Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Terapi Berpikir Positif Terhadap Penurunan Nyeri Kala I Pada Ibu Bersalin Multipara Di Rsb Permata Hati Kabupaten Kudus M, Anny Rosiana; N, Allania Hanung Putri; Nutrisyani, Nutrisyani
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.875 KB)

Abstract

Pendahuluan : Bagi ibu bersalin belajar mengubah pikiran negative tentang rasa sakit atau nyeri yang dialaminyadan menggunakan kekuatan pikiran untuk membuat tubuh terasa nyaman merupakan suatu cara agar nyeri yang dialaminya berkurang.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap penurunan nyeri kala i pada ibu bersalin multipara di RSB Permata Hati Kudus. Metode : Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Quasy eksperiment dengan menggunakan bentuk rancangan control group pre test-post test. Teknik pengambilan samplingnya secara Purposive Sampling. Populasinya sebanyak 106 responden dan sampelnya 51 responden. Hasil Penelitian : adalah p value 0.000 < α (0,05) berarti ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap nyeri kala I Pada Ibu Bersalin Multipara. Diskusi : Pikiran positif yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran ibu. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan ibu. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi seseorang akan menentukan realitas dirinya pada akhirnya akan menentukan perilaku atau keyakinan seseorang untuk mengontrol rasa nyeri..Kesimpulan : Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap nyeri kala I Pada Ibu Bersalin Multipara di RSB Permata Hati Kudus
Pengaruh Terapi Berpikir Positif Terhadap Penurunan Nyeri Kala I Pada Ibu Bersalin Multipara Di Rsb Permata Hati Kabupaten Kudus Anny Rosiana M; Allania Hanung Putri N; Nutrisyani Nutrisyani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.875 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.72-79

Abstract

Pendahuluan : Bagi ibu bersalin belajar mengubah pikiran negative tentang rasa sakit atau nyeri yang dialaminyadan menggunakan kekuatan pikiran untuk membuat tubuh terasa nyaman merupakan suatu cara agar nyeri yang dialaminya berkurang.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap penurunan nyeri kala i pada ibu bersalin multipara di RSB Permata Hati Kudus. Metode : Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Quasy eksperiment dengan menggunakan bentuk rancangan control group pre test-post test. Teknik pengambilan samplingnya secara Purposive Sampling. Populasinya sebanyak 106 responden dan sampelnya 51 responden. Hasil Penelitian : adalah p value 0.000 < α (0,05) berarti ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap nyeri kala I Pada Ibu Bersalin Multipara. Diskusi : Pikiran positif yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran ibu. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan ibu. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi seseorang akan menentukan realitas dirinya pada akhirnya akan menentukan perilaku atau keyakinan seseorang untuk mengontrol rasa nyeri..Kesimpulan : Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap nyeri kala I Pada Ibu Bersalin Multipara di RSB Permata Hati Kudus
Motivasi dan Kompetensi Mahasiswa serta Kepuasan Pasien setelah Mendapatkan Model Pembelajaran Asuhan Nifas Terintegrasi Allania Hanung; Farid Husin; Irvan Afriandi; Dany Hilmanto; Vita Murniati Tarawan; Setiawan Setiawan; Ishak Abdulhak
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.668 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.23

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kualitas bidan. Didasarkan atas kajian sebelumnya bahwa pendidikan bidan perlu menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pasien,serta melibatkan multi disiplin ilmu.Diharapkan dengan pendekatan tersebut, dapat meningkatkan kompetensi bidan. Penelitian mengenai kurikulum terintegrasi telah banyak dilakukan pada pendidikan kedokteran, dan terbukti efektif meningkatkan kompetensi mahasiswa. Namun, penelitian kurikulum kebidanan terintegrasi di Indonesia masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa penerapan asuhan nifas terintegrasi terhadap peningkatan motivasi dan kompetensi mahasiswa serta kepuasan pasien dalam praktek klinik kebidanan. Penelitian ini menggunakan metodequasi eksperiment dengan pre-post one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi DIII Kebidanan UNS dan pasien yang mendapat pelayanan asuhan nifas oleh mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa 37 orang, dan pasien 37 orang yang mendapat pelayanan dari mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan motivasi dan kompetensi sebelum dan sesudah diberikan model pembelajaran asuhan nifas terintegrasi (p<0,001). Rata-rata peningkatan pengetahuan mahasiswa sebesar 20,27%, peningkatan sikap sebanyak 20,27%, dan peningkatan ketrampilan sebanyak 21,63%. Sebelum diberikan asuhan nifas terinetgrasi, mahasiswa tidak ada yang kompeten, namun sesudahnya terdapat 22 orang mahasiswa yang kompeten. Kompetensi mahasiswa meningkatkan kepuasan pasien sebesar 10,667 kali (OR=10,667). Unsur kompetensi yang paling memengaruhi kepuasan adalah ketrampilan (p<0,001). Kepuasan pasien dipengaruhi oleh ketrampilan mahasiswa sebanyak 40%. Simpulan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran asuhan nifas terintegrasi mampu meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa D III Kebidanan, serta meningkatkan kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan.
KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN BIDAN DI POSKESDES Allania Hanung; Tinah .; Ayu Rosita Fidianata
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.296

Abstract

ABSTRAKPelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregistrasi) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan. Pelayanan kesehatan yang bermutu semakin diperlukan dalam memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat. Bidan memang harus memuaskan pelanggan, sebab kalau pelanggan tidak dipuas pelanggan akan meninggalkan dan menjadi pelanggan pesaing untuk mendapatkan pelayanan yang diharapkan, hal ini akan menurunkan laba dan bahkan menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, bidan desa diharapkan untuk selalu konsisten pada perannya, terutama kuantitas dan kualitas pelayanan dalam upaya memuaskan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui kepuasan pasien KIA yang kunjungan ke bidan di desa pucangan. Metode penelitian : Penelitian yang dilakukan dengan analitik observasional dengan menggunakan pendekatan  cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah pasien KIA yamg memeriksakan diri diBidan Desa Pucangan dengan 34 pasien KIA, dengan teknik sampling aksidental dan analisa data dengan Kuesioner. Hasil Penelitian : Responden yang paling banyak adalah responden yang melakukan kunjungan tetap dengan kepuasan pelayanan bidan cukup yaitu 22 responden (64,7%), Hasil perhitungan chi square dengan α = 0,05, diperoleh nilai p value 0.000 < 0.005, berarti Ha diterima dan Ho ditolak.  Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kepuasan pelayanan bidan desa dengan kunjungan pasien KIA.Kata Kunci : Kepuasan, pelayanan, bidanPATIENT SATISFACTION AT MIDWIFE SERVICES AT POSKESDESABSTRACTBackground: midwifery Services are an integral part of the system of health services provided by the registered midwife (registered) can be done independently, collaboration or referral. Quality health care is increasingly necessary in meeting the demands of the needs of the community. Midwives did have to satisfy customers, because if the customer is not dipuas customers would leave and become a customer of a competitor to get a service that is expected, it will lower profits and even losses. Therefore, the village midwife is expected to always be consistent on its role, particularly the quantity and quality of service in an effort to satisfy the needs and wishes of the patient. Research objectives: to know the patient's satisfaction KIA is a visit to a midwife in the village of pucangan. Research methods: research conducted with observational analytic approach with the use of cross sectional. The population in this research is the patient checked himself in to KIA'S midwives, Village Pucangan with 34 patients with KIA, aksidental sampling and analysis data by questionnaire. Research results: Respondents most respondents that do visit are fixed to the satisfaction of enough midwives services 22 respondents (64,7%), the results of the calculation of the chi square with α = 0.05, the p value obtained value 0000 0,005, meaning < Ha Ho accepted and rejected. Conclusion: From this research it can be concluded that there is a relationship of service satisfaction with patient visits the village midwife KIAKeywords: patient,  satisfaction , midwife
PENGARUH PEMBERIAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN SKRINING FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA REMAJA PUTRI SMA Pamungkas, Atik Mahmudah Aji; Hanung, Allania; Nuraeni, Nuraeni
Jurnal Kebidanan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Kebidananan (JBd) Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jbd.v3i2.479

Abstract

The World Health Organization indicates that non-communicable diseases are by far the leading cause of death worldwide, representing 63% of all annual deaths. The number of new cases that occurred in Boyolali II was 8,444 people with hypertension. It is important to carry out early screening since adolescence, this is because women will experience pregnancy, and later if teenagers experience hypertension, during pregnancy they will be at risk of suffering from preeclampsia. The aim of this research was to see whether there was an effect of giving pocket books on knowledge of screening for hypertension risk factors among female students at SMA 2 Boyolali. This type of research is quantitative research using a pre-experimental design using the Wilcoxon bivariate test. The population in this study was female students at SMA 2 Boyolali for the 2021/2022 academic year, totaling 317 with a quota sampling technique of 90 people using the Slovin formula. The conclusion of this research is that health education has an influence on knowledge of screening for hypertension risk factors in teenage students at SMA 2 Boyolali (0.000<0.05). By providing health education as an effort to increase knowledge from an early age regarding screening for hypertension risk factors. It is hoped that the results of this research can provide input to young students, especially young female students at SMA 2 Boyolali, to gain more knowledge about hypertension so that they can help avoid things that should not be consumed or done to avoid hypertension from an early age.
Factors Influencing Adolescent Behavior in HIV/AIDS Prevention Marni, Marni; Firdaus, Insanul; Yudhianto, Kresna Agung; wahyuningsih, Wahyuningsih; Hanung, Allania; Ernawati, Wahyu
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.2792

Abstract

The Indonesian Ministry of Health highlights that HIV cases are starting to be dominated by young people. The latest data shows that around 51 percent of new HIV cases detected are in teenagers (Rondonuwu, 2022). HIV/AIDS prevention is very necessary for teenagers, considering that the incidence rate is quite high. In this study, research related to factors influencing HIV/AIDS prevention behavior in adolescents will be presented in terms of adolescent knowledge, family and adolescent social support. The aim of this research is to analyze research that has been published in journal form. The research method uses PRISMA, the author searches for journals, identifies, reviews and adjusts them to appropriate criteria so that 8 journals are selected for analysis. Research results: of the 8 journals analyzed, knowledge has a large influence on preventing HIV/AIDS in adolescents. Family and social peer support also has an influence on it, especially in the cultural norms and values that apply where teenagers live. Conclusion: Education for groups of teenagers is prioritized so that teenagers have a good peer social environment, thereby creating high self-awareness among teenagers to behave positively in preventing HIV/AIDS.
MANFAAT PRENATAL YOGA UNTUK IBU HAMIL Wahyu Ernawati; Allania Hanung; Ratna Dewi; Wahyuningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i3.4172

Abstract

Latar Belakang: Prental yoga menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil agar dapat beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikis selama kehamilan serta mempersiapkan persalinan. Tujuan Penelitian: untuk menelaah evidence terkait manfaat prenatal yoga untuk ibu hamil dengan cara mereview. Metode Penelitian: Literatur Review dengan cara mencari di Pubmed, Google Scholar, Science Direct. Kriteria kata kunciyaitu “prenatal yoga”dan “pregnancy”. Setelah dilakukan telah didapatkan artikel nasional dan internasional. Pertanyaan Penelitian: 1) Fisiologis prenatal yoga pada ibu hamil?, 2) Apakah manfaat prenatal yoga pada ibu hamil?, 3) Apakah manfaat prenatal yoga pada janin ? Hasil Penelitian: Dari delapan artikel yang telah direview, terdapat evidence dari delapan artikel yang menunjukkan bahwa ibu yang sedang hamil mengalami perubahan fisiologis dan prenatal yoga dapat mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil, menurunkan kecemasan, stress, meningkatkan hubungan sosial, membantu dalam persiapan persalinan, menurunkan komplikasi maternal dan neonatal, mempererat hubungan keterikatan ibu dan janin, serta memperbaiki presentasi janin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan. Kesimpulan: prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan sehingga ibu dapat melahirkan dengan nyaman dan rileks.
Education and Training on MP-ASI Processing Skills for Posyandu Cadres in Randusari Village Dwihestie, Luluk Khusnul; Ningrum, Allania Hanung Putri Sekar; Mustikaningrum, Fitriana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/z8eqnj47

Abstract

Stunting is a condition where a child's height does not match the standard at 2-5 years old. If proper stunting correction is not carried out, it will cause the development and growth of children to be inappropriate for their age. The most appropriate stunting correction is by providing balanced nutrition. Health cadres are elements of society that are expected to be pioneers in improving the healthy behavior of the community. Providing education and training to health cadres on age-appropriate complementary food processing is one step that is expected to improve the ability of cadres to provide a balanced complementary food menu for toddlers.  From the results of this community service, it was found that there was an increase in the knowledge and skills of cadres in processing balanced nutritious local food ingredients for toddlers.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA MASA PRAKONSEPSI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN RISIKO DI PUSKESMAS KARANGGEDE rismawati, rismawati; Hanung PSN, Allania; Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37137

Abstract

Proses kehamilan perlu dipersiapkan sejak masa prakonsepsi atau sebelum hamil. Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dengan melakukan persiapan prakonsepsi. Faktor yang berperan dalam pencegahan kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil adalah pengetahuan ibu. Data ibu hamil resiko tinggi di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali tercatat dari 530 ibu hamil, terdapat 240 (45,3%) ibu hamil resiko tinggi, dimana 3 ibu grandemultipara dan 70 (29,1%) ibu dengan KEK. Berdasarkan laporan di Puskesmas Karanggede pada tahun 2023 faktor yang mempengaruhi kehamilan risiko tinggi adalah faktor usia (63%), jarak kehamilan (12,8%) dan preeklamsi (6,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 97 ibu hamil di Puskesmas Karanggede. Tehnik sampling menggunakan tehnik total sampling. Sampel penelitian ini sejumlah 97 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede dengan nilai p-value 0,007 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan kehamilan risiko tinggi dikarenakan pengetahuan menjadi landasan seseorang untuk memahami informasi dan membentuk perilaku.
Factors Influencing Exclusive Breastfeeding Practices In Rural Indonesia: Evidence From Lampung Province Ningrum, Allania Hanung Putri Sekar; Kartikasari, M. Nur Dewi; Sulistiani, Ardiani
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 3 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.3.81-92.2025

Abstract

Background: Breast milk is an ideal food for babies. Breast milk has benefits not only for the baby but also for the mother and the environment. However, the exclusive breastfeeding rate in Indonesia and the world is still low. Purpose: This study aims to find the factors that cause low exclusive breastfeeding in rural areas in Indonesia. Methods: this study is quantitative research with a cross-sectional approach. The sample involved in this study was 164 mothers who had children aged 0-6 months in 6 villages. The analysis used in this study is bivariate and multivariate. Results: There was no statistically significant association between mothers' work and exclusive breastfeeding in rural areas. The mother's age and parity are also unrelated to exclusive breastfeeding. Income, education, infant age, first breastfeeding opportunities, delivery methods, and delivery aides contributed 20.1% to exclusive breastfeeding of infants aged 0-6 months in rural areas. Conclusion: This study is useful to find out the factors related to exclusive breastfeeding in rural areas in Lampung.