dalam proses transformasi dilakukan tiga tahap antara lain pemalihan tradisional, peminjaman dan dekomposisi. Pemalihan tradisional dilakukan pada tahap awal perancangan dengan memperhatikan norma, filosofi dan tradisi lisan. Tahap selanjutnya yaitu dilakukan peminjaman dengan meminjam bentukan dan ruangan dari bangunan dengan arsitektur modern. Terakhir adalah mendekomposisikan menjadi sesuatu yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan langkah langkah yang paling tepat untuk mengolah desain arsitektur nusantara melalui tradisi lisan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literature. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sample (bertujuan) pada obyek museum Purna Bhakti Pertiwi dan Tugu Monas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua obyek tersebut menggunakan tradisi lisan dengan metode interpretasi dan transformasi.
Kedai Kopi: Kepintaran Kopi dalam Menciptakan Ruang di Kota Malang
Susanti, Wiwik Dwi;
Mutia, Fairuz;
Agustin, Dyan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1961.241 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11569
“Ngopi sek ben gak salah paham†merupakan salah satu jargon andalan di masyarakat Jawa Timur. Dimana jargon tersebut merupakan ajakan untuk minum kopi di kedai kopi sambil ngobrol dan menikmati rokok selama berjam-jam. Sehingga terdapat pergeseran makna dalam menikmati kopi. Kopi tidak lagi sebagai minuman pelengkap yang hanya bisa dinikmati di rumah, tetapi kopi menjadi pusat dalam menghadirkan suatu ruang dan sebagai wujud keseharian kaum pinggiran dan kaum urban. Dalam perkembangan kedai kopi tidak lagi identik dengan bangunan masif tetapi lebih kepada konsep berkumpul (sosialisasi). Manusia dengan sendirinya akan menghadirkan ruang ketika menikmati kopi. Sehingga banyak ditemukan kepintaran kopi dalam menciptakan ruang dengan keberagaman langgam. Penelitian ini berusaha untuk mengupas kepintaran kedai kopi dalam menciptakan ruang melalui pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah adanya ruang yang diciptakan oleh kopi yaitu ruang budaya, ruang arsitektural, ruang imajinatif dan ruang digital.
Konsepsi Arsitektur Nusantara: Makna Ruang Bersama dalam Ruang Privat Desa Keboansikep-Keboananom Sidoarjo
Mutia, Fairuz;
Agustin, Dyan;
Susanti, Wiwik Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2545.065 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13314
Arsitektur selalu merasa perlu membagi antara fungsi dan zona ruang privat, publik dan servis. Dalam telaah kajian ruang nusantara, pembagian ini seperti samar dan kadangkala tidak berlaku. Pada Desa Keboan Sikep di Sidoarjo, yang secara fisik telah berubah modern, beberapa nilai nusantara masih sangat terasa. Hal ini menjadi menarik ketika adanya beberapa konsepsi mengenai ruang bersama yang memanfaatkan lahan pribadi warga. Penggunaan istilah fungsi maupun guna menjadi layak untuk dipertanyakan dan ditelaah dalam balai pos ronda yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Keboan Sikep. Nilai – nilai kenusantaraan dengan prinsip rela berkorban yang menjadi representasi tentang arsitektur nusantara melalui pemaknaan ruang yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologi, balai pos ronda kemudian ditelusuri melalui hakikat rong, space dan juga place, selain memahami dalam bentuk ekspresi visual-spasial kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya nilai – nilai nusantara yang tertanam secara intuitif yang kadangkala tidak selalu berupa ekspresi visual, namun lebih kepada spasial. Dalam arus hegemoni modern dan arsitektur euro-ricacentrism yang kental, nyatanya manusia masih mengejawantahkan nilai – nilai kenusantaraan dalam tingkahlaku dan pembentukan ruangnyaÂ
Studi Peluang Pengembangan Ekowisata Untuk Mendukung Keberlanjutan Kota (Studi Kasus: Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya)
Wiwik Dwi Susanti;
Muchlisiniyati Safeyah;
Fairuz Mutia
JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36448/ja.v11i1.1706
Kegiatan pariwisata harus mampu menjaga dan mengedapankan kelestarian lingk ungan, memperhatikan kondisi sosial dan perekonomian masyarakat. Seharusnya k egiatan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan alam sekitar tidak hanya mempertimbangan keuntungan secara ekonomi saja. Ekowisata adalah ke giatan wisata alam dengan mempertimbangkan unsur pendidikan, dan upaya konservasi sumberdaya alam, serta mendukung perekonomian masyarakat. Ekowisata dianggap sebagai salah satu solusi untuk mendukung keberlanjutan kota yang meliputi 3 aspek yaitu lingkung an, ekonomi dan sosial. Medokan Ayu merupakan salah satu Kelurahan di Kota Surabay a yang lokasinya berdekatan dengan pesisir Timur . Wilayahnya berupa tambak, mangrove dan permukiman. Tambak di Medokan Ayu menghasilkan ikan Bandeng terbaik di Surabaya. Sehi ngga Medokan Ayu memiliki banyak potensi (wisata tambak, kuliner dan wisata mangrove) yang bisa dikembangkan untuk mendukung konsep ekowisata. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji peluang Kelurahan Medokan Ayu untuk dapat dikembangkan menjadi ek owisata sebagai pendukung keberlanjutan kota. P enelitian ini dapat dipetakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata dan dapat memberikan keuntungan bagi warga sekit ar dan mendukung keberlanjutan K ota Surabaya. Hasil analisa diketahui bahwa potensi (aspek fisik dan non fisik) yang dimiliki Medokan Ayu mampu dikembangkan menjadi ekowisata yang mendukung keberlanjutan kota.
Kajian Genius Loci Pada Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang
Wiwik Dwi Susanti;
Dyan Agustin;
Fairuz Mutia
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2704.822 KB)
|
DOI: 10.36448/jaubl.v10i2.1448
Kampoeng heritage Kajoetangan merupakan salah satu kampoeng tematik di kota Malang. Kampoeng heritage Kajoetangan lebih ditonjolkan pada aspek kesejarahan, dimana kampoeng ini memiliki peranan penting dalam perkembangan Kota Malang pada masa kolonial Belanda. Sehingga pada saat ini masih banyak ditemukan rumah-rumah yang memiliki langgam kolonial dan jengki. Pada tahun 2018 Pemkot Kota Malang mencanangkan kampoeng tersebut menjadi kampoeng wisata yang lebih menonjolkan karakter kesejarahannya. Dalam penelitiain ini berusaha untuk mengupas potensi genius loci yang tidak hanya pada aspek kesejarahan. Kesimpulan dari penelitian ditemukan bahwa genius loci di kampoeng Kajoetangan meliputi aspek tangible, intangible dan makna. Sehingga makna kampoeng Kajoetangan tidak hanya menonjol dari aspek kesejarahan tetapi karakter kampoeng kota juga menonjol aspek ekonomi, social dan budaya menjadi bagian yang menarik untuk dikembangkan juga.pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan Genius Loci sebagai parameter dalam analisa data.
Pembuatan Bros Dari Bahan Manik Dan Limbah Kawat Untuk Pelatihan Wirausaha Ibu PKK Perumahan Sentra Alam Sidoarjo
Dyan Agustin;
Wiwik Dwi Susanti
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52643/pamas.v4i1.779
Bros merupakan salah satu aksesoris pelengkap penampilan dalam berbusana bagi wanita yang paling banyak diminati. Bahan yang bisa digunakan untuk membuat bros bermacam macam, salah satunya adalah dari bahan manik manik dan limbah kawat. Kegiatan ini dilakukan di Perumahan Sentra Alam RT 02 yang terletak di daerah lingkar timur Sidoarjo. Diperumahan ini banyak terdapat ibu ibu PKK yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Belum ada aktivitas yang bisa dilakukan terutama untuk menambah pemasukan dari segi ekonomi. Untuk itu diperlukan usaha untuk menambah penghasilan keluarga dengan ber wirausaha berupa pelatihan wirausaha pembuatan bros ini dari bahan manik manik dan limbah kawat. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yaitu menganalisis gambaran tentang kreatifitas ibu ibu PKK dalam mengolah manik manik dan limbah kawat menjadi produk bros. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah semakin bertambahnya ketrampilan ibu ibu PKK RT 02 di Perumahan Sentra Alam Sidoarjo dengan membuat produk bros dari bahan manik manik dan limbah kawat yang layak jual. Menurut mereka pengerjaannya mudah dan bahan bahannya mudah didapatkan . Disamping itu bros yang dihasilkan terlihat unik, menarik dan tahan lama, sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi
Tradisi Lisan sebagai Salah Satu Sumber Eksplorasi Desain Arsitektur Nusantara (Studi Kasus Museum Purna Bhakti Pertiwi, Tugu Monas dan Gedung DPR/MPR RI)
Dyan Agustin;
Fairuz Mutia;
Wiwik Dwi Susanti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2091.169 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11566
Bahasa atau teks adalah salah satu unsur pembentuk dari arsitektur nusantara. Sebagai salah satu bentuk pengetahuan arsitektur nusantara dapat dipahami dari aspek fisik, naskah tertulis dan naskah lisan. Cara yang biasa dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan dalam konteks kelisanan adalah melakukan perbincangan atau dengan rupa cerita yang berupa mitos atau legenda. Ungkapan kelisanan tersebut berpotensi sebagai rekaman pengetahuan. Tradisi lisan bisa digunakan sebagai strategi desain dalam mengeksplorasi arsitektur nusantara dengan melakukan pemalihan/transformasi. Dalam proses transformasi dilakukan tiga tahap antara lain pemalihan tradisional, peminjaman dan dekomposisi. Pemalihan tradisional dilakukan pada tahap awal perancangan dengan memperhatikan norma, filosofi dan tradisi lisan. Tahap selanjutnya yaitu dilakukan peminjaman dengan meminjam bentukan dan ruangan dari bangunan dengan arsitektur modern. Terakhir adalah mendekomposisikan menjadi sesuatu yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan langkah langkah yang paling tepat untuk mengolah desain arsitektur nusantara melalui tradisi lisan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literature. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sample (bertujuan) pada obyek museum Purna Bhakti Pertiwi dan Tugu Monas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua obyek tersebut menggunakan tradisi lisan dengan metode interpretasi dan transformasi.
The Potential Development Analysis of Kampung City Toward Special Interest Tourism (Art, Culture, and Architcture) In The City Of Malang (Case Study: Heritage Village, Malang City)
Wiwik Dwi Susanti;
Adibah Nurul Yunisya
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.822 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.15726
Special interest tourism is currently developing and becoming one of the favourite destinations for tourists. One of the conceptual developments of special interest tourism is by developing urban villages. The urban village is one of the miniatures of Indonesia which contains various kinds of cultural wealth, history, social values, etc. The Kayutangan heritage village is one of the urban villages developed by the Malang City Government as a special interest tourist destination in the middle of Malang City. The character of the urban village is enriched with historical, architectural, art and cultural values which have not been explored and optimized as a special interest tourist destination. The heritage village only emphasizes the colonization infrastructure legacy while other potentials have not been explored optimally. Through this qualitative research, the other four potentials (historical, architectural, art, and cultural values) will be explored in detail and provide educational values for the Kayutangan urban village tourism.