Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Faktor Exacta

OPEN DATA KIT SYSTEM DAN SMARTPHONE ANDROID SEBAGAI SOLUSI PENGUMPULAN DATA RPTRA JAKARTA SELATAN Mercy Hermawati; Akbar Muchbarak
Faktor Exacta Vol 13, No 3 (2020)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v13i3.5944

Abstract

Pengumpulan data merupakan tahap penting dalam setiap melakukan desain atau program penelitian. Saat ini, pada prakteknya pengumpulan data masih banyak menggunakan metode manual yaitu dengan media kertas yang menyebabkan rendahnya kualitas bila volume datanya besar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti sistem operasi android yang telah mendominasi perangkat mobile di seluruh penjuru dunia. Bahkan ada beberapa tools yang dapat dimanfaatkan untuk pengumpulan data tanpa kertas. Sampai akhir tahun 2019 ini, sudah 60 RPTRA tersebar di beberapa titik lokasi Jakarta Selatan. Namun belum ada satu portal khusus untuk memuat profil dari masing-masing RPTRA tersebut, sehingga sulitnya mendapatkan informasi lengkap seputar RPTRA Jakarta Selatan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pengumpulan data dengan cepat dan berkualitas menggunakan alat dan metode yang memiliki sebuah server terpusat, memudahkan pengumpulan data RPTRA Jakarta Selatan dengan menggunakan Open Data Kit System dan Smartphone Android. Selain itu juga bertujuan untuk menghasilkan aplikasi android yang dapat digunakan sebagai sarana dalam melihat hasil survei data RPTRA Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Menggunakan open data kit (ODK) sebagai tools pengumpulan data RPTRA Jakarta Selatan. Hasil penelitian yaitu penggunaan ODK System dapat membantu proses pengumpulan data menjadi lebih cepat dan mudah untuk diolah karena sudah dalam bentuk digital. Pengumpulan data RPTRA Jakarta Selatan melalui perangkat mobile dapat dilakukan dalam kondisi online maupun offline atau tanpa jaringan internet, sehingga dapat digunakan dalam segala situasi. Hasil lain dari penelitian ini yaitu informasi hasil survei diharapkan dapat dilihat oleh masyarakat luas melaui aplikasi berbasis android yang mana datanya tersaji secara online.
Pengembangan Sistem Informasi RPTRA Info Menggunakan Metode Prototype Mercy Hermawati; Akbar Muchbarak
Faktor Exacta Vol 15, No 4 (2022)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v15i4.13356

Abstract

RPTRA Info merupakan aplikasi berbasis Android yang digunakan untuk mengetahui informasi lokasi serta sarana dan prasarana yang ada di RPTRA se Jakarta Selatan. Data berupa profil singkat RPTRA beserta foto-foto kondisi sarana dan prasarana yang ada di dalamnya diperoleh dengan cara melakukan survey secara langsung ke lokasi RPTRA. Di masa pandemi Covid19 ini kegiatan di RPTRA dibatasi, sehingga terkadang tidak mengizinkan warga masuk selain petugas. Hal ini tentu saja membuat proses pembaharuan informasi dengan cara survey langsung ke lokasi menjadi terhambat.Untuk dapat selalu memberikan informasi terkini terkait sarana dan prasarana yang ada di RPTRA Jakarta Selatan, maka perlu dibuatkan sebuah sistem informasi yang dapat mengelola data di masing-masing RPTRA oleh masing-masing pengelola RPTRA itu sendiri. Namun diperlukan metode yang tepat dalam merancang sistem tersebut agar dapat sesuai dengan keinginan dari masing-masing stakeholder, dalam hal ini terdiri dari Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan beserta para pengelola RPTRA yang tersebar di seluruh Jakarta Selatan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode Prototype, dimana peneliti akan membuat sebuah prototype berdasarkan kebutuhan awal sistem. Hasil rancangan berupa prototype ini dipresentasikan ke seluruh stakeholder dan hanya perlu sedikit penyesuaian mengikuti masukan-masukan dari para stakeholder. Setelah mendapat masukan, selanjutnya dirumuskan masukan mana saja yang akan dieksekusi. Sehingga kemudian dilakukan pembuatan atau penyempurnaan sistem tersebut. Dengan cara seperti ini, dapat mempercepat proses pembuatan sistem mengingat jumlah stakeholder yang cukup banyak yaitu pengelola dari 62 RPTRA dan juga minimnya pemahaman stakeholder mengenai Pengembangan Sistem Informasi.