Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI DAN PENGUATAN MERDEKA BELAJAR PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB CENTRA PK-LK NEGERI SOFIFI TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA Julia Ismail; Sariwati Muhamad; Vebiyanti Nasir; Nurlina Hasan; Sinta Sarotno
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19661

Abstract

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah metode deskriptis kualitatif. Tim Pelaksana berusaha menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh SLB Centra PK-LK Negeri Sofifi dalam rangka mendukung program pemerintah tentang kebijakan Merdeka Belajar dan dampaknya bagi anak yang berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Sumber data PkM ini adalah kepala sekolah dan bagian kurikulum sebagai instrumen kunci. Berdasarkan hasil survey dan interview awal dengan mitra, dapat disimpulkan bahwa bidang permasalahan mitra berfokus pada: 1) Implementasi kurikulum Merdeka Belajar yang digunakan sebagai acuan dalam pembelajaran pada  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK); 2) Pengembangan perangkat pembelajaran seperti RPP/modul ajar dengan format kebijakan Merdeka Belajar; dan 3) Belum adanya penguatan Merdeka Belajar yang dilaksanakan. Hasil kegiatan PkM pada permasalahan Implementasi merdeka belajar untuk ABK di fokuskan pada keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara guru mengklasifikasikan kemampuan peserta didik dalam tingkatan IQ yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. IQ dapat diukur dengan alat-alat tes inteligensi, dalam melakukan tes siswa diarahkan untuk melakukan suatu perbuatan (performance test) atau menjawab sejumlah pertanyaan (verbal test). Hasil tes menunjukan bahwa peserta didik dengan tingkatan IQ Debiel terdapat 2 orang, Lemah ingatan 20 orang, kurang paham 12 orang, dan normal 4 orang. Sedangkan pandai dan super tidak ada. Sedangkan untuk permasalahan pengembangan Perangkat pembelajaran/modul ajar, tim pelaksana PkM melakukan sosialisasi Perangkat pembelajaran/modul ajar yang melibatkan semua guru dan tenaga kependidikan SLB Centra PKLK Negeri Sofifi sebagai target utama, hasil dari pelaksanaan sosialisi Perangkat pembelajaran, guru lebih memahami tentang Langkah-langkah penyusunan modul ajar, dan mampu Menyusun modul ajar secara mandiri/memodifikasi modul aja yang disediakan pemerintah. Dari program kegiatan yang telah dilaksanakan secara langsung telah mengadakan penguatan Merdeka belajar di sekolah mitra. Hasil dari kegiatan PkM ini, diharapkan dapat memotivasi sekolah dalam menjalankan program Merdeka belajar secara menyeluruh.
Motivating Students In Speaking English Through Small Group Discussion Nasir, Vebiyanti; Muhamad, Sariwati
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 7 No 1 (2024): nternational Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10499681

Abstract

The purpose of this study is to find out whether small group discussion can motivate students in speaking English or not and to know the factors of students have not motivation in speaking English. The participants of the researcher are 25 students of tenth grade of MA Al-Khairaat Guraping. The method of the research is qualitative research and the result of the research is the students were motivated when small group discussion applied as a technique in teaching English. The students were so happy and active when speaking English in small group and they can speak without afraid they will make mistake, they can responds the teacher’s questions and asking a questions when they did not know the materials and they have desire in practice speaking and they know the important of English for their future. They also can work together in a group, they can practice speaking without afraid and feeling shame, and the extensive materials make them happy to learn English. So that, the conclusion is small group discussion can motivate students’ in speaking English but the teacher must have big attention to the students who still less in motivation.
The Teacher’s Obstacle in Applying Merdeka Curriculum Nasir, Vebiyanti; Muhamad, Sariwati
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 8 No 1 (2025): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum Merdeka is new curriculum that the government applied in the school. Curriculum Merdeka also new for the teacher to understand and to apply it at the class. This research aims to know the teachers’ obstacles in applying Merdeka Curriculum. As a new curriculum, of course the teachers will faced many obstacles. This research also aims to know how the teachers find the solutions to fix the obstacles they faced. This research sites at SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan. The participant of this research consists of all the teachers in class X that have implementing curriculum of Merdeka Belajar. Technique of collecting the data is using questionnaire and analyzing the data by organized the data, then interpreted the data from google form, and the last is presented the data into the research result. The result of this research is there are many obstacles that the teachers at SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan faced. They are administrative difficulties such as analyzing teaching modules and assessment, and the implementation of Curriculum Merdeka such as not utilizing the technology and not implementing differentiated learning.
Strategi Guru Bahasa Inggris Dalam Melestarikan Kearifan Lokal Budaya Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Muhamad, Sariwati; Nasir, Vebiyanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 6.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi guru Bahasa Inggris dalam melestarikan kearifan local budaya pada pembelajaran Bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Partisipan dari penelitian ini adalah seoarang guru Bahasa Inggris SMA Al-Khasanah Kusu, kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan. Dalam memperoleh data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi dan wawancara dengan menggunakan alat bantu untuk mrekam video pada observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru untuk melestarikan kearifan local budaya pada pembelajaran Bahasa Inggris adalah guru mendesain materi yang diajarkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan serta latar belakang budaya siswa sehingga dapat dengan mudah mendesain materinya. Materi-materi yang di ajarkan yang berbasis kearifan local Budaya adalah dalam pembelajaran Speaking, guru mendesain materi untuk Presentasi tentang tradisi local, pada pembelajaran Writing dengan cara menulis deskripsi atau cerita rakyat. Kemudian untuk skill Reading dengan mengajarkan teks tentang budaya Maluku Utara, dan yang terakhir adalah Listening yaitu dengan cara mendengar cerita lokal yang dibacakan atau rekaman narasi. Selain itu, adapun kendala dalam mendesain materi yaitu keterbatasan sumber daya dan referensi lokal yang bisa dijadikan materi. Juga, beberapa siswa kurang percaya diri menggunakan bahasa Inggris untuk bercerita tentang budaya mereka.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Pembelajaran Siswa TK Pembina 31 Kota Tidore Kepulauan Muhamad, Sariwati; Nasir, Vebiyanti; Kadir, Hadijah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 11 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12617269

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengeatahui upaya guru dalam meningkatkan kemampuan pembelajaran siswa TK. Penelitian tersebut dilakukan di Sekolah TK Pembina 31 Kota Tidore Kepulauan. Subjek dari penelitian ini adalah guru-guru TK Pembina 31 Tikep yang berjumlah 3 orang. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kesulitan dalam pembelajaran sehingga upaya guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran adalah mengulang kembali apa yang diajarkan seperti Memperkenalkan warna dengan cara menyajikan balok yang berwarna warni, Dengan balok juga dapat memperkenalkan bentuknya, Memperkenalkan angka dan huruf dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, Mengajarkan anak menyanyi disetiap kali pertemuan, Mengajarkan huruf hijaiyah untuk melatih pengetahuan agama anak, Mengajarkan anak mengenal benda-benda di sekitar melalui objek langsung maupun visual gambar, Mengajarkan membaca doa di setiap awal maupun akhir pembelajaran dan doa-doa serta ayat pendek lainnya.
Eksplorasi Efektivitas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dalam Pembelajaran Speaking Muhamad, Sariwati; Nasir, Vebiyanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the desired effectiveness of students in learning speaking. This research was conducted in the English Language Education Study Program at Bumi Hijrah Tidore University, located in Akekolano Village, North Oba District, Tidore Islands City. Participants were 12 English Language Education students: 8 in their third semester, 2 in their fifth semester, and 2 in their seventh semester. The research employed a descriptive qualitative method. To obtain data, the researcher utilized observation and interviews. Observations were conducted to determine the learning situation and conditions, while interviews were conducted to address the researcher's research questions. The interview results indicated that English Language Education students can learn speaking effectively if supported by the following: using real-life communication methods, applying the principle of Fluency Before Accuracy, using a collaborative and interactional approach, providing effective and constructive feedback, a psychologically safe learning environment, and developing vocabulary.