Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Batavia

SIMBOL LINGGA-YONI DALAM NISAN DAN KERIS WALISANGA: JEJAK ARTEFAKTUAL MODERASI BERAGAMA DI NUSANTARA Sa'i, M.; Hidayat, Mohamad Wahyu; Nugroho, Prasetyo Adi
Jurnal BATAVIA Vol 2 No 2 (2025): MARET
Publisher : Zhata Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64578/batavia.v2i2.164

Abstract

Bangunan epistemologis Konsep moderasi beragama di Indonesia sudah ada sejak lama, berakar kuat dalam tradisi dan simbol budaya lokal, termasuk dari masa Hindu-Buddha hingga Islamisasi oleh Walisanga. Penelitian ini penting untuk menyingkap bagaimana simbol-simbol seperti lingga-yoni dalam nisan dan keris menjadi artefak akulturasi yang mencerminkan nilai moderasi dalam penyebaran Islam di Nusantara. Artikel ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis hermeneutik terhadap artefak budaya dan literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para Walisanga tidak menghapus simbol budaya lokal, tetapi mengadaptasinya secara bijak ke dalam konteks Islam, menciptakan warisan keberagamaan yang damai, inklusif, dan kontekstual. Simbol lingga-yoni dalam nisan dan struktur keris merupakan bukti konkret dari strategi dakwah yang akomodatif dan berakar pada kearifan lokal. Dengan demikian, moderasi beragama di Indonesia tumbuh secara organik dalam lintasan sejarah dan menjadi model keberagamaan yang relevan untuk masa kini.
MELACAK TEKS MENAKAR PENGARUH: DINAMIKA HISTORIS MUSHAF PT MENARA KUDUS INDONESIA DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN (1951-2023) Pertiwi, Putri Rahma; Hidayat, Mohamad Wahyu
Jurnal BATAVIA Vol 2 No 3 (2025): MEI
Publisher : Zhata Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64578/batavia.v2i3.176

Abstract

Al-Qur'an sebagai teks suci umat Islam senantiasa dijaga keasliannya melalui tradisi penulisan (kitabah) dan hafalan (hifz), menjadikan industri percetakan memiliki peran krusial dalam literasi keagamaan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ragam mushaf cetakan PT Menara Kudus Indonesia Indonesia selama tujuh dekade (1951–2023), khususnya Mushaf Pojok Menara Kudus (Mushaf Bahriyyah), dan mengkaji dampaknya terhadap sistem serta tradisi pendidikan keagamaan, terutama tahfizh, di Kudus. Metode yang digunakan adalah penelitian historis (sejarah) dengan tahapan berupa heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Menara Kudus Indonesia telah berhasil menciptakan produk ikonik, yakni Mushaf Pojok, yang memiliki karakteristik rasm dan dhabt khusus. Fitur unik Mushaf Pojok, di mana setiap halaman selalu diakhiri dengan akhir sebuah ayat, telah membentuk dan menstandardisasi metode hafalan (tahfizh) secara signifikan di kalangan pesantren Kudus. PT Menara Kudus Indonesia berperan dalam menjaga tradisi tekstual sekaligus penentu corak metodologi hafalan Al-Qur'an yang efektif bagi komunitas Kudus.