Dari data dari profil kesehatan Kabupaten Klaten (2022) disebutkan bahwa pencapaian pemberian TTD (tablet tambah darah) pada ibu hamil di Puskesmas Wedi sudah mecapai 95% namun masih terdapat 7% (34 orang) ibu hamil yang mengalami anemia. Begitupula1,2kejadian kekurangan energi pada ibu hamil di Puskesmas wedi masih 5,3% (29 orang)Kejadian anemia pada wanita (19,7%) lebih banyak dibandingkan pada pria (13,1%), kondisi ini akan diperparah ketika seorang wanita mengalami kehamilan, karena pada ibu hamil akan mengalami perubahan hermatologi yaitu terjadi peningkatan volume plasma sekitar 45-65%, hal ini dimulai pada trimester II kehamilan dan maksimum terjadi pada bulan ke-9 dan meningkat sekita 1000 ml. Anemia harus segera ditangani sejak dini karena akanmengakibatkan prematuritas, BBLR dan dapat menjadi faktor risiko kejadian stunting, sehingga secara tidak langsung anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan kejadian stunting pada balita. Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kondisi kesehatan, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Parameter yang digunakan untuk menilai status gizi ibu hamil antara lain indeks massa tubuh (IMT). Terdapat beberapa cara mengatasi kejadian anemia diantaranya secara farmakologi dan non farmakologi. Cara farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi tablet Fe sesuai program pemerintah, non farmakologi yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Fortifikasi makanan tinggi zat besi paling baik adalah pada makanan hewani, seperti daging merah, daging ayam, telur dan ikan karena memiliki bioavailabilitas yang tinggi. Sumber makanan ini tidak hanya menyediakan zat besi, tetapi juga mengandung asam amino esensial dan nutrisi penting lainnya yang meningkatkan penyerapan zat besi dan berkontribusi pada Kesehatan secara keseluruhan . Nugget dan otak otak merupakan makanan yang praktis untuk dihidangkan, pembuatannya pun mudah dan dapat dijadikan camilan yang memiliki nilai gizi lebih dibandingkan camilan lainnya. Pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini bermitra dengan ibu hamil di Puskesmas Wedi, Kabupaten Klaten. Tim pengabmas menjalin penjajakan, diskusi, dan koordinasi dengan puskesmas wedi untuk mengembangan program penyuluhan pembuatan PMT ITA (Ikan Tahu) guna meningkatkan IMT dan kadar hemoglobin pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan tentang nutrisi ibu hamil dan pembuatan otak otak ITA (Ikan Tahu) yang evaluasinya akan dilihat melalui pengetahuan ibu hamil pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembuatan makanan tambahan bagi ibu hamil sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin dan IMT untuk pecegahan stunting sejak dini. Target luaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu video kegiatan dan hasil posttest pengetahuan ibu hamil tentang PMT ITA (ikan tahu).